home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gula Darah Kerap Naik Turun? Bisa Jadi Tanda Diabetes Labil

Gula Darah Kerap Naik Turun? Bisa Jadi Tanda Diabetes Labil

Brittle diabetes sering dikenal dengan nama diabetes rapuh atau diabetes labil. Ciri-cirinya adalah kadar gula darah tidak stabil atau mudah naik turun. Kondisi ini bisa jadi tanda bahwa penyakit diabetes melitus yang dialami sudah cukup parah. Bagaimana cara mencegahnya?

Apa itu diabetes labil?

Diabetes labil terjadi ketika kadar gula darah sulit dikendalikan, artinya perubahan kadar gula yang naik dan turun bisa berlangsung cepat.

Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, bahkan membuat Anda harus dirawat di rumah sakit. Diabetes labil juga menunjukkan bahwa kadar gula darah Anda selama ini tidak ditangani dengan baik.

Kondisi ini biasanya lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Namun, tidak berarti semua penderita diabetes tipe 1 pasti akan mengalami komplikasi ini. Orang dengan diabetes tipe 2 juga tetap memiliki risiko untuk mengalaminya.

Beberapa dokter mengklasifikasikan diabetes labil sebagai salah satu komplikasi diabetes, tapi dokter-dokter lainnya menganggap ini adalah turunan dari diabetes tipe 1.

Namun, berkat kemajuan dalam pengobatan diabetes, kondisi diabetes labil ini sudah jarang terjadi. Meskipun begitu, kondisi ini masih menjadi momok menakutkan bagi para penderita diabetes.

Apa saja faktor-faktor pemicunya?

Diabetes tipe 1 ditandai dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) akibat tubuh tidak mampu menghasilkan insulin. Oleh karena itu, terapi insulin menjadi pengobatan andalan untuk diabetes tipe 1.

Nah, efek terapi insulin membuat tubuh menjadi lebih sensitif pada insulin sehingga membantu kadar gula darah turun. Namun, efek samping dari penggunaan insulin yang berlebihan juga dapat memicu kadar gula darah rendah atau hipoglikemia.

Menurut National Center for Advancing Translational Sciences, penyebab diabetes tipe 1 dan pengobatan insulin inilah yang mungkin menyebabkan fluktuasi atau naik turunnya gula darah.

Selain itu, penderita diabetes tipe 1 juga berisiko lebih tinggi mengalami brittle diabetes jika:

  • Perempuan
  • Memiliki ketidakseimbangan hormon
  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki hipotiroidisme (tiroid rendah)
  • Berusia 20-an atau 30-an
  • Mengalami stres tingkat tinggi sehari-hari
  • Mengalami depresi

Gejala diabetes labil yang mungkin dirasakan

gula darah naik turun diabetes labil

Kondisi hipoglikemia dan hiperglikemia adalah pertanda umum untuk diabetes labil karena gula darah yang naik turun dengan cepat

Kondisi kadar gula darah yang sangat rendah dapat menyebabkan:

  • Pusing
  • Kelelahan
  • Mudah lapar
  • Tangan gemetar
  • Penglihatan kabur
  • Sakit kepala parah
  • Sulit tidur

Sementara gejala yang dialami saat gula darah tinggi mencakup:

  • Kelemahan
  • Sering haus dan sering buang air kecil
  • Perubahan penglihatan
  • Kulit kering

Ciri-ciri diabetes labil ini memang mirip dengan gejala diabetes tipe 1 secara umum. Bedanya, gejala tinggi rendahnya kadar gula darah bisa sering muncul secara tiba-tiba dan bergantian.

Perubahan drastis pada gula darah juga dapat meningkatkan risiko penderita diabetes mengalami koma. Seiring waktu, kondisi ini dapat memunculkan komplikasi lain seperti:

  • Penyakit tiroid
  • Masalah kelenjar adrenal
  • Depresi
  • Bertambahnya berat badan

Bagaimana cara mengobatinya?

Menyeimbangkan gula darah adalah cara paling tepat untuk mengatasi kondisi ini. Kondisi gula darah yang naik turun mungkin menyebabkan tubuh sulit untuk merespons atau menggunakan insulin tambahan dengan optimal.

Oleh karena itu, pemberian terapi insulin yang paling efektif untuk diabetes labil adalah dengan menggunakan pompa insulin khususnya jenis subkutan (jaringan lemak di bawah kulit). Selain terapi insulin, Anda juga perlu memonitor kadar gula darah secara rutin untuk memastikan tingkatnya tetap dalam batas normal.

Beberapa orang dengan diabetes labil masih mengalami fluktuasi gula darah meski sudah diobati. Dalam kasus yang lebih serius, mungkin dibutuhkan transplantasi pankreas. Namun, kasus seperti ini sebenarnya jarang ditemukan.

Bagaimana cara mencegah diabetes labil?

Kemajuan pengobatan diabetes tipe 1 telah berhasil menurunkan kasus diabetes labil. Meskipun kondisi ini tidak terlalu umum, Anda tetap perlu melakukan tindakan pencegahan, terutama jika Anda memiliki faktor-faktor risiko kondisi ini.

Cara terbaik mencegah diabetes labil adalah untuk mengikuti anjuran pengobatan diabetes dan gaya hidup untuk mengontrol gula darah, yaitu dengan:

Diabetes rapuh adalah komplikasi diabetes yang langka. Namun, Anda harus mewaspadai penyebab dan gejalanya. Mengontrol dan mengelola gula darah adalah cara terbaik mencegah semua komplikasi diabetes, termasuk diabetes rapuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Diabetes Association. (2012). 9 Diabetes Terms We Can Do Without. Retrieved 4 August from http://www.diabetesforecast.org/2012/aug/9-diabetes-terms-we-can-do-without.html

National Center for Advancing Translational Sciences. (2013). Brittle Diabetes. Retrieved 4 August from http://rarediseases.info.nih.gov/gard/11900/brittle-diabetes/resources/1

Diabetes.co.uk. (2014). Brittle Diabetes. http://www.diabetes.co.uk/brittle-diabetes.html

Johns Hopkins Medicine Health Alerts. (2011). The Challenge of “Brittle” Diabetes.  http://www.johnshopkinshealthalerts.com/alerts/diabetes/JohnsHopkinsDiabetesAlert_3541-1.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 08/09/2020
x