Cara Menghilangkan Varises, Mulai dari Cara Alami Hingga Prosedur Medis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Varises adalah penyakit pembuluh darah yang tidak bisa disepelekan. Penyebabnya bisa berbagai macam, mulai dari faktor usia hingga gaya hidup. Kondisi ini bukan hanya mengganggu penampilan saja, tapi juga bisa menimbulkan rasa nyeri dan bengkak di area yang terkena.

Jika tidak diobati dengan cara yang tepat, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius. Lantas, bagaimana cara menghilangkan varises? Yuk, intip berbagai langkah berikut.

Apa itu varises?

menghilangkan varises

Varises adalah kondisi ketika pembuluh darah vena membengkak. Pembuluh darah vena yang membengkak ini menyebabkan munculnya urat-urat berwana kebiruan atau keunguan yang menonjol di permukaan kulit.

Kondisi ini disebabkan oleh darah yang seharusnya dialirkan ke jantung, malah kembali ke kaki. Hal ini terjadi karena katup vena yang berperan mengangkut darah ke jantung tidak berfungsi dengan benar. Akibatnya, aliran balik ke jantung terganggu dan darah mengumpul di vena. Ini mengakibatkan peningkatan tekanan pembuluh darah vena.

Kondisi ini dapat terjadi di seluruh pembuluh vena dalam tubuh Anda. Namun, kondisi ini umumnya terjadi di kaki, terutama betis, karena bagian tersebut adalah bagian yang paling jauh dari jantung dan efek gravitasi membuat darah semakin sulit kembali ke jantung.

Jika dibiarkan terus-terusan, perlahan akan terjadi kebocoran ke pergelangan kaki, sehingga menyebabkan pembengkakan. Orang yang mengalami kondisi ini juga akan lebih sering mengalami kaki berdenyut atau kram di malam hari.

Tak jarang juga kondisi ini menyebabkan nyeri, pembengkakan, bahkan perdarahan di area yang terkena.

Berbagai hal pemicu varises

mitos varises

Ada banyak faktor yang dapat membuat Anda lebih berisiko mengalami varises. Beberapa di antaranya seperti:

  • Riwayat keluarga. Sebagian besar orang yang terkena varises memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.
  • Usia. Penuaan dapat menyebabkan katup di pembuluh darah Anda melemah sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik.
  • Jenis kelamin. Wanita cenderung lebih mungkin mengalami kondisi ini daripada pria.
  • Kehamilan. Selama kehamilan, pertumbuhan janin memberi tekanan pada pembuluh darah di kaki ibu. Kabar baiknya, kondisi ini akan membaik setelah wanita melahirkan.
  • Kegemukan atau obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah, sehingga menyebabkan varises.
  • Malas gerak. Berdiri atau duduk dalam waktu lama, terutama dengan kaki ditekuk atau disilangkan, dapat meningkatkan risiko varises. Sebab, posisi tersebut memaksa pembuluh darah bekerja lebih keras untuk memompa darah ke jantung.
  • Cedera di kaki. Mengalami pembekuan darah atau kerusakan katup akibat cedera di kaki dapat meningkatkan risiko Anda terkena varises.

Kenapa wanita lebih sering kena varises?

tips merawat kaki pecah-pecah

Faktor hormonal bisa jadi alasan terbesar kenapa kondisi ini lebih sering dialami wanita ketimbang pria. Bagi wanita, perubahan hormonal selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat mengendurkan dinding pembuluh darah balik (vena). Dinding vena yang mengendur dapat menyebabkan katup melemah.

Idealnya, dinding vena bersifat elastis. Jadi, ketika dinding vena mengendur atau melemah, dinding ini akan kehilangan elastisitasnya. Jika diibaratkan, dinding vena yang melemah seperti karet gelang yang sudah melar. Hal ini membuat dinding vena jadi lebih panjang dan lebar, menyebabkan katup-katupnya terpisah.

Nah, ketika katup-katupnya terpisah, darah dapat mengalir mundur melalui katup. Aliran balik darah akan mengisi pembuluh darah dan membuat dinding vena lebih meregang. Nah, hal inilah yang memicu penumpukkan darah di dalam pembuluh tersebut.

Jika kondisi ini terus-terusan dibiarkan, maka pembuluh darah akan semakin membengkak, menyebabkan kemunculan benjolan bewarna kebiruan di bawah permukaan kulit Anda.

Beragam cara alami menghilangkan varises

Ada beberapa prosedur yang bisa diandalkan dalam menghilangkan varises, bisa dengan prosedur laser ataupun operasi. Namun, sebelum menjani kedua prosedur tersebut, Anda juga bisa mencoba cara alami untuk mengatasi varises, seperti:

1. Rajin olahraga

senam peregangan

Tak percaya diri dengan tampilan varises di sepanjang betis? Cobalah untuk rutin olahraga setiap hari. Selain membuat tubuh Anda lebih bugar, rutin olahraga juga dapat melancarkan sirkulasi darah di kaki Anda.

Ya, rutin berolahraga dipercaya sebagai salah satu cara alami dalam melancarkan aliran darah sekaligus mengurangi pembengkakan yang terjadi di pembuluh darah vena. Sebaliknya, bila Anda terlalu lama tidak bergerak, sulit bagi pembuluh darah untuk memompa darah dengan efisien ke jantung.

The Carolina Vascular Institute merekomendasikan beberapa olahraga untuk menghindari varises seperti menaikkan kaki, menaikkan betis, bersepeda, berenang. Berbagai olahraga tersebut dapat membantu memperkuat dan meregangkan pembuluh darah di sekitar kaki.

Jika Anda merasakan sakit ketika berolahraga, turunkan intensitas olahraga Anda. Cobalah untuk melakukan gerakan olahraga secara perlahan. Intinya, buatlah diri Anda terus bergerak, sehingga aliran darah yang menumpuk di kaki bisa lancar kembali.

Nah, guna melemaskan otot-otot yang menegang setelah olahraga, Anda bisa mencoba memberikan es atau member air hangat pada otot yang sakit. Apakah Anda sering mendengar meninggikan kaki setelah berolahraga? Ternyata cara ini juga mampu mengurangi bengkak dan nyeri.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba stoking kompresi untuk membuat tekanan yang lembut sehingga darah tidak terakumulasi pada kaki.

2. Menjaga berat badan ideal

menimbang badan menurunkan berat badan

Orang yang kelebihan berat badan cenderung lebih mungkin untuk mengalami varises. Terutama pada wanita dan orang tua yang kegemukan. Hal ini dapat terjadi karena kegemukan memberi tekanan pada pembuluh darah, sehingga menyebabkan pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena pada bagian kaki.

Dalam banyak kasus, varises yang dialami oleh orang-orang dengan kelebihan berat badan cenderung lebih sulit dihilangkan karena sudah melebar dan menjadi lebih meradang. Maka dari itu, sebelum terlambat, berusalah untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

Selain rajin olahraga, menjaga berat badan juga bisa dilakukan dengan cara memerhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Makanan seperti lemak trans, gula, kafein, alkohol dan makanan olahan dapat menyebabkan kerusakan arteri. Makanan ini biasanya juga tinggi garam. Jadi, hindari mengonsumsi makanan yang kebanyakan mengandung gula, garam, maupun lemak jenuh.

Sebaliknya, pastikan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari mengandung gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, serat, dan lemak baik. Jangan lupa, penuhi juga asupan vitamin serta mineral dari sayur dan buah-buahan.

3. Pakai minyak esensial

mengobati infeksi saluran kencing

Sejumlah minyak esensial dapat membantu melancarkan aliran darah, meredakan peradangan, dan hormon yang tidak seimbang. Minyak esensial yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah varises adalah minyak esensial cypress. Minyak ini diperoleh dari sejenis pohon cemara dengan nama ilmiah cupressus sempervirens.

Minyak esensial ini juga dipercaya memiliki kemampuan untuk meningkatkan sirkulasi dan memperlancar sistem peredaran darah. Anda bisa mencoba melakukan pijatan dengan lima tetes minyak esensial cypress di area varises Anda dua kali sehari selama beberapa minggu. Lakukan pijatan dari ujung kaki mengarah ke atas.

Jika Anda mengalami sakit pada otot, pembengkakan dan kulit lecet, Anda bisa mencoba minyak esensial yang berbahan peppermint, tea tree, dan minyak lavender karena dapat meredakan rasa sakitnya.

Cara menghilangkan varises di dokter

Jika pembengkakan di pembuluh vena terlanjur besar dan menyebar, varises di kaki atau di bagian tubuh Anda mungkin tak akan hilang hanya dengan cara-cara yang sudah disebutkan di atas. Anda membutuhkan prosedur dari dokter untuk menghilangkan varises di kaki.

Namun, sebelum menentukan prosedur apa yang akan Anda lakukan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Selain memeriksa riwayat kesehatan Anda, dokter mungkin akan meminta Anda berdiri dan memeriksa seberapa parah pembengkakan pembuluh darah yang ada di kaki Anda. Jangan sungkan untuk menyampaikan keluhan pada dokter terkait seberapa parah rasa sakit yang Anda rasakan di bagian kaki yang memiliki varises.

Jika diperlukan, tes ultrasonografi (USG) mungkin akan dilakukukan untuk melihat apakah katup di pembuluh dara berfungsi normal atau tidak. Tes ini juga bisa dilakukan utuk melihat seberapa besar gumpalan darah terbentuk. Setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan, barulah ia bisa menentukan prosedur apa yang sesuai dengan kondisi Anda.

Berikut ini berbagai cara yang ditawarkan dokter untuk menghilangkan varises Anda.

1. Laser

menghilangkan bulu

Perawatan laser dapat membantu menghilangkan varises yang berukuran kecil atau pembuluh darah laba-laba (spider veins). Dokter atau tenaga medis profesional akan mengarahkan sinar laser ke bagian tubuh yang terdapat varises. Pancaran sinar yang kuat akan membuat pembuluh darah perlahan-lahan memudar dan menghilang.

Jika Anda takut dengan jarum suntik, prosedur ini adalah pilihan terbaik. Pasalnya, prosedur laser tidak membutuhkan sayatan maupun jarum sama sekali. Meski begitu, prosedur ini tetap memiliki efek samping yang perlu diwaspadai.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat di antaranya kerusakan pembuluh darah, pembekuan darah, hematoma, infeksi, kulit terbakar, dan cedera saraf. Tanyakan lebih lanjut pada dokter bedah Anda mengenai kemungkinan efek samping tersebut.

2. Skleroterapi

cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Skleroterapi adalah prosedur medis untuk menghilangkan varises dengan cara menyuntikkan bahan kimia bernama sklerosant ke dalam pembuluh darah kaki. Bahan kimia tersebut efektif untuk membantu menyempitkan pembuluh darah dan memudarkan varises yang tampak di permukaan kulit.  Tak hanya itu, skleroterapi juga bisa menjadi solusi tepat bagi Anda yang ingin mengobati pembuluh darah laba-laba (spider veins).

Dalam kurun waktu beberapa minggu, pembuluh darah yang menggumpal di kaki atau bagian tubuh lainnya idealnya akan memudar. Sayangnya, Anda perlu melakukan prosedur ini berulang kali supaya hasilnya lebih maksimal.

Selain itu, waspadai juga efek samping yang mungkin terjadi dari prosedur ini. Ya, sama dengan berbagai prosedur medis lainnya, skleroterapi untuk menghilangkan varises juga memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi di antaranya bengkak dan memar di area yang disuntik. Dalam kasus yang serius, embekuan darah juga bisa saja terjadi.

3. Kateter dengan energi laser

Kateter

Jika varises yang Anda miliki sudah terlanjur membesar, kateter dengan energi laser bisa jadi solusi terbaik. Secara umum, kateter dengan energi laser sebenarnya serupa dengan metode laser sebelumnya.

Bedanya, pada prosedur ini, dokter mungkin akan melibatkan sayatan kecil di bagian kaki Anda terlebih dahulu untuk untuk memasukkan tabung tipis ke dalam pembuluh vena yang membesar. Setelah berhasil masuk, ujung kateter akan dipanaskan dengan menggunakan gelombang radio atau energi laser.

Nah, ketika kateter ditarik ke luar, energi panas yang dihasilkan dapat menghancurkan pembuluh vena yang membesar dan mengecilkannya.

4. Phlebectomy

Phlebectomy adalah prosedur untuk menghilangkan varises melalui sayatan kecil. Prosedur ini efektif untuk menghilangkan varises kecil yang letaknya di permukaan kulit tanpa rasa sakit.

Meski melibatkan sayatan, prosedur ini jarang menyebabkan kemunculan jaringan parut. Guna mengurangi rasa sakit, dokter mungkin akan memberikan bius lokal di area yang bermasalah.

Mengutip dalam laman Everyday Health, seorang dokter bedah vaskular sekaligus direktur Stony Brook Vein Center di Stony Brook Medicine, New York, Antonios Gasparis, MD, mengungkap bahwa phlebectomy dapat menghilangkan varises secara permanen. Anda bahkan hanya memerlukan rawat jalan alias boleh langsung pulang setelah flebektomi selesai dilakukan.

5. Endoskopi vena

cara pemasangan kateter

Sudah melakukan berbagai cara di atas, tapi varises juga tak kunjung hilang? Jangan patah semangat! Pasalnya, ada satu prosedur medis lainnya yang bisa Anda lakukan, yaitu endoskopi vena.

Prosedur ini umumnya menjadi pilihan terakhir apabila berbagai prosedur medis yang sudah dilakukan di atas tidak juga membuahkan hasil. Endoskopi vena dilakukan pada kasus varises yang parah hingga menyebabkan luka (ulkus) pada tungkai kaki.

Dokter akan membuat sayatan kecil di bagian yang terken avarises. Setelah itu, dokter akan memasukkan tabung kecil khusus yang disertai dengan kamera di bagian ujungnya. Lewat layar monitor, dokter akan mengangkat dan menutup pembuluh vena yang terkena varises.

Meski prosesnya terdengar menyeramkan, Anda dapat beraktivitas seperti biasanya setelah beberapa minggu ke depan.

6. Pengelupasan vena dan ligasi

Pengelupasan vena dan ligasi biasanya dilakukan hanya untuk kasus varises yang parah. Pembuluh vena yang terkena varises akan diikat sebelum mulai menjalar ke pembuluh vena lainnya yang lebih dalam. Jika tak bisa diikat, dokter mungkin akan mengeluarkan vena melalui sayatan kecil di kulit Anda.

Dokter mungkin akan memberikan bius total supaya Anda dapat tertidur selama prosedur berlangsung. Waktu pemulihan prosedur ini berkisar dari 1-4 minggu.

Cara mudah mencegah varises

stocking untuk varises

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terbentuknya varises:

  • Hindari berdiri atau duduk dalam waktu lama.
  • Lakukan aktivitas fisik karena hal tersebut dapat membantu memperlancar sirkulasi darah.
  • Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, cobalah menurunkan berat badan.
  • Hindari mengenakan pakaian ketat, terutama yang ketat di bagian pinggang, pangkal paha, dan kaki. Pakaian ketat bisa membuat varises bertambah buruk.
  • Pakai stoking kompresi untuk membantu menciptakan sirkulasi darah yang lancar.
  • Hindari memakai sepatu hak tinggi untuk waktu lama.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 26, 2016 | Terakhir Diedit: April 2, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca