Gigi Geraham Bungsu (Gigi Tidur) Harus Segera Dioperasi Apa Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah gigi bungsu atau juga disebut gigi geraham ketiga Anda sudah tumbuh? Biasanya gigi ini baru tumbuh belakangan, di saat usia Anda sekitar 20 tahun. Bagaimana dengan pertumbuhannya? Kebanyakan dari Anda mungkin mempunyai gigi geraham bungsu yang tumbuh pada posisi yang tidak sempurna. Gigi tumbuh menghadap ke samping bukan ke atas atau biasa juga disebut gigi tidur. Nah, gigi tidur ini biasanya menyakitkan, tapi juga bisa tidak. Apakah gigi geraham bungsu yang tumbuhnya salah ini harus dioperasi?

Mengenal gigi bungsu atau gigi geraham ketiga

Gigi geraham ketiga atau gigi bungsu biasanya muncul pada saat Anda sudah dewasa, di sekitar usia 17-25 tahun. Gigi bungsu ini akan tumbuh di rahang sebelah kanan dan kiri, serta di rahang atas dan bawah. Idealnya, gigi bungsu tumbuh dengan sehat, tumbuh sepenuhnya dengan posisi yang benar, dan mudah dibersihkan. Sayangnya, pertumbuhan gigi bungsu sering tidak berjalan mulus.

Karena tumbuh belakangan, area gusi sebagai tempat untuk pertumbuhan gigi bungsu mungkin menjadi sempit karena pertumbuhan gigi lainnya. Hal ini membuat gigi bungsu sulit untuk muncul ke permukaan, sehingga tidak bisa tumbuh sejajar dengan gigi lainnya.

Seringnya, gigi bungsu tumbuh ke samping bukan ke atas, sehingga disebut gigi tidur. Gigi tidur ini bisa “menabrak” gigi di sampingnya, sehingga menyebabkan nyeri yang tak tertahankan, bahkan bisa merusak gigi yang ada di dekatnya.

Apakah semua gigi tidur harus dioperasi?

Ya. Gigi bungsu yang tumbuh miring ke samping bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut Anda. Walaupun gigi bungsu yang tidak tumbuh dengan baik tidak menyebabkan nyeri, namun sebaiknya gigi pada posisi tidur ini tetap dioperasi agar tidak menyebabkan masalah di kemudian hari, seperti disarankan oleh WebMD.

gigi bungsu tumbuh

Jika dibiarkan, gigi yang tumbuh ke samping bisa merusak gigi di sebelahnya, merusak tulang rahang, dan juga saraf. Gigi tidur yang hanya sebagian muncul di gusi juga memungkinkan bakteri masuk ke sekitar gigi dan menyebabkan infeksi. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit, bengkak, kaku pada rahang, dan masalah lain. Lokasi gigi tidur yang sulit dijangkau juga membuat gigi tidur sulit dibersihkan, sehingga menambah risiko kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Jika Anda menunggu lebih lama untuk melakukan operasi gigi tidur, ini bisa menyebabkan masalah yang lebih besar setelah operasi. Seperti, perdarahan berat, gigi retak, sampai mati rasa parah dan kehilangan sedikit gerakan di rahang. Masalah ini bisa berlangsung beberapa hari atau juga bisa sampai seumur hidup. Untuk itu, sebaiknya segera lakukan operasi jika gigi bungsu tumbuh tidak sempurna (gigi tidur).

Bagaimana prosedur operasi gigi tidur?

Gigi bungsu yang tidak tumbuh dengan baik biasanya diketahui dengan cara melakukan rontgen gigi. Bila hasil rontgen gigi memperlihatkan adanya gigi yang tidur, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi gigi. Terutama, jika gigi yang salah ini sudah menyebabkan rasa sakit, infeksi berulang, kerusakan gigi di dekatnya, dan penyakit gusi.

Operasi gigi tidur biasanya berlangsung kurang lebih selama 45 menit. Sebelum melakukan operasi, biasanya Anda akan mendapatkan satu jenis bius –bius lokal atau umum, tergantung kondisi Anda-, sehingga Anda tidak merasa sakit saat dioperasi.

Dokter kemudian akan membedah gusi Anda untuk mengeluarkan gigi tidur. Setelah itu, gusi pun akan dijahit sehingga tertutup rapat lagi. Jahitan ini biasanya larut -menyatu dengan gusi- setelah beberapa hari. Anda mungkin akan merasa tidak nyaman dalam tiga hari atau lebih dan biasanya mulut Anda akan kembali seperti biasa dalam beberapa minggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit