Yang Terjadi Pada Tubuh Sesaat Setelah Anda Mengalami Henti Jantung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi fatal ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Jantung yang berhenti berdetak otomatis tidak akan memompa darah ke seluruh tubuh. Kematian dapat terjadi dalam hitungan menit karena organ vital, terutama otak, tidak menerima cukup darah segar. Sebenarnya, apa yang terjadi pada tubuh menit-menit setelah henti jantung?

Apa penyebab henti jantung?

Sebagian besar kasus henti jantung disebabkan oleh aritmia (detak atau ritme jantung yang tidak normal) akibat adanya gangguan gaya listrik pada otot jantung. Hal ini menyebabkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh jadi berhenti.

Henti jantung (cardiac arrest) lebih mungkin dialami seseorang yang memiliki cacat jantung bawaan atau yang jantungnya telah mengalami kerusakan serius, seperti akibat penyakit jantung koroner. Trauma akibat cedera juga dapat menyebabkan henti jantung mendadak, misalnya saat tersetrum, overdosis obat, olahraga terlalu berat, kehilangan banyak darah, penyumbatan saluran pernapasan, kecelakaan lalu lintas, tenggelam, dan hipotermia.

Apa yang terjadi selama henti jantung (cardiac arrest)?

Dari segi proses terjadinya, henti jantung terjadi sangat cepat dan ditandai dengan beberapa tanda berikut:

  • Napas terputus atau tidak bernapas sama sekali
  • Pupil mata masuk ke dalam tengkorak kepala
  • Lemas secara tiba-tiba
  • Tidak sadarkan diri
  • Warna kulit menjadi pucat kebiruan
  • Denyut nadi atau detak jantung tidak dapat ditemukan

Henti jantung dapat menyebabkan gangguan fungsi organ tubuh. Jika tidak segera ditangani, cardiac arrest dapat berujung pada kerusakan permanen dan kematian.

Yang terjadi pada tubuh setelah mengalami henti jantung

Aliran darah yang terhenti di sekujur tubuh dapat menyebabkan zat racun sisa metabolisme sel jadi berkumpul dalam darah. Dalam hitungan menit, sel akan rusak hingga kemudian mati. Hal yang pertama terjadi setelah henti jantung adalah mulai hilangnya kesadaran akibat otak yang mengalami syok karena kekurangan oksigen. Biasanya, kerusakan otak terjadi setelah empat sampai enam menit henti jantung terjadi.

Menurut Dr. Sam Parnia, direktur penelitian perawatan dan resusitasi kritis di NYU Langone School of Medicine, New York, tubuh akan selama henti jantung, manusia akan kehilangan semua refleks dari otak untuk sementara.

Itu sebabnya salah satu gejala awal saat seseorang mengalami henti jantung yang dapat terlihat adalah napas yang terputus. Ini disebabkan oleh terhentinya fungsi otak untuk memerintahkan paru-paru berfungsi mengambil oksigen. Beberapa menit setelah henti jantung, Anda akan berhenti bernapas.

Di saat yang bersamaan, dua sampai 20 detik setelah cardiac arrest, korteks serebral otak yang digunakan untuk berpikir akan mengalami kematian secara perlahan. Meski pada waktu ini pernapasan dan detak jantung sudah berhenti, Anda masih dalam kondisi sadar. Pasalnya, bagian korteks serebral diperkirakan mampu bertahan tanpa oksigen.

Masih menurut Parnia, kematian diartikan saat jantung tidak lagi berdetak. Begitu hal ini terjadi, darah tidak lagi mengalir di dalam otak. Artinya, fungsi otak akan terhenti total dan akan kehilangan semua refleks batang otak, termasuk refleks pupil pada mata. Ini yang menyebabkan sebagian besar kasus henti jantung berakhir pada kematian.

Henti jantung harus segera ditangani untuk mencegah risiko kematian

Meski henti jantung menyebabkan terhentinya aliran darah, Anda sebenarnya masih berkesempatan untuk mengirimkan darah ke otak, meskipun hanya sebesar 15% dari total kebutuhan otak untuk berfungsi normal.

Hal ini dapat dilakukan melalui resusitasi jantung alias CPR. Cara ini cukup membantu untuk memperlambat kematian sel otak, namun masih tidak cukup untuk memulai otak kembali bekerja. Semakin lama Anda menunda melakukan CPR, kematian sel otak akan semakin cepat terjadi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca