Sering Gunakan Ganja? Ini Efeknya Pada Kemampuan Gerak Tubuh Anda

Oleh

Segera setelah isapan pertama, asap pembakaran rokok ganja akan melepaskan zat aktif yang disebut tetrahydracannabinol, atau THC, ke dalam aliran darah untuk menuju otak dan organ dalam tubuh lainnya. Zat kimia yang larut dalam darah ini menyebabkan efek ganja pada tubuh dapat segera Anda rasakan setelah batang rokok pertama Anda.

Merokok ganja diketahui menyebabkan peningkatan detak jantung dari 20 persen hingga 100 persen bahkan hampir dalam sekejap tak lama setelah merokok dan efeknya bisa bertahan hingga tiga jam.

Kini dicurigai mungkin ada efek ganja yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Menurut sebuah studi terbitan jurnal Current Opinion in Behavioral Sciences, merokok ganja dapat mengganggu koordinasi dan keterampilan motorik lainnya — bahkan ketika Anda sedang tidak teler. Apa alasannya?

Efek ganja pada tubuh ANda

Peneliti menemukan bahwa orang yang merokok ganja memiliki perbedaan di daerah otak tertentu saat dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan ganja. Residu THC yang diangkut darah memicu otak Anda untuk melepaskan sejumlah besar dopamin, sebuah senyawa kimia alami pemicu mood bahagia. Inilah mengapa Anda bisa tenggelam dalam euforia, alias teler, setelah mengisap ganja. Perasaan teler mengawang ini yang membuat Anda tidak sadar ruang dan waktu selama dan setelah merokok ganja.

Otak jadi sulit mengingat

Di hippocampus, area otak tempat penyimpanan memori jangka panjang, THC mengubah cara Anda memproses informasi, sehingga logika dan proses pengambilan keputusan Anda mungkin terganggu. Efek ganja juga mungkin membuat Anda sulit untuk membentuk ingatan baru ketika Anda sedang teler. Dosis ganja  yang sangat besar atau konsentrasi tinggi dari THC juga dapat menyebabkan halusinasi atau delusi. Menurut NIDA, mungkin ada hubungan antara penggunaan ganja dan beberapa masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Anda jadi sulit fokus dan tidak seimbang

Efek ganja juga menunjukkan adanya penurunan aktivitas pada cerebellum dan ganglia basal, area otak yang terkait dengan kontrol motorik, koordinasi, dan keseimbangan tubuh, sehingga dapat memengaruhi waktu reaksi, memori, dan kemampuan untuk beralih antara tugas berbeda (multitasking). Ketika Anda pulih dari teler, Anda mungkin merasa lelah, sedikit tertekan, atau tidak fokus. Pada beberapa orang, ganja dapat menyebabkan kecemasan. Semua perubahan di atas berarti bahwa sebenarnya tidak aman bagi Anda untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin atau alat-alat berat selama masih di bawah pengaruh efek ganja.

Bukti juga menunjukkan bahwa ganja dapat mengubah cara otak memproses informasi dan menyampaikan sinyal ke anggota gerak tubuh, dengan cara memengaruhi kontrol motorik seseorang. Yang lebih mengejutkan, ternyata efek ganja pada gerak tubuh ini justru ditemukan lebih kecil peluangnya pada pengguna ganja rutin dan teratur, dibandingkan dengan mereka yang hanya menghisap ganja sesekali.

Peneliti mengatakan bahwa ini mungkin terjadi karena penggunaan kronis menyebabkan peningkatan toleransi terhadap efek ganja, atau mungkin karena daerah otak lainnya mulai mengimbangi efek ganja pada penurunan keterampilan motorik, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan penyebab ini.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca