Berbagai Hal yang Menyebabkan Anda Bersin-bersin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bersin adalah cara tubuh untuk menghilangkan iritasi dari hidung atau tenggorokan. Gejala ini juga dapat disebut sebagai proses pengusiran bakteri ke udara secara paksa dan kuat. Bersin memiliki kecepatan sekitar 160 km/jam dan dapat mengeluarkan 100.000 bakteri dalam sekali hentakan. Hal ini sering terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan. Nama lain dari bersin adalah sternutasi. Meskipun gejala ini sangat mengganggu, namun bersin bukanlah gejala dari masalah kesehatan yang serius.

Apa saja yang menyebabkan bersin?

Salah satu fungsi hidung Anda adalah untuk membersihkan udara yang Anda hirup, dan memastikan bahwa tubuh Anda terbebas dari kotoran dan partikel bakteri. Dalam banyak kasus, hidung menjebak kotoran dan bakteri pada lendir. Perut Anda kemudian mencerna lendir untuk menetralkan setiap penyerbu yang berpotensi membahayakan.

Terkadang, kotoran dan puing-puing dapat masuk ke dalam hidung dan mengiritasi selaput lendir yang sensitif dalam hidung dan tenggorokan. Ketika membran ini sudah tidak tahan lagi, maka terjadilah bersin. Gejala ini dapat dipicu oleh alergen, yaitu virus seperti pilek dan flu, atau oleh iritasi hidung akibat inhalasi kortikosteroid melalui semprotan hidung atau pelepasan obat.

1. Alergi

Alergi adalah kondisi sangat umum yang disebabkan oleh respon tubuh Anda terhadap organisme asing. Dalam keadaan normal, sistem kekebalan tubuh melindungi Anda dari faktor-faktor asing yang berbahaya, seperti bakteri penyebab penyakit. Jika Anda memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh Anda mengidentifikasi organisme berbahaya yang berpotensi sebagai ancaman. Alergi dapat menyebabkan Anda bersin ketika tubuh Anda mencoba untuk mengusir organisme ini.

2. Infeksi

Bersin mungkin berasal dari gejala infeksi saluran pernapasan atas. Hal ini biasanya mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Anda juga bisa menjadi korban infeksi virus yang menyebabkan rhinitis menular, dan ini biasanya terjadi karena rhinovirus dan adenovirus. Rhinitis juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri, namun biasnya bersin dalam konteks ini berkaitan dengan sinusitis. Infeksi jamur jarang terjadi, tapi bukan berarti tidak mungkin, dan ini dapat menyebabkan rhinitis dan bersin konstan. Infeksi ini lebih sering terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

3. Iritan

Iritan yang sistemik, yang berada di udara, dan yang tertelan dapat menyebabkan bersin konstan jika Anda tidak melakukan apapun untuk meminimalisir paparan terhadap iritan. Beberapa pemicu yang paling umum adalah debu organik dan anorganik, pencemaran lingkungan, makanan pedas, parfum, asap rokok, cuaca kering, stres, dan perubahan hormonal.

4. Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan rhinitis dan menyebabkan gejala konstan. Beberapa penyebabnya termasuk steroid anti-inflamasi, dekongestan nasal, beta-blocker, antidepresan, obat penenang, obat untuk mengobati disfungsi ereksi, dan kontrasepsi oral (pil KB).

5. Olahraga

Olahraga dapat menyebabkan Anda bersin. Anda akan mengalami hiperventilasi ketika Anda mengerahkan tenaga secara berlebihan, dan hasilnya adalah mulut dan hidung mulai mengering. Jadi, ketika hidung bereaksi dengan mengeluarkan cairan, maka Anda akan mulai bersin.

6. Sinar matahari

Sinar matahari yang terik dapat membuat 1 dari 3 orang menjadi bersin. Ini biasanya terjadi akibat sensitivitas pada cahaya. Dan pada kenyataannya, sensitivitas cahaya merupakan hal yang diturunkan.

7. Penyebab lainnya

Anda mungkin juga pernah mengalami bersin dan gejala alergi lain akibat beberapa penyebab selain yang disebutkan di atas, seperti:

  • Polip hidung
  • Kondisi neurologis
  • Paparan klorin pada air kolam renang
  • Tembakau hirup
  • Kokain hirup

Mitos seputar bersin

Ada beberapa mitos yang salah seputar bersin, dan anehnya banyak orang yang masih mempercayainya hingga sekarang. Sebagai contohnya, ini tidak benar bahwa jantung Anda berhenti ketika bersin. Kontraksi dada akibat gejala ini menyebabkan aliran darah mengerut, sehingga irama jantung Anda akan berubah, tetapi bukan berarti jantung berhenti.

Bola mata Anda juga tidak akan dapat keluar dari kepala jika Anda bersin dengan mata terbuka. Kebanyakan orang secara alami menutup mata mereka, tetapi jika mereka tetap mempertahankan mata tetap terbuka, maka mata akan tetap berada di posisi yang sama. Meskipun tekanan darah di belakang mata akan meningkat ketika bersin, namun hal itu tidak cukup untuk membuat mata meloncat keluar.  

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

    Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

    Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

    Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

    Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    psoriasis

    Psoriasis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    alergi obat antibiotik

    Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
    Alergi Sperma

    Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit