Ketika Anda ingin membeli minyak zaitun, Anda akan umumnya disambut dengan dua pilihan — minyak zaitun dan extra virgin olive oil. Keduanya masih sama-sama konsentrat lemak sehat hasil perasan buah zaitun. Yang berbeda hanyalah proses pengolahannya. Berikut penjelasan perbedaan antara minyak zaitun murni dan extra virgin olive oil. Mana yang lebih sehat?

Kandungan nutrisi minyak zaitun

Dalam 100 mililiter minyak zaitun terkandung total 884 kalori (44% AKG harian) dan total lemak 100 gram, yang dapat mencukupi 153% kebutuhan lemak harian tubuh. Namun sebagian besar kandungan lemak ini merupakan asam lemak tak jenuh tungggal, yang merupakan lemak baik. Minyak zaitun juga merupakan sumber antioksidan polifenol yang baik.

Minyak zaitun diperkaya oleh omega-3 dan omega-6, 15 mg vitamin E yang mencukupi 72% kebutuhan harian tubuh, serta 61 mg vitamin K yang mampu mencukupi 75 persen kebutuhan harian tubuh. Minyak zaitun sama sekali tidak mengandung kolesterol, karbohidrat, dan lemak.

Apa bedanya minyak zaitun biasa dengan extra virgin olive oil?

Label nama yang berbeda antara minyak zaitun biasa dengan extra virgin olive oil mengacu pada perbedaan proses pembuatannya. Secara garis besar begini cara pembuatan minyak zaitun: buah zaitun yang telah dipanen sebelumnya akan dicuci bersih dan kemudian akan dihancurkan untuk menghasilkan pasta buah halus. Setelah sari buah dan airnya dipisah dalam proses yang disebut masterasi, maka minyak zaitunlah produk akhirnya.

Minyak zaitun biasa (minyak refinasi) adalah hasil dari runutan proses di atas. Suhu panas dan bahan-bahan kimia dipakai dalam prosesnya untuk memproduksi minyak zaitun ini agar memperpanjang umur simpan di toko. Karena melewati begitu banyak tahapan pengolahan, minyak zaitun murni memiliki warna pucat bening, rasa yang lebih netral/tawar, dan minim kadar asam oleatnya — hanya 3-4%. Jenis minyak zaitun ini berkualitas rendah dan lebih cocok digunakan sebagai pengganti minyak sayur untuk menggoreng.

Perbedaan extra virgin olive oil (gambar kiri) dan minyak zaitun biasa (gambar kanan). sumber: thektchn.com

Sementara itu, extra-virgin olive oil merupakan jenis minyak zaitun berkualitas paling tinggi dan memiliki citarasa terbaik. Pasalnya minyak zaitun jenis ini melewati sangat sedikit berbagai proses pengolahan pabrikan yang rumit — bahkan mungkin tidak sama sekali. Extra virgin olive oil dihasilkan dari proses cold pressing satu kali ekstraksi buah zaitun. Berbanding terbalik dari proses pembuatan minyak zaitun biasa yang mengandalkan panas, cold pressing bergantung hanya pada gaya tekanan. Proses ini tidak melibatkan panas dan bahan-bahan kimia. Oleh karena itu, kualitas minyaknya lebih murni, berkelas tinggi, dan mengandung antioksidan paling banyak dibandingkan minyak zaitun jenis lainnya.

Minyak zaitun extra virgin yang baik seharusnya memiliki aroma buah zaitun segar, citarasa yang sedikit pahit, dan meninggalkan aftertaste pedas lada setelah dicicip. Warnanya pun akan tampak persis hijau zaitun, yang lebih pekat daripada minyak zaitun biasa. Extra virgin olive oil paling cocok digunakan sebagai dressing salad, minyak tumisan, dan “selai” roti, di mana rasa zaitun asli yang kuat bisa lebih keluar untuk dinikmati.

Lebih sehat mana: minyak zaitun extra-virgin atau minyak zaitun biasa?

Apabila Anda dihadapkan pilihan antara minyak zaitun extra-virgin dan minyak zaitun murni, pilihlah minyak zaitun extra-virgin.

Extra-virgin olive oil memiliki kandungan bahan kimia dan radikal bebas yang lebih rendah daripada minyak zaitun biasa. Minyak ini juga mengandung antioksidan yang lebih tinggi dan masih memiliki vitamin K dan E komplit, yang biasanya akan terbuang pada proses pemanasan minyak zaitun murni. Selain itu, kandungan lemak baik yang sehat untuk tubuh lebih banyak ditemukan dalam extra virgin olive oil.

Yang jadi kekurangan dari minyak zaitun extra-virgin ini adalah Anda tidak dapat menggunakannya untuk menggoreng dalam suhu tinggi, karena minyak extra-virgin memiliki titik didih yang lebih rendah daripada minyak zaitun biasa sehingga lebih mudah terbakar dan berasap.

Tapi usahakan agar selalu menghindari minyak olahan. Bagaimanapun juga, tetap lebih baik menggunakan minyak zaitun extra-virgin karena mengandung jenis lemak yang baik bagi tubuh sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu mengontrol kadar gula darah Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca