home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Temu Ireng, Herbal Berkhasiat yang Bisa Atasi Kebotakan

Temu Ireng, Herbal Berkhasiat yang Bisa Atasi Kebotakan

Temu ireng adalah tanaman herbal yang punya nama latin curcuma aeruginosis. Temu ireng dan temulawak sebetulnya masih satu spesies, dan sama-sama sering diberikan pada anak kecil yang susah makan. Tidak heran tanaman ini sering disebut sebagai jamu penambah nafsu makan alias “jamuk cekok”. Namun, apa lagi khasiat sebenarnya dari temu ireng?

Temu ireng sering digunakan sebagai jamu di Indonesia

Temu ireng merupakan salah satu jenis tanaman Zingiberaceae yang telah dikenal masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Biasanya manfaat temu ireng digunakan sebagai bahan ramuan obat alami. Contohnya untuk mengobati batuk, asma, kudis, cacing, malaria, serta sebagai obat penambah nafsu makan.

Namun sayang, belum ada penelitian valid yang bisa membuktikan bahwa manfaat temu ireng benar-benar bisa mengobati berbagai macam penyakit seperti yang telah disebutkan di atas.

Manfaat temu ireng untuk mengatasi kebotakan

Penelitian di Naresuan University, Thailand, menemukan potensi manfaat temu ireng untuk mengatasi kebotakan pada pria. Penelitian ini menguji 87 pria yang mengalami kebotakan atau androgenetic alopecia (AGA).

Para pria tersebut secara acak secara acak menerima perbandingan obat antara monixidil (obat penumbuh rambut) serta ekstrak temu ireng dan dibandingkan dengan plasebo. Penelitian ini menguji pemakaian obat-obat tersebut selama 2 kali selama 6 bulan. Obat di oleskan ke kulit kepala seperti keramas.

Kemanjuran obat dinilai berdasarkan seberapa banyak pertumbuhan rambut di area kebotakan yang menjadi target dan penilaian subyektif pasien tentang pertumbuhan rambutnya.

Hasilnya didapat bahwa manfaat ekstrak temu ireng dan monoxidil dapat mengurangi kebotakan dan merangsang pertumbuhan rambut baru. Penggunaan temu ireng dan monoxidil juga aman dan terbukti tidak menimbulkan efek samping apa-apa pada rambut serta kulit kepala.

Perhatikan hal ini sebelum pakai herbal untuk pengobatan

Untuk mendapatkan manfaat temu ireng, biasanya tanaman ini hanya digunakan sedikit saja sebab rasanya sangat pahit. Bila ingin dikonsumsi, sebaiknya dicampur dengan bahan-bahan lain yang bisa menetralisir rasa pahit dari temu ireng.

Selain itu, manfaat temu ireng belum banyak terbukti secara medis untuk pemakaian obat dalam. Ada baiknya sebelum menggunakan tanaman herbal apa pun, konsultasikan lebih dulu ke dokter. Obat herbal tidak bisa menggantikan pengobatan medis di dokter.

Tanaman obat hanya sebatas berfungsi sebagai terapi penunjang (promotif) dan pencegahan (preventif), bukan untuk menyembuhkan penyakit. Jika ingin menggunakan obat herbal jenis apapun, baiknya konsultasikan ke dokter. Nantinya dokter bisa mempertimbangkan dosis herbal serta cara pakai yang aman sesuai dengan kondisi Anda

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Pumthong, G., Asawanonda, P., Varothai, S., Jariyasethavong, V., Triwongwaranat, D., Suthipinittharm, P., . . . Waranuch, N. (2011). Curcuma aeruginosa, a novel botanically derived 5α-reductase inhibitor in the treatment of male-pattern baldness: A multicenter, randomized, double-blind, placebo-controlled study. Journal of Dermatological Treatment, 23(5), 385-392. doi:10.3109/09546634.2011.568470

Encapsulated curcuma aeuginosa http://garuda.ristekdikti.go.id/documents/detail/775203 diakses pada 15 Mei 2019.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 21/05/2019
x