Temu ireng, tanaman yang tumbuh subur di hutan tropis, telah lama digunakan sebagai obat tradisional di Asia, termasuk Indonesia. Ini karena kandungan fitokimianya yang bersifat antioksidan. Artikel ini akan membahas manfaat kesehatan temu ireng berdasarkan temuan dari beberapa penelitian.
Temu ireng yang memiliki nama ilmiah Curcuma aeruginosa ini memiliki rasa yang pahit dan bentuk yang mirip dengan jahe.
Biasanya, temu ireng digunakan sebagai bahan ramuan obat alami alias jamu yang diminum untuk mengobati cacingan, infeksi kulit, peradangan, hingga menjaga imun tubuh.
Selain sebagai obat, tanaman temu ireng ini sering kali digunakan sebagai penambah rasa untuk makanan.
Khasiat temu ireng berasal dari kandungan senyawa fitokimianya, yaitu:
- flavonoid,
- phenylpropanoid,
- terpenoid,
- alkaloid,
- tanin, dan
- kurkumin.
Tanaman herbal ini juga mengandung zat gizi penting lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh, seperti serat, karbohidrat, protein, dan lemak.
Terdapat berbagai manfaat temu ireng untuk kesehatan tubuh, di antaranya sebagai berikut.
1. Menghambat pertumbuhan rambut ketiak

Salah satu manfaat tanaman temu ireng adalah untuk membantu menghambat pertumbuhan rambut pada ketiak.
Studi dalam jurnal Phytomedicine melakukan penelitian mengenai khasiat tanaman temu ireng untuk menghambat pertumbuhan rambut ketiak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minyak atsiri dari temu ireng membantu memperlambat pertumbuhan rambut pada ketiak di minggu ke 5 hingga minggu ke 11.
Selain itu, tanaman herbal ini juga mampu mencerahkan kulit ketiak dalam waktu 3 minggu dan bertahan selama 2 minggu setelah perawatan berhenti.
2. Mencegah infeksi kulit
Manfaat lainnya dari tanaman temu ireng adalah untuk membantu mencegah infeksi kulit.
Salah satu bakteri yang bisa menyebabkan masalah pada kulit adalah Streptococcus aureus. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan bisul, selulitis, atau impetigo, sehingga menimbulkan kemerahan, bengkak, dan nyeri pada kulit
Nah, tanaman temu ireng diketahui dalam penelitian memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu membunuh bakteri Streptococcus aureus dalam tubuh.
Selain itu, tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi yang mampu meredakan peradangan pada kulit.
3. Menjaga sistem imun tubuh
Sistem imun bekerja membangun pertahanan tubuh untuk melawan infeksi virus maupun bakteri penyebab penyakit.
Jika kinerja sistem imun menurun, tubuh akan rentan terkena penyakit.
Temu ireng dapat digunakan sebagai herbal untuk menjaga daya tahan tubuh karena kandungan antioksidan yang tinggi.
Kandungan antioksidan ini dapat membantu menangkal radikal bebas yang bisa menurunkan kekebalan tubuh. Alhasil, sistem imun tubuh pun tetap terjaga.
Manfaat temu ireng selanjutnya adalah sebagai obat herbal untuk diabetes. Hal ini karena tanaman herbal ini diketahui mampu mengontrol kadar gula darah.
Penderita diabetes tipe 2 umumnya kesulitan untuk mengontrol gula darah karena terjadi gangguan pada hormon insulin yang bertugas menyerap glukosa.
Kandungan senyawa kurkumin di dalam tanaman herbal ini diketahui mampu meningkatkan sensitivitas insulin di dalam tubuh.
Sensitivitas insulin yang tinggi memungkinkan sel tubuh untuk menyerap glukosa dan menggunakannya sebagai energi, sehingga kadar glukosa dalam darah stabil.
Rematik atau disebut juga rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan persendian.
Kondisi ini mengakibatkan terjadinya peradangan kronis pada sendi dan membuat penderitanya merasakan nyeri, bengkak, dan kaku pada persendian,
Nah, tanaman temu ireng membantu mengobati radang sendi karena kandungan kurkumin di dalamnya.
Kurkumin memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu untuk mengurangi peradangan pada penderita radang sendi.
Tanaman temu ireng juga dapat membantu mengurangi nyeri persendian pada penderita rematik. Hal ini karena tanaman herbal ini memiliki sifat antinosiseptif yang bekerja dengan menurunkan rangsangan nyeri pada tubuh.