Haid Tak Kunjung Berhenti? Awas, Bisa Jadi Ada Pertumbuhan Jaringan Abnormal di Rahim!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Adenomiosis adalah pertumbuhan jaringan abnormal di tempat yang tidak seharusnya. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gejala yang tak nyaman seperti haid yang lama hingga rasa nyeri saat berhubungan seks. Untuk memahami lebih jauh mengenai kondisi ini, simak terus ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu adenomiosis?

Adenomiosis adalah kondisi saat jaringan endometrium (jaringan yang melapisi rahim) ada di dalam dan tumbuh menerobos dinding otot rahim (miometrium). Hal ini membuat dinding rahim menjadi bertambah tebal. Sementara itu, jaringan endometrium ini terus menebal dan meluruh setiap bulannya yang dikeluarkan melalui menstruasi.

Akibatnya, perdarahan yang terjadi bisa lebih berat dan lebih lama dari biasanya. Orang yang mengalami adenomiois juga akan mengalami rasa sakit selama menstruasi berlangsung.

Berbagai gejala adenomiosis

Tidak semua orang mengalami gejala tertentu saat mengidap adenomiosis. Sebagian wanita hanya merasakan sedikit keluhan dan sebagian lainnya merasakan gejala yang cukup parah. Berikut ini berbagai gejala adenomiois yang umumnya dirasakan, yaitu:

  • Durasi menstruasi yang berkepanjangan.
  • Kram perut yang cukup hebat, seperti nyeri haid (dismenore).
  • Adanya pembekuan (gumpalan) darah selama menstruasi.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Bagian bawah perut tampak lebih besar dan lembut jika disentuh.
  • Muncul bercak darah ketika Anda sedang tidak haid.

Penyebab adenomiosis

Para ahli belum bisa menentukan secara pasti mengapa adenomiosis bisa terjadi. Akan tetapi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa hormon estrogen, progesteron, prolaktin, dan hormon perangsang folikel yang terganggu dapat memicu kondisi ini. Berikut adalah berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab adenomiosis.

  • Pertumbuhan jaringan abnormal yang disebut adenomioma dari sel-sel endometrium yang akhirnya mendorong dirinya ke dalam otot uterus. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh sayatan yang dibuat di rahim saat pembedahan seperti operasi caesar.
  • Adanya jaringan berlebih di dinding rahim yang terbentuk sejak janin dan tumbuh seiring bertambahnya usia.
  • Peradangan uterus yang terjadi setelah persalinan.
  • Sel induk di dinding otot uterus yang balik menyerang otot rahim itu sendiri.

Umumnya, gejala ini bisa membaik dengan sendirinya ketika kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun, yaitu setelah menopause (12 bulan setelah akhir masa menstruasi). Namun, Anda juga bisa saja membutuhkan pertolongan medis. Untuk memastikannya, langsung periksakan diri ke dokter.

Siapa saja yang berisiko terkena adenomiosis?

Dikutip dari Healthline, ada tiga hal yang membuat seorang wanita berisiko tinggi mengalami adenomiosis, yaitu:

  • Berusia 40-50 tahun (masa sebelum menopause).
  • Wanita yang sudah memiliki anak (sudah pernah melahirkan).
  • Pernah mengalami pembedahan pada rahim seperti operasi caesar atau operasi fibroid rahim.

Apa saja komplikasi dari adenomiosis?

Adenomiosis tidak selalu berbahaya. Namun, rasa sakit dan durasi haid yang berkepanjangan cukup mengganggu aktivitas pengidapnya baik kegiatan harian maupun aktivitas seksual. Selain itu, wanita dengan adenomiosis juga berisiko mengalami anemia akibat perdarahan yang berkepanjangan. Akibatnya, kondisi ini bisa menyebabkan kelelahan, pusing, dan serta kemurungan.

Dalam beberapa kasus, adenomiosis adalah kondisi yang bisa membuat Anda terlalu gelisah dan cemas. Jika dibiarkan terus, hal ini bisa berujung pada depresi.

Pilihan pengobatan untuk adenomiosis

Adenomiosis adalah penyakit yang gejalanya bisa dikendalikan, meski mungkin tak bisa menyembuhkan sepenuhnya. Perawatan untuk adenomiosis tergantung pada gejala, keparahan, dan kondisi rahim.

Dokter akan meresepkan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi rasa sakit ringan pada satu atau dua hari sebelum menstruasi dimulai. Selain itu terapi hormon, ablasi endometrial (penghancuran jaringan endometrium), histerektomi (pengangkatan rahim), dan embolisasi arteri uterina bisa dijadikan pilihan pengobatan bergantung pada hasil diagnosis dokter.

Namun, sejauh ini histerektomi atau prosedur angkat rahim menjadi salah satu pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi adenomiosis dengan gejala yang cukup parah.

Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala yang mengacu pada adenomiosis, jangan sungkan untuk memeriksakannya ke dokter guna mendapatkan pengobatan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Mulai dari penyebab secara umum hingga kondisi kesehatan tertentu, berikut 15 hal yang bisa menyebabkan bau mulut. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit

7 Penyebab Mulut Kering Selain Dehidrasi yang Perlu Diketahui

Mulut kering wajar terjadi saat Anda merasa haus atau dehidrasi. Selain itu, mulut kering bisa disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan, lho.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat garam untuk kesehatan

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
krim muka dari dokter bikin ketagihan

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
perubahan pola tidur

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
tanda-tanda menstruasi

8 Tanda Anda Sebentar Lagi Mau Haid

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit