Cara Membersihkan Retainer Gigi Sesuai Jenisnya

Cara Membersihkan Retainer Gigi Sesuai Jenisnya

Setelah lepas kawat gigi atau behel, Anda dianjurkan untuk memakai retainer. Sama seperti gigi Anda, retainer gigi juga harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Sudahkah Anda memahami cara membersihkan retainer gigi yang tepat? Simak pembahasannya berikut ini, yuk!

Mengapa membersihkan retainer itu penting?

Bukan untuk gaya-gayaan, retainer gigi punya fungsi penting untuk mempertahankan gigi yang sudah rapi setelah pemasangan kawat gigi.

Penggunaan alat ortodonti ini membantu menjaga posisi gigi agar tidak berubah dan kembali berantakan.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, dokter gigi spesialis ortodonti biasanya akan merekomendasikan penggunaan retainer selama 4–6 bulan atau sesuai kebutuhan.

Retainer gigi harus rutin dipasang setiap hari. Nah, pemakaian dalam waktu yang cukup lama ini bisa membuat banyak bakteri, sisa makanan, dan plak menumpuk pada perangkat ini.

Oleh sebab itu, penting untuk membersihkan retainer secara rutin. Jika tidak, hal ini tentu akan menyebabkan masalah gigi dan gusi yang lebih parah bagi penggunanya.

Bagaimana cara membersihkan retainer gigi?

cara merawat gigi behel, cara merawat kawat gigi, perawatan gigi behel

Sebelum membersihkannya, ketahuilah dahulu jenis dan tipe bahan retainer gigi yang Anda pakai.

Terdapat dua jenis retainer yang umum dipakai, yakni retainer permanen dan retainer lepas pasang. Tipe bahan yang digunakan juga terbagi dua, yakni plastik dan kawat (Hawley).

Berbeda jenis dan tipenya, tentu beda pula cara membersihkan retainer gigi Anda. Berikut ini merupakan panduan selengkapnya.

Retainer lepas-pasang dari plastik dan kawat

Ketika beralih dari behel ke retainer, dokter biasanya akan memberikan saran perawatan yang perlu Anda lakukan sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.

  1. Bersihkan retainer sebelum dan sesudah dipakai supaya kotoran tidak mengeras dan malah lebih susah dibersihkan.
  2. Siapkan sikat gigi, air hangat, serta bahan pembersih, misalnya pasta gigi tanpa pemutih (non-whitening), obat kumur, atau sabun cair.
  3. Basahi seluruh permukaan retainer dan oleskan bahan pembersih secukupnya. Lalu, sikat seluruh bagian retainer secara perlahan.
  4. Anda juga bisa mencampurkan bahan pembersih ke dalam air hangat terlebih dahulu, baru mulai menggosok retainer sampai tidak ada lagi kotoran yang tersisa.
  5. Jika perlu, retainer bisa direndam dalam air yang telah dicampur bersama obat kumur atau sabun selama beberapa menit.
  6. Terakhir, bilas seluruh bagian retainer dan pastikan sudah tidak ada pasta gigi, cairan obat kumur, ataupun sabun yang tersisa.

Apabila kotoran ternyata sulit dibersihkan, jangan segan untuk minta bantuan ortodontis dan dokter gigi Anda untuk menghilangkan noda yang membandel pada retainer.

Retainer permanen

Sebenarnya, retainer permanen dapat dibersihkan bersamaan saat menyikat gigi. Namun, bila ingin memastikan tidak ada kotoran yang menempel, berikut cara yang bisa Anda lakukan.

  1. Ambil benang gigi (dental floss) secukupnya, lalu lakukan flossing dengan menyelipkan benang pada sela-sela retainer dan gigi.
  2. Gerakkan benang di antara gigi ke arah atas dan bawah secara bergantian. Pastikan Anda membersihkan seluruh sela gigi sampai mendekati area gusi.
  3. Lakukan hal yang sama pada setiap sela-sela kawat dan gigi, kira-kira sampai menjangkau semua area yang ingin Anda bersihkan.
  4. Setelah selesai, lanjutkan dengan berkumur air atau obat kumur seperti biasa untuk memastikan semua kotoran dan sisa makanan telah keluar.

Minta bantuan dokter bila Anda masih ragu bagaimana teknik melakukan flossing yang tepat dan tidak melukai gusi.

Tips mudah merawat retainer gigi agar tetap awet

cara menyikat gigi yang salah

Selain memahami cara membersihkan retainer gigi plastik dan kawat, Anda juga perlu mengetahui cara merawat alat ini supaya tetap awet. Berikut beberapa tipsnya.

1. Rutin membersihkan gigi dan mulut

Ketika memakai retainer, Anda harus lebih sering menyikat gigi. Para ahli menyarankan untuk menyikat gigi setiap kali makan, baik setelah makan besar maupun ngemil.

Pasalnya, sisa makanan dapat meninggalkan lebih banyak plak. Jika tak dibersihkan, plak dapat menumpuk dan akhirnya menyebabkan masalah gigi.

Beberapa dokter gigi juga akan menganjurkan untuk memakai obat kumur. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang masih menyangkut pada sela-sela gigi.

2. Hindari makanan yang bisa merusak retainer

Hampir semua makanan bisa Anda makan saat memakai retainer. Namun, sebaiknya makanlah dengan ukuran yang kecil, misalnya dengan dipotong sebelum masuk ke dalam mulut.

Selain itu, Anda perlu menghindari makanan yang mempunyai tekstur padat, keras, atau lengket, seperti permen karet, karamel, jagung rebus, dan es batu.

Untuk memudahkan Anda, sebaiknya pilih makanan yang cenderung lunak dan lembut. Jenis makanan ini berisiko lebih kecil untuk membuat retainer rusak.

3. Cuci retainer gigi secara rutin

Memahami cara membersihkan retainer gigi saja tidak cukup, Anda juga perlu rutin melakukannya. Paling tidak, retainer harus dicuci setiap kali Anda menyikat gigi.

Beberapa tanda bahwa retainer gigi butuh dibersihkan yakni muncul bau atau lapisan plak tipis pada permukaan alat ini.

Guna mencegah pembentukan plak, jangan biarkan retainer gigi Anda tidak dicuci selama lebih dari satu minggu.

4. Pilih pembersih retainer yang tepat

Baking soda untuk asam lambung

Selain pasta gigi dan obat kumur, ada beberapa bahan yang aman dipakai untuk membersihkan retainer, misalnya baking soda dan cuka apel.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan cuka atau baking soda, larutkan bahan tersebut ke dalam air. Setelahnya, masukan retainer ke dalam wadah yang berisi larutan tersebut.

Tunggu sekitar 2–3 menit, lalu bilas dengan air hingga retainer bersih dan sisa larutan hilang dari permukaannya.

5. Simpan retainer gigi dengan baik

Hampir semua retainer tidak tahan terhadap panas. Maka dari itu, jauhkan alat ini dari berbagai hal yang mengeluarkan suhu tinggi.

Sebagai contoh, jangan merendamnya ke dalam air panas atau mengeringkannya dengan hair dryer. Simpan retainer Anda di tempat yang kering, sejuk, dan bersih.

Jangan lupa untuk periksa ke dokter gigi dan tanyakan kapan retainer gigi ini harus diganti. Dokter gigi dapat membantu memastikan apakah retainer masih layak dan bagus untuk digunakan.

Kesimpulan

  • Retainer gigi adalah alat yang berfungsi mempertahankan posisi gigi yang sudah rapi setelah pemasangan kawat gigi.
  • Cara membersihkan retainer gigi yang tepat harus sesuai dengan jenis (lepas pasang atau permanen) dan tipe bahannya (plastik atau kawat).
  • Jika retainer sulit dibersihkan, mintalah bantuan dokter gigi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Orthodontic treatment. (2022). Oral Health Foundation. Retrieved November 7, 2022, from https://www.dentalhealth.org/orthodontic-treatment

Orthodontic treatments. (2020). NHS UK. Retrieved November 7, 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/orthodontics/treatments/

Teeth retainer: How it works, types & uses. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved November 7, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10899-teeth-retainer

How to care for your retainer?. (2020). Orthodontics Australia. Retrieved November 7, 2022, from https://orthodonticsaustralia.org.au/how-to-care-for-your-retainer/

Albanna, R. H., Farawanah, H. M., & Aldrees, A. M. (2017). Microbial evaluation of the effectiveness of different methods for cleansing clear orthodontic retainers: A randomized clinical trial. The Angle orthodontist, 87(3), 460–465. https://doi.org/10.2319/072916-585.1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 2 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa