Ingus Kental Berwarna Kehijauan Artinya Sinusitis, Mitos atau Fakta?

Oleh

Sinusitis adalah peradangan pada dinding sinus yang merupakan rongga kecil berisi udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi. Kita sering beranggapan bahwa sinus, layaknya flu dan batuk biasa, dapat menular. Apalagi sinus juga sama-sama ditandai oleh batuk, hidung tersumbat, dan pilek. Tapi ternyata, anggapan ini tidak selalu benar. Lantas, mana fakta sinusitis yang benar, dan mana yang hanya mitos semata?

Mitos dan fakta sinusitis, mana terbukti yang benar?

1. Pilek berwarna kuning atau hijau tanda infeksi sinus

Pendapat ini tidaklah benar. Pilek yang berwarna kuning kehijauan berbau baru menjadi tanda infeksi sinus jika terjadi terus menerus selama sepuluh hari. Akan tetapi, pilek berwarna kuning atau hijau selama beberapa hari juga dapat disebabkan oleh faktor lain. Oleh karena itu, untuk memastikannya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

2. Infeksi sinus dapat menular

Hingga saat ini tidak ada bukti kuat yang mampu menunjukkan bahwa infeksi sinus dapat menular. Namun, jika hasil dari infeksi virus adalah pilek, maka patogen tersebut dapat ditularkan dari orang ke orang lain. Atau, jika sinusitis disebabkan hasil dari infeksi virus seperti flu, maka dapat menyebabkan perpindahan virus ke orang lain.

Biasanya, Anda dapat tertular pilek atau flu melalui penularan di udara. Untuk mencegah terjadinya penularan tersebut, biasakanlah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air serta hindari kebiasaan untuk menyentuh mata, hidung, mulut saat tangan Anda tidak dalam keadaan bersih.

3. Sakit kepala disebabkan oleh infeksi sinus

Infeksi sinus dan pilek disebabkan oleh dua hal yang berbeda; pilek disebabkan oleh bakteri, sementara sinus disebabkan oleh virus. Dan sakit kepala lebih sering disebabkan oleh flu atau pilek, maupun reaksi alergi (seperti alergi serbuk sari, kotoran dan debu, bulu hewan peliharaan, atau sesuatu yang lain). Reaksi alergi dapat menyebabkan pembengkakan, menghalangi sinus, dan mengakibatkan nyeri sinus tanpa adanya infeksi sinus yang sebenarnya.

4. Sinus hanya bisa diobati dengan antibiotik

Antibiotik adalah salah satu jenis obat yang memiliki efek untuk menghentikan proses terjadinya infeksi oleh bakteri. Sembilan puluh persen kasus sinus disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak akan efektif untuk menyembuhkannya. Pedoman medis merekomendasikan penggunaan antibiotik setelah sepuluh hari mengalami gejala sinus.

Jika Anda mengonsumsi antibiotik sebelum sepuluh hari, ini dapat berbahaya karena dapat menyebabkan reaksi alergi, meningkatkan resistensi antibiotik, berkontribusi terhadap infeksi sekunder, dan menyebabkan komplikasi lain jika tidak digunakan dengan benar.

5. Sinus kronis hanya dapat diobati dengan operasi

Fakta sinusitis ini ada benarnya. Operasi biasanya adalah pilihan terakhir bagi penderita sinus kronis. Untuk kasus sinus lainnya, bukan berarti operasi tidak akan efektif mengobati sinus, namun, ada beberapa alternatif lain yang bisa diprioritaskan untuk mengobati sinusitis, seperti:

  • Obat hidung topikal (melalui semprotan hidung atau irigasi)
  • Perawatan alergi seperti suntikan alergi
  • Akupuntur

Namun, operasi tetap dapat dilakukan karena nyatanya, operasi sinus sangat sukses dalam meningkatkan kualitas hidup bagi beberapa pasien.

Baca Juga:

Sumber