home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Epulis (Tumor Gusi)

Definisi|Tanda & gejala|Penyebab|Diagnosis & pengobatan|Pencegahan
Epulis (Tumor Gusi)

Definisi

Apa itu tumor gusi?

Tumor gusi atau epulis merupakan sebuah kondisi timbulnya massa abnormal atau tumor jinak yang tumbuh pada jaringan lunak gusi (gingiva). Istilah medis epulis sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pada gusi”.

Berdasarkan karakteristik dan asal muasalnya, ada beberapa jenis tumor gusi atau epulis yang umum terjadi, di antaranya sebagai berikut.

1. Epulis fibromatosa

Epulis fibromatosa merupakan jenis epulis yang paling umum ditemui pada orang dewasa. Jenis epulis ini memiliki karakteristik berwarna merah muda, timbul rasa nyeri, dan umumnya terjadi di sekitar gigi berlubang (karies). Benjolan ini dapat terjadi akibat luka dan iritasi yang terjadi terus-menerus pada area gusi tertentu.

2. Epulis kongenital

Epulis kongenital adalah kondisi tumor gusi langka yang terjadi pada bayi baru lahir. Tumor jinak ini umumnya tumbuh pada gusi bagian atas dengan ukuran rata-rata 0,5-2 cm. Dikutip dari New Zealand Dermatologist, kondisi ini lebih banyak terjadi pada bayi perempuan dibanding laki-laki dengan perbandingan 8:1.

3. Epulis gravidarum

Epulis gravidarum juga dikenal sebagai pregnancy epulis karena umum terjadi pada perempuan hamil saat trimester pertama hingga kedua kehamilan. Perubahan hormon selama kehamilan meningkatkan risiko radang gusi (gingivitis) yang dapat berkembang menjadi epulis.

4. Epulis granulomatosa

Epulis granulomatosa umumnya berkembang di lubang bekas cabut gigi dan perawatan medis gigi lainnya ketika tidak diperhatikan kebersihannya. Jenis epulis ini biasa berkembang pada lubang di antara dua gigi dan jaringan gusi yang ada di sekitarnya.

5. Epulis fissuratum

Epulis fissuratum ditandai dengan kondisi munculnya massa abnormal akibat iritasi kronis dan terjadi terus-menerus karena penggunaan gigi palsu yang tidak sesuai. Hal ini terjadi karena tulang di bawah gigi palsu terus berubah akibat pengeroposan seiring usia – terutama pada lansia, sehingga gigi palsu tidak pas dan menimbulkan gesekan dengan gusi.

6. Epulis gigantoselulare

Epulis gigantoselulare lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan wanita. Belum jelas mengenai penyebab pasti jenis tumor gusi ini, tapi hal ini sering dikaitkan dengan trauma dan proses cabut gigi. Jenis epulis ini memiliki karakteristik berwarna merah keunguan dan mudah mengalami perdarahan.

7. Granuloma piogenik

Granuloma piogenik merupakan lesi yang umum terjadi pada anak-anak dan remaja yang disebabkan perawatan gigi yang tidak benar, gigi berantakan (maloklusi), dan perawatan ortodontik. Tumor jinak hemangioma akibat pertumbuhan pembuluh darah tidak normal ini juga dapat terjadi pada wanita hamil yang disebabkan perubahan hormon selama kehamilan.

Seberapa umumkah tumor gusi terjadi?

Kondisi ini merupakan tumor jinak yang dapat terjadi pada berbagai rentang umur, mulai dari bayi baru lahir, anak-anak, remaja, orang dewasa, dan lansia.

Namun, beberapa kondisi khusus, seperti kesehatan gigi dan mulut yang kurang diperhatikan, adanya penyakit mulut dan gigi, trauma, kehamilan, hingga kesalahan penggunaan gigi palsu dapat meningkatkan risiko timbulnya tumor gusi atau epulis.

Jika menemukan rasa tidak nyaman, pembengkakan, dan massa abnormal dalam rongga mulut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tumor gusi?

Tanda-tanda dan gejala tumor mulut umumnya tergantung dari jenis epulis yang dialami. Walaupun begitu, ada beberapa gejala umum yang patut Anda waspadai, di antaranya:

  • Benjolan pada gusi yang tidak mengecil atau hilang setelah 2-3 minggu
  • Memiliki karakteristik agak keras saat disentuh
  • Menimbulkan rasa sakit maupun tidak
  • Berwarna merah muda, kebiruan, hingga keunguan
  • Mudah mengalami perdarahan
  • Ukurannya kecil dan lama-kelamaan makin membesar

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda menyadari kondisi abnormal pada gusi, serta timbul gejala seperti dijelaskan di atas sebaiknya segera pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan diagnosis dan menentukan metode perawatan yang sesuai.

Perlu pemeriksaan gigi, rontgen gigi, hingga diagnosis melalui biopsi untuk mengamati kondisi benjolan di gusi apakah berisiko kanker atau tidak. Penanganan dini tentu dapat mencegah memburuknya kondisi tumor gusi.

Penyebab

Apa saja penyebab tumor gusi?

Beberapa kasus tumor gusi atau epulis tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya. Tetapi ada beberapa alasan kenapa tumor jinak ini dapat berkembang di dalam rongga mulut Anda, di antaranya:

  • Trauma dan cedera
  • Faktor genetik
  • Perawatan mulut dan gigi yang tidak sesuai anjuran
  • Kondisi kesehatan mulut dan gigi, seperti radang gusi, gigi berlubang, dan lainnya
  • Efek samping perawatan ortodontik
  • Penggunaan gigi palsu yang tidak pas dan menimbulkan iritasi kronis
  • Perubahan hormon tubuh, khususnya selama masa kehamilan

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis dokter?

Saat Anda menyadari adanya benjolan atau massa abnormal pada gusi, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Dokter akan melakukan diagnosis dengan melakukan wawancara medis untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi kesehatan mulut dan gigi dan pemeriksaan fisik epulis.

Walaupun tumor gusi bisa langsung dideteksi, namun perlu diagnosis lengkap agar dokter mengetahui penyebab timbulnya massa dalam rongga mulut.

Berikut beberapa prosedur dan tes yang dapat dokter lakukan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan ini, seperti:

  • Rontgen gigi
  • Biopsi atau tes kanker dengan mengambil sampel jaringan untuk dianalisis dan mengetahui adanya risiko tumor ganas atau kanker mulut

Setelah diketahui jenis dan penyebabnya, dokter baru akan menentukan prosedur medis yang tepat dan efisien untuk mengobati kista gigi yang Anda alami.

Bagaimana cara mengobati tumor gusi?

Penanganan dini membuat kondisi epulis atau tumor gusi dapat ditangani dengan lebih sederhana. Namun apabila kondisinya sudah besar dan mengganggu jaringan di sekitarnya, prosedur bedah mulut perlu dilakukan untuk mengangkat tumor gusi dari rongga mulut.

Dokter juga akan melihat kondisi gigi yang terdampak epulis, di mana pada beberapa kasus dimungkinkan untuk melakukan prosedur cabut gigi, scaling, dan root planing.

Walaupun jarang berkembang menjadi tumor ganas (malignant tumor) atau kanker mulut, dokter dapat melakukan biopsi atau tes kanker untuk menguji jaringan epulis lebih lanjut.

Dikarenakan epulis merupakan tumor lokal, proses pengangkatannya cukup sederhana dan proses pemulihan juga cepat. Jika terdapat komplikasi pasca-operasi, segera konsultasikan dengan dokter.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat membantu mencegah tumor gusi?

Anda tetap dapat mencegah pembentukan tumor gusi dalam rongga mulut dengan melakukan beberapa hal, di antaranya:

  • Menyikat gigi rutin dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride untuk mencegah timbulnya plak dan penyakit gigi.
  • Perawatan gigi dan mulut tambahan, seperti flossing dan penggunaan obat kumur untuk membersihkan sisa makanan dan plak.
  • Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi, minimal enam bulan sekali.
  • Segera lakukan perawatan gigi ke dokter apabila mengalami gigi berlubang (karies), gigi retak, atau penyakit gusi lainnya.
  • Lakukan konsultasi apabila pemasangan gigi palsu tidak pas dan menimbulkan iritasi, sehingga dapat diatur kembali atau diganti baru.

Bila ada pertanyaan lanjutan, segera konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dermnetnz.org. 2007. Epulis | Dermnet NZ. [online] Available at: <https://dermnetnz.org/topics/epulis/> [Accessed 4 January 2021].

Agrawal A. A. 2015. Gingival enlargements: Differential diagnosis and review of literature. World journal of clinical cases, 3(9), 779–788. https://doi.org/10.12998/wjcc.v3.i9.779

Scully, C., 2013. Lumps and swellings in the gingiva. Oral and Maxillofacial Medicine, pp.109-111. https://doi.org/10.1016/B978-0-7020-4948-4.00012-X

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x