Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah HajiIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Arab Saudi dikenal dengan cuaca panasnya. Pastikan salah satu dari persiapan haji yang Anda lakukan adalah mengantisipasi cuaca ekstremnya, karena dampak dari teriknya matahari di sana adalah Anda berisiko mengalami sunburn atau kulit terbakar. Untuk itu, ketahui cara mencegah kulit terbakar matahari agar ibadah haji tetap berjalan dengan lancar.

Di mana saja jemaah haji rentan mengalami sunburn?

Menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, beberapa tempat dan kegiatan ibadah haji yang sering menyebabkan kulit terbakar adalah:
  • Tawaf: Ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, terutama di siang hari.
  • Sa’i: Berjalan di antara Safa dan Marwa, kulit dapat terbakar karena dipadati jemaah dan temperatur yang tinggi.
  • Arafah: Saat calon haji menghabiskan waktu di padang Arafah untuk berdoa.
  • Mina: Tempat untuk melaksanakan prosesi kurban, Anda mungkin mengalami sunburn akibat jaraknya yang jauh dan mengantri.

Upaya untuk mencegah kulit terbakar matahari ketika melakukan beberapa kegiatan di atas penting untuk dilakukan. Jika kulit terbakar pada saat menjalankan ibadah di salah satu tempat tersebut, Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk melanjutkan proses ibadah haji lainnya.

Apa gejala ketika kulit terbakar matahari?

Gejala dari sunburn tidak selalu sama pada setiap orang. Anda mungkin baru mengalami kemerahan pada kulit beberapa jam setelah kulit Anda terbakar. Kemerahan memuncak pada rentan waktu 12-24 jam setelah terbakar.

Ketika kulit terbakar matahari hanya pada tingkatan yang ringan, Anda hanya akan mengalami kemerahan yang minor. Sebaliknya, apabila Anda mengalami sunburn parah, kulit dapat melepuh. Mencegah kulit terbakar matahari harus dilakukan tanpa melihat tingkat keparahannya.

Mencegah kulit terbakar matahari saat menunaikan ibadah haji

Apabila Anda melaksanakan ibadah haji saat musim dingin, suhu rata-rata di Arab masih berada pada angka 30 derajat C di siang hari dan 20 derajat C di malam hari. Oleh karena itu, lakukan upaya mencegah kulit terbakar matahari terutama saat menghabiskan waktu di luar ruangan.

Cara mencegah kulit terbakar matahari yang pertama tentu adalah menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Namun, selama proses ibadah haji, jemaah tidak diperbolehkan menggunakan pelindung, seperti topi atau syal. Tapi tenang, Anda tetap dapat melakukan tindakan pencegahan dengan cara berikut ini.

Menyiapkan payung

Jemaah memang tidak diperbolehkan memakai topi atau kacamata hitam. Namun, menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Eka Jusup Singka, jemaah masih diperbolehkan untuk membawa payung. Bawalah payung dengan warna cerah (misalnya putih) agar Anda terlindung dari sinar matahari.

Hanya saja yang perlu diingat adalah payung tidak dapat digunakan secara terus menerus, misalnya Anda dapat membawa payung ketika di padang Arafah. Untuk kegiatan ibadah lainnya seperti Tawaf, Anda tidak diperkenankan membawa payung.

Menggunakan tabir surya

Menggunakan tabir surya merupakan cara mencegah kulit terbakar matahari atau sinar UV yang paling mudah dan efektif. Akan tetapi, Anda perlu teliti dalam memilih produk ini. Setiap tabir surya memiliki tingkatan SPF (Sunburn Protection Factor). Semakin tinggi SPF, semakin terlindung kulit dari paparan sinar matahari.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya terbaik yaitu 15-30 menit sebelum terpapar matahari, diikuti dengan mengoleskan kembali tabir surya pada 15-30 menit setelah terkena paparan matahari.

Meningkatkan asupan vitamin C

Vitamin C sudah lama dikenal dapat memberikan manfaat untuk melawan penuaan dan mencerahkan kulit. Selain itu, penelitian juga menunjukan bahwa vitamin C dapat berfungsi untuk mencegah kerusakan kulit akibat terbakar sinar matahari.

Biasanya terdapat produk tabir surya yang mengandung vitamin C untuk membantu mencegah terjadi sunburn. Namun tak hanya dari luar, Anda juga dapat mencegah kerusakan kulit dari dalam dengan menambah asupan vitamin C.

Salah satu caranya yaitu dengan mengonsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air). Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

Menggunakan alas kaki yang nyaman

Teriknya sinar matahari tak hanya berdampak pada kulit yang langsung terpapar, contohnya seperti kaki Anda. Dilansir pada laman resmi Kementerian Kesehatan Arab Saudi, seorang ahli dermatologis Dr. Al-Ghamdi menjelaskan, beberapa jemaah haji memiliki kepercayaan yang salah karena berjalan tanpa alas kaki agar ibadah haji lebih besar pahalanya. Padahal, hal tersebut dapat mengakibatkan luka dan menghambat proses ibadah haji.

Mencegah kulit terbakar matahari dapat menjadi salah satu faktor lancarnya ibadah haji. Usahakan untuk selalu menggunakan perlindungan seperti tabir surya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 23, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca