Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Terapi Air Putih Ampuh untuk Berbagai Penyakit? Ini Penjelasannya

Terapi Air Putih Ampuh untuk Berbagai Penyakit? Ini Penjelasannya

Air berperan penting agar tubuh berfungsi dengan maksimal. Karena baik untuk tubuh, air digunakan untuk menyembuhkan berbagai kondisi, salah satunya terapi air putih.

Sebelum Anda mencoba terapi ini, Anda perlu mengetahui lebih lanjut tentang pembuktian manfaatnya.

Apa itu terapi air putih?

Terapi air putih awalnya berasal dari Jepang. Terapi ini dipercaya oleh orang Jepang sebagai pengobatan alternatif untuk berbagai macam penyakit.

Metode ini dilakukan dengan cara meminum air putih dengan suhu ruang atau hangat saat perut kosong, tepatnya sesaat sesudah bangun tidur.

Ketika menjalani terapi ini, Anda dilarang minum air dingin. Bagi para pengikut terapi ini, air bersuhu rendah mampu membekukan lemak dan minyak di dalam saluran pencernaan.

Jadi, air dingin dipercaya memperlambat sistem pencernaan dan menimbulkan penyakit.

Bagaimana cara melakukan terapi air putih?

Inilah langkah-langkah yang harus Anda lakukan saat menjalani terapi air putih.

  • Minum air sebanyak 4–5 gelas atau setara dengan air 160 ml setelah bangun tidur dan sebelum sikat gigi.
  • Tunggu selama 45 menit, dilarang mengonsumsi apa pun selain air putih.
  • Setelah itu, konsumsi makanan dan minuman lain selama 15 menit saja.
  • Tunggu selama 2 jam sebelum Anda bisa menyantap asupan makanan lainnya.

Cara ini diklaim mengurangi gejala berbagai penyakit jika Anda melakukannya selama beberapa hari berturut-turut.

Apa saja jenis penyakit yang dijanjikan dan berapa lama durasi terapinya?

  • Sembelit: 10 hari.
  • Hipertensi: 30 hari.
  • Diabetes tipe 2: 30 hari.
  • Kanker: 180 hari.

Kegunaan terapi air putih sebagai pengobatan alternatif

Manfaat terapi air putih

Hingga sejauh ini, belum ada penelitian lebih lanjut tentang efektivitas manfaat terapi air putih dari Jepang ini untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Hanya saja, ada beberapa potensi yang menjanjikan saat Anda menjalani terapi ini. Apa saja?

1. Menurunkan berat badan

Akupuntur untuk turunkan berat badan adalah salah satu metode yang cukup terkenal. Namun, terapi air putih ini juga tak kalah pamor dalam menurunkan berat badan.

Mengutip studi terbitan Journal of Epidemiology (2020), minum air putih lebih dari empat gelas (1 liter air) per hari berpotensi menurunkan berat badan pada pria dan wanita yang berisiko memiliki kelebihan berat badan.

Pasalnya, air memberikan sensasi penuh di dalam perut. Hal ini mengurangi keinginan Anda untuk makan sehingga asupan kalori harian Anda tidak melonjak.

Selain itu, temuan yang dimuat dalam North American Journal of Medical Sciences (2014) menyatakan bahwa mengonsumsi air bisa meningkatkan pengeluaran energi pada orang dewasa dan anak-anak dengan berat badan berlebih.

Riset ini menggunakan suhu air dingin, yakni 4 ºCelcius. Terapi ini juga bisa dijadikan sebagai pengganti minuman manis dan berkalori tinggi sehingga membantu program penurunan berat badan Anda.

2. Melancarkan BAB

Menjalani terapi air putih dengan teratur akan membantu Anda mencukupi kebutuhan air harian Anda.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan air yang mencukupi membantu mengurangi risiko konstipasi atau sembelit.

Pasalnya, konsumsi air membantu melunakkan feses yang kering dan keras. Hal ini memberikan manfaat terapi air berupa memudahkan feses keluar dari dalam usus.

Jadi, BAB pun lebih lancar. Agar khasiatnya lebih efektif, Anda juga bisa mencoba pijat perut. Pastikan Anda dipijat oleh terapis yang sudah tersertifikasi.

3. Mengendalikan tekanan darah

Saat Anda menjalani terapi air putih, tubuh Anda akan terhidrasi dengan baik. Jantung pun bisa memompa darah secara efektif sehingga aliran darah pun lancar.

Ketika dehidrasi, jantung harus bekerja lebih keras saat memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Hal ini membuat volume darah lebih sedikit, detak jantung meningkat, dan tekanan darah pun naik.

Terapi ini mungkin memberikan hasil yang lebih efektif jika Anda juga melakukan sauna.

Perawatan sauna baik untuk menurunkan tekanan darah dan air putih akan mengembalikan cairan yang hilang selama di dalam ruangan sauna.

Verifying...

4. Mengatasi kulit kering

Layaknya organ tubuh pada umumnya, kulit juga membutuhkan air. Minum air putih untuk kulit akan mengencangkan strukturnya.

Air juga berfungsi memberikan pelumas kepada serat antarkulit sehingga berguna untuk mengurangi gesekan. Jadi, struktur kulit secara keseluruhan pun akan terjaga.

Air putih yang memperlancar peredaran darah juga menguntungkan kulit. Peredaran darah yang baik membantu membawa zat gizi yang menutrisi kulit. Jadi, kulit tampak sehat secara umum.

Akan tetapi, terapi air putih tidak cukup melembapkan kulit yang rentan kering, seperti psoriasis dan eksim.

Selain itu, terapi ini bukanlah cara efektif untuk menunda tanda-tanda penuaan kulit, seperti keriput, garis-garis halus, dan flek hitam.

5. Mengurangi sakit kepala

Memang, ada salah satu pengobatan alternatif berupa pijat untuk migrain. Akan tetapi, terapi ini juga berpotensi untuk meredakan nyeri saat sakit kepala dan migrain.

Hal ini berkaitan dengan kondisi tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi.

Saat tubuh kekurangan cairan, otak dan jaringan lain pada tubuh Anda menyusut atau berkontraksi. Ketika otak menyusut, posisinya menjauh dari tengkorak.

Hal ini membuat saraf pada otak tertekan dan menimbulkan sakit kepala.

Jadi, saat Anda rutin minum air putih dengan terapi ini, risiko Anda terkena dehidrasi pun berkurang sehingga sakit kepala bisa dihindari.

Efek samping terapi air putih

Efek samping air putih

Meski ada beberapa potensi manfaat yang menjanjikan, ada pula efek samping yang timbul.

Terlalu banyak minum air putih bisa menyebabkan kinerja ginjal terganggu.

Hal ini dikarenakan ginjal menerima cairan terlalu banyak sehingga bekerja sangat keras untuk mengurangi kadar air berlebih.

Padahal, ginjal hanya mampu membuang air sebanyak 800 ml hingga 1 liter dalam setiap jam. Inilah beberapa gejala yang muncul akibat asupan air berlebihan.

  • Kebingungan dan hilang arah.
  • Gangguan kondisi mental, seperti kebingungan dan hilang arah.

Terapi air putih membuat Anda rentan mengalami keracunan air. Hal ini disebabkan oleh air yang mengencerkan kadar natrium di dalam darah.

Akibatnya, kadar natrium di dalam tubuh berkurang atau hiponatremia. Hiponatremia sangat berbahaya. Anda akan rentan mengalami beberapa hal berikut ini:

  • otot lemah, kaku, atau kram,
  • kejang.
  • tak sadarkan diri.
  • koma.

Terapi air putih adalah salah satu pengobatan alternatif yang banyak diklaim dapat menyembuhkan kesehatan.

Memang, ada beberapa keluhan dan penyakit yang bisa mereda jika Anda mengonsumsi air putih dengan rutin.

Hanya saja, belum ada bukti yang kuat bila terapi ini bisa menyembuhkan penyakit kronis, seperti diabetes dan kanker.

Jika Anda didiagnosis penyakit kronis oleh dokter, ikuti pengobatan dan perawatan yang telah disarankan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mooventhan, A., & Nivethitha, L. (2014). Scientific evidence-based effects of hydrotherapy on various systems of the body. North American Journal of Medical Sciences, 6(5), 199. doi: 10.4103/1947-2714.132935

Pan, X., Wang, H., Zhang, B., Liu, Y., Qi, S., & Tian, Q. (2020). Plain Water Intake and Association With the Risk of Overweight in the Chinese Adult Population: China Health and Nutrition Survey 2006–2011. Journal of Epidemiology, 30(3), 128-135. doi: 10.2188/jea.je2018022

Constipation. (2022). Retrieved 4 March 2022, from https://www.aafp.org/afp/2010/1215/afp20101215p1440.pdf

Watso, J., & Farquhar, W. (2019). Hydration Status and Cardiovascular Function. Nutrients, 11(8), 1866. doi: 10.3390/nu11081866

El-Sharkawy, A., Sahota, O., & Lobo, D. (2015). Acute and chronic effects of hydration status on health. Nutrition Reviews, 73(suppl 2), 97-109. doi: 10.1093/nutrit/nuv038

Rodrigues, L., Palma, L., Tavares Marques, L., & Bujan Varela, J. (2015). Dietary water affects human skin hydration and biomechanics. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 413. doi: 10.2147/ccid.s86822

Popkin, B., D’Anci, K., & Rosenberg, I. (2010). Water, hydration, and health. Nutrition Reviews, 68(8), 439-458. doi: 10.1111/j.1753-4887.2010.00304.x

Peechakara, B., & Gupta, M. (2021). Water Toxicity. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537231/

Dehydration Headache: Dehydration Symptoms & Types of Headaches. (2022). Retrieved 6 March 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21517-dehydration-headache

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Apr 08
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro