5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Munculnya bintik atau bercak putih di puting susu mungkin akan membuat Anda khawatir. Terkadang bintik-bintik ini membuat area payudara Anda sakit atau nyeri. Sebenarnya apa penyebab munculnya bintik-bintik atau bercak putih di sekitar puting payudara? Apakah bisa hilang? Temukan jawabannya di sini.

Penyebab bercak putih di puting susu

Sumber: Australian Breastfeeding Association

Bintik atau bercak putih di puting susu payudara bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari yang sepele hingga yang perlu perhatian khusus.

Kenapa bisa muncul bercak putih ini di area puting susu? Berikut penyebab bercak putih di puting susu dan cara mengatasinya.

1. Kehamilan dan perubahan hormon

Puting susu mengalami beberapa perubahan selama kehamilan, seperti munculnya benjolan kecil di sekitar areola Anda. Benjolan ini disebut dengan tuberkel Montgomery, yaitu kelenjar yang melepaskan zat berminyak untuk menjaga puting tetap lembut dan lentur.

Kelenjar ini juga berfungsi melumasi puting Anda dan memberitahu bayi Anda untuk menyusui dengan aroma khusus yang dikeluarkan. Aroma zat berminyak ini mendorong dan membantu bayi dalam menemukan puting susu ketika pertama kali menyusui.

Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan kelenjar ini membesar. Namun, kondisi ini bisa juga terjadi saat seorang wanita tidak hamil atau menyusui. Perubahan hormon lainnya dapat menimbulkan hal yang sama pada puting susu Anda.

Penyebab perubahan hormon wanita yang paling umum antara lain siklus menstruasi, minum pil KB, atau memasuki masa menopause.

Bagaimana cara mengatasinya?

Tuberkel Montgomery tidak berbahaya dan tidak perlu perawatan khusus. Kondisi ini umumnya akan kembali normal begitu kadar hormon Anda juga sudah stabil. Akan tetapi, bintik-bintik ini tidak boleh dipencet karena ini dapat menyebabkan infeksi.

2. Pori-pori puting susu tersumbat

Saat Anda menyusui buah hati Anda, susu mengalir keluar dari puting melalui lubang yang disebut pori-pori. Terkadang, pori-pori puting ini dapat tersumbat oleh gumpalan susu.

Jika kulit Anda menutup pori-pori puting, terbentuklah lepuhan susu. Saluran di belakang puting juga bisa tersumbat.

Lepuhan susu dapat menimbulkan bintik atau bercak putih di puting susu Anda, yang bisa sangat menyakitkan seperti terasa tertusuk. Lepuhan ini bisa berwarna kuning muda atau merah jambu, dan kulit di sekitarnya berubah menjadi merah.

Saat menyusui, tekanan yang diberikan bayi untuk mengisap puting biasanya akan menghilangkan sumbatan. Namun, jika sumbatan tidak hilang, Anda bisa mengalami infeksi payudara yang disebut dengan mastitis.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika pori-pori puting tidak hilang dengan sendirinya, Anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk membantu mengatasinya.

  • Kompres air hangat pada payudara dan puting susu sebelum menyusui.
  • Kompres air dingin setelah menyusui untuk mengurangi ketidaknyamanan.
  • Mandi air hangat dan usap lembut puting susu yang tersumbat dengan handuk.
  • Arahkan bayi untuk menyusui dari payudara yang pori-pori putingnya tersumbat terlebih dahulu.
  • Posisikan rahang bawah bayi dekat dengan benjolan yang disebabkan oleh saluran yang tersumbat.
  • Minum obat pereda nyeri (acetaminophen atau ibuprofen), untuk mengurangi ketidaknyamanan.

Ketika tumbuh kulit di atas pori-pori puting dan lepuhan susu, perawatan di atas mungkin tidak selalu berhasil untuk membuka pori-pori yang tersumbat.

Anda perlu mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter mungkin akan menggunakan jarum steril untuk membuka pori-pori puting yang tersumbat.

3. Abses subareolar

Abses subareolar adalah penumpukan nanah di jaringan payudara yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini sering diakibatkan oleh mastitis yang tidak ditangani dengan baik sampai tuntas.

Abses ini tidak selalu terjadi ketika wanita menyusui, melainkan juga bisa disebabkan oleh bakteri yang masuk ke jaringan payudara melalui luka, seperti adanya jerawat atau tindik puting.

Bagaimana cara mengatasinya?

Abses subareolar biasanya diobati dengan menggunakan antibiotik. Namun, terkadang jika abses tidak sembuh, dokter mungkin akan menyarankan operasi untuk mengeluarkan nanah dari jaringan payudara.

4. Infeksi jamur

Infeksi jamur yang sering disebut thrush disebabkan oleh Candida albicans. Anda bisa memiliki kondisi ini jika Anda atau bayi baru saja mengonsumsi antibiotik atau mengalami infeksi jamur vagina.

Selain menimbulkan bintik-bintik atau bercak putih di puting susu, puting Anda juga akan jadi merah dan terasa sangat menyakitkan. Infeksi jamur ini sangat menular, jadi Anda bisa menyebarkannya ke bayi Anda dan sebaliknya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Dokter akan memberikan obat antijamur untuk Anda dan bayi Anda, berupa krim atau juga obat minum. Selain itu, cuci bra Anda sesering mungkin dan jagalah agar payudara tetap kering selama masa perawatan.

5. Herpes

Meskipun virus herpes simpleks biasanya menginfeksi mulut dan alat kelamin, ini juga dapat memengaruhi payudara. Biasanya, herpes di payudara berpindah ke ibu dari bayinya yang baru terinfeksi selama menyusui.

Herpes tampak seperti benjolan kecil yang dipenuhi cairan dan kemerahan pada puting. Ketika benjolan sembuh, mereka membentuk scabs. Bayi Anda mungkin memiliki benjolan yang sama pada kulit mereka.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika Anda curiga Anda kena herpes, segera temui dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Umumnya, dokter akan menyarankan Anda dan bayi minum obat antivirus selama sekitar seminggu untuk membersihkan infeksi.

Selain itu, pompa ASI juga perlu dilakukan sampai bintik-bintik putih hilang.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit