Yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Berpuasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Umat muslim diwajibkan untuk membatasi makanan, minuman, dan merokok saat sedang berpuasa. Di luar sisi agama, ada beberapa pertanyaan yang timbul tentang puasa, terutama mengenai apakah puasa bermanfaat bagi kesehatan. Untuk menjawabnya, kita harus mengenal hal-hal apa saja yang terjadi di dalam tubuh selama kita puasa.

Perubahan gaya hidup selama sebulan penuh ini, baik pola makan, tidur, dan aktivitas fisik sehari-hari, menyebabkan banyak perubahan di tubuh. dari mulai perubahan fisiologi (berhubungan dengan komposisi tubuh dan fungsi organ), hematologi (berhubungan dengan darah dan cairan), dan biokimia darah (berhubungan dengan elektrolit tubuh). Kita menyebutnya sebagai “fisiologi berpuasa.”

Puasa menurunkan berat badan dan kolesterol di dalam tubuh

Perubahan yang terjadi di dalam tubuh saat berpuasa akan berbeda-beda, tergantung dari lamanya kita berpuasa. Secara teknis, tubuh baru masuk ke “fase puasa” setelah 8 jam dari makan terakhir, di mana usus selesai menyerap berbagai macam nutrisi dari makanan.

Pada kondisi normal, glukosa tubuh tersimpan di liver dan otot sebagai sumber energi utama. Selama puasa, penyimpanan glukosa inilah yang dibakar pertama untuk memasok energi bagi tubuh kita, sehingga kita dapat melakukan kegiatan seperti biasa.

Setelah penyimpanan ini habis, lemaklah yang menjadi sumber energi selanjutnya. Meskipun sebenarnya, penyimpanan glukosa di liver tidak dihabiskan penuh, masih ada sisa sebagai cadangan energi jika dibutuhkan sewaktu-waktu dan melakukan fungsi lainnya di dalam liver.

Jika puasa dilakukan berkepanjangan, tubuh terpaksa menggunakan protein sebagai sumber energi. Penggunaan protein sebagai sumber energi adalah tidak sehat. Hal ini dikarenakan protein yang dipecah berasal dari otot, sehingga otot lama kelamaan menjadi kecil dan lemah.

Namun, pada puasa Ramadan, kita hanya berpuasa selama kurang lebih 13-14 jam, tepat di waktu pergantian sumber energi dari glukosa liver ke lemak, sebagai sumber energi kedua. Puasa Ramadan tidak menyebabkan pemecahan protein, sehingga komposisi otot kita tidak akan berkurang.

Penggunaan lemak ini sangat bermanfaat dalam penurunan berat badan sekaligus penurunan kolesterol darah. Penurunan berat badan menyebabkan kontrol diabetes yang lebih baik dan menurunkan tekanan darah. Sedangkan penurunan kolesterol darah menghindarkan seseorang dari berbagai penyakit metabolik seperti obesitas, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Benarkah puasa memicu proses detoksifikasi?

Proses detoksifikasi juga terjadi dalam tubuh saat puasa. Berbagai macam toksin (racun) yang tersimpan dalam lemak terpecah dan dapat dikeluarkan dari tubuh.

Setelah beberapa hari berpuasa, ada hormon yang meningkat yaitu endorfin. Hormon yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan ini menyebabkan perbaikan kewaspadaan, daya kognitif, dan kesehatan mental.

Namun, pembatasan asupan cairan bisa menyebabkan tubuh kita kehilangan beberapa elektrolit tubuh. Sebuah penelitian Attarzadeh Hosseini SR et al (2013) menunjukkan bahwa terdapat penurunan komposisi air dan potasium selama puasa.

Namun, pembatasan cairan ini sudah tergantikan oleh fungsi ginjal yang sangat efisien mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga kita tidak jatuh pada keadaan dehidrasi selama menjalankan ibadah puasa.

Yang terjadi pada organ tubuh saat kita berpuasa

Nah, untuk melihat beberapa perubahan fungsi organ selama kita puasa, yuk, kita perhatikan penjelasan berikut ini.

Mulut

Produksi kelenjar air liur tetap bekerja untuk mencegah mulut jatuh pada kondisi kering. Hal ini untuk menurunkan kemungkinan bau mulut.

Lambung

Produksi asam lambung menurun. Hal ini untuk mencegah terkikisnya dinding lambung oleh asam karena tidak adanya makanan yang digiling, sehingga luka lambung dapat terhindarkan.

Liver

Memecah penyimpanan glukosa sebagai sumber energi pertama.

Kantung empedu

Memekatkan cairan empedu untuk persiapan metabolisme lemak pada saat berbuka.

Pankreas

Dalam keadaan normal, pankreas berfungsi memproduksi insulin, sebuah hormon yang merubah glukosa dari makanan agar dapat disimpan sebagai cadangan energi.

Selama puasa, produksi insulin berhenti dan hormon ini memberitahu liver untuk memecah penyimpanan glukosa yang ada pada liver. Produksi digestive juice pun menurun.

Usus kecil

Produksi olahan makanan berhenti, proses penyerapan nutrien berhenti dan hanya terdapat gerakan reguler usus kecil tiap 4 jam.

Usus besar

Penyerapan air dikontrol untuk menjaga keseimbangan cairan.

Agar tetap sehat saat kita berpuasa

Asupan makanan dan minuman yang seimbang memegang peranan yang penting selama puasa. Untuk mencegah pemecahan protein otot, asupan makanan kita sebaiknya terdiri dari makanan sumber energi, seperti cukup karbohidrat dan lemak. Asupan dua zat ini tidak boleh kurang ataupun berlebihan karena akan mempengaruhi proses fisiologi puasa.

Begitu pun asupan cairan, terutama konsumsi air putih. Konsumsi air yang cukup yaitu 2500 ml/24 jam atau setara 8 gelas air/hari membantu ginjal agar tidak bekerja berlebihan.

Dengan memahami perubahan tubuh saat puasa, kita mampu dengan bijak memenuhi kebutuhan tubuh kita. Selamat berpuasa sehat!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
ukuran otak dewasa berpikir

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit