Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Kondisi yang Membuat Gigi Susu Harus Dicabut di Dokter Gigi

3 Kondisi yang Membuat Gigi Susu Harus Dicabut di Dokter Gigi

Idealnya, gigi susu akan mulai tanggal satu per satu mulai sekitar usia enam sampai tujuh tahun. Memasuki usia 15-17 tahun, biasanya semua gigi susu telah tergantikan dengan gigi dewasa. Namun, terkadang dokter akan menyarankan Anda untuk cabut gigi susu sebagai jalan tempuh terbaik ketika dirasa ada yang tidak beres dalam pergantian gigi bayi menuju gigi permanen. Kenapa, ya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Cabut gigi susu, kapan harus dilakukan?

Proses cabut gigi susu mau tidak mau harus dilakukan ketika ada gangguan atau masalah pada rongga mulut. Di antaranya yaitu:

1. Kapasitas rahang tidak memadai untuk pertumbuhan gigi baru

Ukuran rahang yang kecil umumnya disertai dengan ukuran gigi susu yang kecil pula. Padahal, ukuran gigi dewasa yang tumbuh nantinya bisa saja jauh lebih besar daripada gigi susu sebelumnya. Persediaan ruang yang kurang memadai ini akan membuat gigi dewasa yang baru keluar jadi saling menumpuk dan terkesan tidak rapi.

Bahkan tak jarang gigi dewasa sulit keluar karena tidak memiliki ruang yang cukup atau terhalang oleh gigi lainnya. Satu-satunya pilihan untuk memperbaiki struktur gigi ini adalah dengan pemasangan kawat gigi atau biasa disebut behel.

Selain berfungsi untuk meratakan gigi yang tidak rapi, pemakaian behel juga akan membantu memperbesar ukuran rahang yang minim.

2. Gigi susu tidak kunjung tanggal

Sebelum usia 17 tahun, seharusnya seluruh gigi susu telah copot dan digantikan dengan gigi permanen. Sayangnya, tidak semua anak mendapatkan fase gigi tanggal sesuai waktunya. Memang, dalam beberapa kasus terkadang gigi susu tampak sangat kuat sehingga tidak menunjukkan tanda mau copot sama sekali.

Itu sebabnya, cabut gigi susu biasanya menjadi pilihan untuk menggantikannya dengan gigi dewasa yang sudah saatnya keluar. Sebab jika tidak dicabut, kemungkinan besar gigi susu masih tetap akan bertahan di dalam mulut tanpa tahu kapan akan copot dan digantikan oleh gigi permanen.

3. Infeksi

Ketika gigi susu mengalami kerusakan yang cukup parah akibat infeksi, biasanya akan meluas sampai ke bagian pulpa. Dalam anatomi gigi, pulpa adalah lapisan paling dalam setelah enamel dan dentin. Pulpa bisa juga disebut sebagai pusat atau inti gigi yang tersusun dari pembuluh darah, saraf, serta jaringan lunak lainnya.

Infeksi yang sudah mencapai pulpa tidak bisa dianggap remeh karena berarti bakteri akan lebih mudah untuk masuk dan tinggal di dalam pulpa. Jika pemberian antibiotik tidak mampu menyembuhkan infeksi gigi tersebut, maka pencabutan gigi susu bisa menjadi pilihan terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Journal of Clinical and Experimental Dentistry. Reasons for Extraction in Primary Teeth Among 5-12 Years School Children in Haryana, India-A Cross Sectional Study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5410675/ Diakses pada 8 November 2018.

Pulling a Tooth (Tooth Extraction). https://www.webmd.com/oral-health/guide/pulling-a-tooth-tooth-extraction#1 Diakses pada 8 November 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x