4 Hal yang Dapat Menyebabkan Gigi Lansia Mudah Copot

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gigi dapat lebih mudah tanggal seiring bertambahnya usia jika Anda merokok dan kurang menjaga kebersihan gigi. Namun, ada beberapa penyebab lain yang nyatanya juga dapat meningkatkan risiko lansia mengalami gigi ompong. Apa saja?

Kenapa lansia rentan punya gigi ompong?

1. Penyakit gusi

Penyakit gusi atau sering juga disebut dengan periodontitis merupakan salah satu penyebab utama gigi lansia mudah copot. Periodontitis merupakan infeksi gusi berat yang disebabkan karena penumpukan plak, yaitu lapisan lengket bakteri yang terbentuk di sela-sela gigi. Infeksi parah inilah yang kemudian merusak jaringan dan tulang di dalam gusi.

Selain bisa menyebabkan gigi copot, bakteri yang ada di dalam jaringan gusi juga bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan jantung. Kondisi ini tidak boleh dianggap enteng dan harus segera diobati.

2. Trauma

Trauma akibat terkena benturan keras atau pukulan yang mengenai sekitaran mulut bisa mengakibatkan gigi copot. Walaupun benturan itu tidak langsung menyebabkan gigi copot, tapi benturan tersebut bisa menimbulkan kerusakan gigi serius yang lambat laun menyebabkan gigi ompong atau harus dicabut.

Trauma memang seringnya disebabkan karena kecelakaan. Namun, trauma gigi juga bisa dipicu dari kebiasaan sehari-hari, seperti membuka tutup botol atau kemasan plastik menggunakan gigi, mengigit-gigit ujung pensil, mengunyah es batu, ataupun keseringan pakai tusuk gigi.

3. Kebiasaan menggemeretak gigi

Beberapa orang mungkin tanpa sadar mengepalkan rahang kuat-kuat dan menggemeretakkan gigi secara bersamaan saat stres atau cemas. Dalam istilah medis, kebiasaan tersebut disebut dengan bruxism. Jika dilakukan terus-terusan, bruxism dapat menyebabkan gigi geraham aus sehingga melonggarkan gigi dari kantung gusinya dan tulang pendukungnya ikut hancur.

Efeknya tidak hanya gigi lansia mudah copot, sekaligus juga meningkatkan risiko Anda terkena sindrom TMJ. Sindrom TMJ adalah gangguan persendian rahang yang menyebabkan rasa sakit luar biasa, yang bisa menjalar hingga ke wajah dan telinga.

4. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu nyatanya berkontribusi sebagai penyebab gigi ompong di usia tua. Kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko gigi copot di antaranya, diabetes, osteomielitis, darah tinggi, rematik, dan penyakit autoimun.

Menurut American Diabetes Association, orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit gusi periodontitis. Hal ini karena diabetes mempengaruhi kemampuan Anda untuk melawan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gusi. Penyakit gusi juga dapat mempengaruhi kontrol gula darah di dalam tubuh.

Tips merawat gigi di usia tua agar tak cepat ompong

Rutin menyikat gigi dan flossing gigi merupakan kunci penting untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Pada lansia, plak bisa terbentuk dengan cepat di gigi, terutama jika Anda tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, tapi juga bisa menyebabkan penyakit gusi yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi lansia mudah copot.

Untuk menjaga kesehatan mulut yang baik, penting bagi semua orang – tanpa memandang usia – untuk:

  • Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari (saat bangun pagi dan sebelum beranjak tidur) dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Tidak menyikat gigi dengan terlalu keras. Hal tersebut tidak hanya bisa menyebabkan gusi robek, tapi juga mengikis enamel gigi yang relatif tipis. Akibatnya, gigi Anda jadi lebih senstif.
  • Melakukan flossing gigi setidaknya sekali sehari.
  • Hindari mengonsumsi makanan manis. Tidak perlu menghentikan konsumsi gula sama sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Anda hanya perlu membatasi konsumsinya.
  • Berkumur dengan obat kumur yang mengandung antiseptik sekali atau dua kali sehari. Menurut American Dental Association, Penggunaan obat kumur yang mengandung antiseptik dan antibakteri dapat mengurangi bakteri penyebab plak dan penyakit gusi.
  • Rutin konsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk melakukan pembersihan gigi dan cek gigi secara keseluruhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mengobati Rasa Sakit Akibat Tumbuh Gigi Bungsu Sebelum Cabut Gigi

Gigi bungsu biasanya baru tumbuh belakangan. Bagaimana mengobati rasa sakit ketik gigi bungsu tumbuh? Perlukah operasi gigi bungsu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Dibanding yang masih muda, orang tua lebih gampang kedinginan. Namun, penyebab lansia mudah kedinginan tidak sesepele karena suhu AC yang terlalu rendah.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Rasa sakit setelah cabut dapat segera pulih bila Anda mengikuti anjurannya dengan benar. Apa saja pantangan dan perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Tips Mencegah Lansia Agar Tidak Gampang Terjatuh

Kecelakaan kecil seperti terjatuh berdampak besar bagi kesehatan lansia. Inilah cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah lansia agar tidak mudah terjatuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
permen karet xylitol

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
merawat gigi lansia

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit