8 Metode Bantuan untuk Berhenti Merokok

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/08/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda merasa sulit berhenti merokok hanya dengan niat saja, mungkin beberapa metode di bawah ini dapat membantu, meskipun beberapa di antara juga terbukti tidak terlalu efektif. Namun, tidak ada salahnya mencoba.

1. Hipnotis

Metode hipnotis sangat bervariasi sehingga sulit untuk dipelajari sebagai metode untuk berhenti merokok. Belum ada penelitian yang mendukung keberhasilan metode ini. Namun, cukup banyak orang mengaku bahwa hipnotis membantu mereka berhenti. Jika Anda ingin mencoba, tanyakan pada dokter untuk merekomendasikan terapis hipnoterapi yang berlisensi.

2. Akupuntur

Metode ini telah lama digunakan untuk menghentikan kebiasaan merokok, dan dalam dunia akupuntur sendiri memang dikenal ada beberapa titik khusus yang bisa ditargetkan untuk menghilangkan keinginan merokok. Akupuntur untuk menghentikan kebiasaan merokok biasanya dilakukan pada bagian telinga tertentu.

3. Terapi magnet

Terapi magnet untuk menghentikan kebiasaan merokok meliputi 2 magnet kecil yang ditempatkan pada lokasi tertentu, berseberangan pada masing-masing telinga. Belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa terapi magnet adalah metode yang efektif dalam membantu perokok berhenti. Banyak perusahaan online yang menjual magnet ini dan menyebutkan angka sukses. Namun tidak ditemukan data klinis yang mempertanggungjawabkan data tersebut.

4. Terapi laser level rendah

Terapi cold laser ini terkait dengan akupunktur. Pada metode ini, cold laser digunakan sebagai pengganti jarum untuk akupunktur. Perawatan ditujukan untuk menenangkan perokok dan melepas endorfin, menirukan efek nikotin pada otak dan menyeimbangkan tenaga tubuh untuk melepaskan ketergantungan. Meski belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan metode ini membantu menghentikan kebiasaan merokok, banyak klinik terapi laser mengklaim bahwa metode ini efektif.

5. Filter

Filter yang mengurangi tar dan nikotin pada rokok sering kali tidak membantu. Faktanya, studi membuktikan bahwa perokok yang menggunakan filter cenderung merokok lebih banyak.

6. Obat-obatan pencegah merokok

Metode lain telah digunakan untuk membantu menghentikan kebiasaan merokok, seperti produk yang mengubah rasa tembakau, diet yang membatasi keinginan akan nikotin, dan kombinasi vitamin. Pada saat ini, sedikit ditemukan bukti ilmiah yang membuktikan hal-hal tersebut ampuh.

7. Suplemen herbal

Hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung penggunaan suplemen herbal sebagai metode berhenti merokok. Karena ditujukan sebagai tambahan makanan (bukan obat), suplemen tidak diatur secara ketat. Hal ini berarti perusahaan tidak perlu membuktikan keampuhan atau keamanan obat ini.

Pastikan Anda memeriksa label yang menyatakan bahwa produk dapat membantu menghentikan kebiasaan merokok.

8. Latihan pikiran dan tubuh

Beberapa penelitian telah mempelajari program seperti yoga dan meditasi untuk membantu penghentian kebiasaan merokok. Hasil tidak seluruhnya mendukung metode ini, namun beberapa respondek mengaku berhasil menurunkan keinginan merokok. Metode proses kognitif juga sedang dipelajari.

Para ahli mempelajari 15 studi tentang olahraga dan menemukan bahwa olahraga ringan hingga menengah membantu mengurangi keinginan merokok. Satu penelitian menunjukkan bahwa orang yang secara aktif mengikuti program latihan rutin lebih mudah untuk berhenti merokok. Namun masih diperlukan riset yang lebih luas untuk meneliti tentang hal ini.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    11 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

    Selain kanker paru, ada banyak penyakit yang mengintai perokok aktif. Segera cari cara berhenti merokok yang paling pas agar tak menyesal di kemudian hari.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Berhenti Merokok, Hidup Sehat 04/12/2019 . Waktu baca 12 menit

    Sakit Kepala Setelah Merokok? Ternyata Ini Penyebabnya!

    Sakit kepala ternyata bisa terjadi setelah merokok. Sakit kepala ini bisa berbentuk migrain atau sakit kepala lainnya. Tapi, tahukah Anda apa penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 22/09/2019 . Waktu baca 4 menit

    Setelah Berhenti Merokok, Kenapa Napas Jadi Terasa Sesak?

    Berhenti merokok bisa menimbulkan efek samping, seperti sesak napas. Kok bisa sesak napas saat berhentu merokok? Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Berhenti Merokok, Hidup Sehat 21/09/2019 . Waktu baca 4 menit

    Sutopo Meninggal Akibat Kanker Paru, Ini Daftar Gejala Awal Sampai Menyebar

    Kepala Humas BNPB, Sutopo, meninggal dunia pada Minggu (7/7), di Guangzhou, China akibat kanker paru. Kenali gejala awal sampai penyebarannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kanker Paru, Health Centers 07/07/2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    social smoker

    Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit
    rokok kretek

    Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 25/01/2020 . Waktu baca 12 menit
    cara membersihkan paru-paru perokok

    5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 24/01/2020 . Waktu baca 5 menit