home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Jahe Merah, Royal Jelly, dan Ginseng yang Banyak Dicari Saat Pandemi

Manfaat Jahe Merah, Royal Jelly, dan Ginseng yang Banyak Dicari Saat Pandemi

Di tengah pandemi, tak sedikit orang mulai beralih mengonsumsi herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tingginya minat masyarakat untuk mengonsumsi herbal seperti jamu juga disebabkan karena adanya imbauan dari Kementerian Kesehatan bahwa jamu bisa jadi upaya preventif dari penularan berbagai penyakit di masa pandemi. Oleh sebab itu, beragam manfaat kesehatan bisa didapatkan jika kita rutin mengonsumsinya.

Dari beragam herbal yang ada, ada tiga jenis herbal yang jika dikombinasikan akan lebih optimal manfaat imunitasnya. Ketiga herbal ini meliputi jahe merah, royal jelly dan ginseng. Seberapa efektifkah ketiga herbal tersebut untuk imunitas tubuh? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Jahe merah untuk kesehatan tubuh

Jenis jahe ini memiliki warna merah berkat kandungan antosianin pada kulitnya. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa masalah kesehatan kemungkinan bisa diatasi oleh jahe yang memiliki nama latin Zingiber officinale var rubra itu.

Kandungan dari minyak esensial jahe merah pun terbilang lebih tinggi dibandingkan tipe jahe lainnya, seperti jahe putih besar dan jahe putih kecil.

Melansir penelitian dari Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi, jahe merah memiliki efek:

  • anti-inflamasi (antiradang),
  • anti-oksidan,
  • anti-emetik (antimual),
  • antibakteri, dan
  • antisitoksik (antikanker).

Secara rinci, anti-inflamasi berarti terdapat kandungan dalam herbal ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, efek anti-inflamasi dapat menghambat reaksi alergi sehingga dapat digunakan sebagai terapi pengobatan dan pencegahan alergi.

Sifat anti-oksidatif dari jahe merah pun telah dibuktikan dalam berbagai uji in vitro (penelitian di luar tubuh makhluk hidup) dan vivo (penelitian pada tubuh makhluk hidup). Kandungan anti-oksidan jahe merah dapat melindungi tubuh dari radikal bebas sehingga dapat memperkuat daya tahan tubuh, dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis.

Di samping herbal satu ini berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, jahe merah memiliki efek antimual. Dalam artian, jahe merah dapat menghambat produksi prostaglandin dalam lambung (sekresi lambung).

Studi in vitro dari ekstrak jahe merah juga menunjukkan penekanan pertumbuhan berbagai bakteri penyebab infeksi umum, seperti Staphylococcus aureus dan Listeria monocytogene.

Royal jelly, herbal untuk memperkuat daya tahan tubuh

manfaat royal jelly

Royal jelly (RJ) merupakan salah satu produk herbal yang paling dihargai dan telah lama digunakan dalam bidang obat tradisional, makanan, dan kosmetik di dunia.

Herbal satu ini merupakan produk lebah yang paling banyak diteliti untuk mengungkap efektivitas bioaktivitasnya, seperti antimikroba, anti-oksidan, antipenuaan, dan imunomodulator. Biasanya, RJ digunakan untuk terapi berbagai penyakit, termasuk kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit Alzheimer.

Studi berjudul New Insights into the Biological and Pharmaceutical Properties of Royal Jelly menemukan bahwa RJ mengandung tiga kandungan penting, yaitu protein, peptida, asam lemak, dan fenolik.

Kandungan-kandungan dalam herbal ini bisa menimbulkan efek-efek kesehatan, meliputi:

  • Anti-oksidan: sebagai pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit kronis dan degeneratif
  • Antibakteri: dapat membunuh berbagai jenis bakteri, seperti E. coli, virus herpes 2, dan virus influenza
  • Imunomodulator: herbal ini dapat dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Penyembuh luka: untuk mempercepat proses penyembuhan luka
  • Anti-inflamasi: menurunkan risiko badai sitokin, dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit autoimun

Manfaat kesehatan dari ginseng

Ginseng sudah lama dimanfaatkan sebagai obat herbal dalam pengobatan tradisional. Herbal satu ini juga dikenal sebagai penambah stamina tubuh alami.

Ginseng mampu mempertahankan homeostasis atau kestabilan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit.

Menurut studi pada tahun 2019, kandungan-kandungan tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan, berupa efek:

  • anti-oksidan dari ginseng dapat menekan risiko gangguan hati
  • pelindung kulit, dimana ginseng dapat menstimulasi regenerasi kulit atau penyembuhan luka dengan lebih baik
  • anti-osteoporotik, efek ini menunjukkan bahwa ginseng dapat menurunkan risiko osteoporosis
  • antikanker, dalam artian ginseng terbukti dapat memicu kekebalan tubuh terhadap penyakit kanker

Selain itu, ekstrak ginseng dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat mengurangi berbagai risiko gangguan pernapasan, berupa influenza, demam dan pilek.

Kombinasi tiga herbal untuk daya tahan tubuh

Setelah membaca semua khasiat dari ketiga herbal di atas, Anda tentu ingin segera merasakan manfaatnya bukan? Nah, Anda tidak perlu khawatir karena di zaman modern ini, Anda dapat memilih produk olahan alami dengan kombinasi Jahe Merah, Royal Jelly, dan Ginseng yang tersedia dalam sediaan tablet agar lebih praktis dikonsumsi dan sesuai takarannya.

Selain mendapatkan manfaat untuk daya tahan tubuh yang lebih optimal, kombinasi ketiga herbal di atas juga dapat bantu atasi masuk angin yang disertai gejala sakit kepala, mual dan kembung.

Namun, dalam memilih sediaan herbal yang ada di pasaran, selalu pastikan untuk memilih produk yang sudah mendapatkan izin dari BPOM. Pastikan juga herbal yang Anda pilih diproduksi oleh perusahaan yang berpengalaman untuk menjamin keamanan dan kualitas mutunya.

Ayo, pastikan Anda dan keluarga mengonsumsi herbal kombinasi Jahe Merah, Royal Jelly, dan Ginseng untuk menjaga serta meningkatkan daya tahan tubuh terutama di masa pandemi ini, dan selalu ikuti anjuran pemakaian pada kemasan. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk penggunaan bersamaan dengan obat-obatan resep.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Supu, R., Diantini, A., & Levita, J. (2019). RED GINGER (Zingiber officinale var. rubrum): ITS CHEMICAL CONSTITUENTS, PHARMACOLOGICAL ACTIVITIES AND SAFETY. FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi8(1), 23-29. https://doi.org/10.33751/jf.v8i1.1168

Mashhadi, N., Ghiasvand, R., Askari, G., Hariri, M., Darvishi, L., & Mofid, M. (2013). Anti-Oxidative and Anti-Inflammatory Effects of Ginger in Health and Physical Activity: Review of Current Evidence. International Journal Of Preventive Medicine. Retrieved 22 July 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3665023/.

Ahmad, S., Campos, M., Fratini, F., Altaye, S., & Li, J. (2020). New Insights into the Biological and Pharmaceutical Properties of Royal Jelly. International Journal Of Molecular Sciences21(2), 382. https://doi.org/10.3390/ijms21020382

Riaz, M., Rahman, N., Zia-Ul-Haq, M., Jaffar, H., & Manea, R. (2019). Ginseng: A dietary supplement as immune-modulator in various diseases. Trends In Food Science & Technology83, 12-30. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2018.11.008

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nadhila Erin Diperbarui 27/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto