Benarkah Suplemen Kalsium Bisa Menyebabkan Demensia?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020
Bagikan sekarang

Kalsium yang dibutuhkan dalam satu hari untuk kebutuhan orang dewasa adalah sebesar 1000 hingga 1200 mg. Kebutuhan kalsium tersebut agak susah untuk didapatkan jika hanya mengandalkan mengonsumsi makanan sumber kalsium, oleh karena itu muncul anjuran mengonsumsi suplementasi kalsium untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun tahukah Anda bahwa mengonsumsi suplemen kalsium dapat menyebabkan demensia?

Apa itu demensia?

Demensia adalah gejala penurunan fungsi fisiologis yaitu berupa penurunan berpikir, menghitung, mengambil keputusan, pemahaman, dan mengingat. Gejala ini biasanya terjadi pada orang tua dan semakin meningkat risikonya seiring dengan pertambahan usia. Berdasarkan data WHO pada April 2016, di dunia setidaknya terdapat 47,5 juta jiwa yang mengalami demensia dan terdapat 7,7 kasus baru per tahunnya. Demensia adalah penyebab utama yang menyebabkan kecacatan dan kemunduran fungsional tubuh pada lansia di dunia.

Demensia terjadi diakibatkan oleh rusak atau kematian pada sel otak. Tentu saja proses penuaan yang alami tidak menyebabkan demensia begitu saja. Demensia terjadi oleh berbagai penyebab, salah satunya adalah terjadi karena penyumbatan pembuluh darah di otak, sehingga otak tidak mendapatkan makanan dengan baik dan akhirnya menurunkan fungsional tubuh. Demensia yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak disebut juga dengan demensia vaskular. Dari seluruh kasus demensia, setidaknya 20% kejadian demensia terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah di otak. Selain itu, penyakit stroke dan arterosklerosis juga merupakan faktor risiko dari demensia pada lansia.

Penelitian tentang suplemen kalsium dan demensia

Penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 5 tahun ini, melibatkan sebanyak 700 wanita yang berusia 70 hingga 92 tahun. Pada awal dan akhir penelitian, dilakukan pemeriksaan CT scan pada otak dan memeriksa fungsi kognitif mereka. Kemudian dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa wanita yang mengonsumsi suplementasi kalsium, dua kali lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan dengan wanita yang tidak mengonsumsi suplemen kalisum. Bahkan kelompok wanita yang memiliki riwayat penyakit stroke, memiliki risiko terkena demensia lebih tinggi jika mengonsumsi suplementasi kalsium. Setidaknya kelompok tersebut berisiko tujuh kali lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan dengan kelompok dengan riawayat stroke namun tidak mengonsumsi kalsium.

Penelitian lain yang meneliti hubungan suplementasi kalsium dengan kejadian demensia dan kesehatan pembuluh darah adalah penelitian yang dilakukan oleh Women’s Health Initiative Calcium/Vitamin D study, yang melakukan penelitian selama 7 tahun. Dari penelitian tersebut menyatakan bahwa penggunaan suplementasi kalsium dan vitamin D ternyata dapat meningkatkan risiko wanita terkena berbagai penyakit jantung dan demensia ketika lansia.

Mengapa kalsium bisa menyebabkan demensia?

Kalsium merupakan salah satu zat gizi mikro yang perannya sangat penting pada otak karena berfungsi sebagai pengubung dan penghantar sinyal yang diantarkan ke otak, menjaga kekenyalan otak, dan mengatur berbagai metabolisme pada tubuh. Walaupun penelitian dan bukti ilmiah yang ada sekarang ini masih cukup sedikit untuk membuktikan bahwa suplementasi kalsium dapat menyebabkan demensia, namun beberapa penelitian yang sudah dilakukan menyimpulkan bahwa konsumsi suplemen kalsium yang sering dapat berpengaruh pada penumpukan ‘plak’ pada pembuluh darah, dan jika hal ini terjadi pada otak, maka dengan mudah memicu terjadinya stroke dan demensia.

Kalsium sebenarnya memegang peran penting dalam proses pertumbuhan dan kematian sel pada tubuh. Dalam penelitian tersebut, diperkirakan kalsium yang didapatkan dari suplemen dapat meningkatkan kadar kalsium dalam sel secara cepat dan dapat menyebabkan sel-sel tersebut mati. Oleh karena itu, peningkatan kalsium tersebut bisa meningkatkan kematian dan kerusakan sel pada otak yang kemudian menyebabkan demensia. Selain itu, tingginya kalsium dalam darah juga dikaitkan dengan penyempitan dan pengendapan yang terjadi pada pembuluh darah. Ketika penyempitan pembuluh darah tersebut terjadi, kemudian otak tidak mendapatkan asupan, maka lama kelamaan jaringan sel yang ada di otak menjadi rusak dan mati, lalu terjadilah demensia.

Kalsium dari makanan berbeda dengan kalsium dari suplemen

Pada penelitian tersebut juga mengatakan bahwa efek konsumsi kalsium yang berasal dari suplemen berbeda dengan konsumsi kalsium dari bahan makanan. Konsumsi suplemen kalsium memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadi kerusakan dan kematian pada sel. Namun, memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan apakah suplementasi kalsium dapat menyebabkan demensia pada wanita.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

    Kebutuhan vitamin dan mineral harian terus perlu dipenuhi. Apa saja kebutuhan nutrisi pada lansia dan bagaimana cara memenuhinya? Berikut ulasannya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Nutrisi, Hidup Sehat 22/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    warna rambut

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020