5 Kesalahan yang Dapat Memperburuk Wabah COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Tiap negara di berbagai belahan dunia kini tengah berupaya menghentikan penyebaran wabah COVID-19 yang kian meluas. Namun, di tengah ketidakpastian dan kecemasan terhadap COVID-19, beberapa pihak bisa saja melakukan kesalahan yang memperburuk wabah dan menimbulkan ketakutan baru.

COVID-19 adalah penyakit baru yang belum ditemukan vaksin maupun obatnya. Virus penyebabnya pun merupakan jenis coronavirus baru yang belum pernah dikenali. Dengan kurangnya informasi terkait COVID-19, tidak mengherankan bila banyak kabar simpang-siur beredar mengenai wabah ini.

Lalu, apa saja kesalahan yang perlu dihindari agar tidak memperburuk wabah COVID-19?

Daftar kesalahan yang dapat memperburuk wabah COVID-19

1. Tidak mengkarantina diri saat sakit

karantina adalah

Semua orang yang mengalami gejala COVID-19 disarankan untuk mengkarantina diri, sebagaimana dilansir dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Gejala yang dimaksud mencakup demam ringan, batuk, dan sakit tenggorokan.

Sementara itu, orang-orang yang mengalami gejala lebih parah seperti demam tinggi, tubuh lesu atau lemah, serta sesak napas harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Pasien perlu menjalani perawatan isolasi hingga kondisinya membaik.

Meski telah disarankan oleh CDC, ternyata belum semua orang memahami pentingnya karantina ketika sakit. Hal ini amat disayangkan, sebab pasien COVID-19 yang belum menunjukkan gejala pun sudah dapat menularkan infeksi kepada orang yang sehat. 

Ini adalah salah satu kesalahan umum yang dapat memperburuk wabah COVID-19 dan memperluas penyebarannya. Padahal, satu langkah karantina yang sederhana akan berperan besar dalam mencegah penularan COVID-19.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

563,680

Terkonfirmasi

466,178

Sembuh

17,479

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

2. Tidak menjalani pola hidup bersih dan sehat

terlalu sering mencuci tangan

Kesalahan lain yang bisa memperburuk wabah COVID-19 adalah menganggap sepele pola hidup bersih dan sehat. Padahal, ini merupakan langkah terpenting yang perlu Anda lakukan untuk melindungi diri dari penularan COVID-19.

CDC menyarankan beberapa kebiasaan sederhana yang akan membantu mengurangi risiko penularan COVID-19, yakni:

  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun paling tidak selama 20 detik, atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung sedikitnya 60 persen alkohol.
  • Rutin membersihkan barang-barang yang sering tersentuh menggunakan cairan pembersih.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dulu.
  • Menutup mulut dan hidung saat bersin menggunakan tisu, atau dengan lengan baju bila tisu tidak tersedia.
  • Mengenakan masker jika mengalami gejala COVID-19, atau bila Anda merawat pasien COVID-19.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sakit.
  • Tidak bepergian ke luar rumah ketika sakit.

COVID-19 menular melalui droplet (percikan cairan mengandung virus) yang memasuki tubuh secara langsung atau terdapat pada permukaan barang. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan menjaga diri dan lingkungan tetap bersih.

3. Percaya teori konspirasi, tapi tidak tenaga kesehatan profesional

berita hoax

Internet dan media sosial penuh dengan informasi keliru serta teori konspirasi terkait COVID-19. Sebagai contoh, beberapa teori konspirasi menyebutkan bahwa wabah COVID-19 sebenarnya tidak ada dan bukan ancaman kesehatan yang serius.

Jika seseorang percaya bahwa COVID-19 hanyalah tipuan, lalu mengalami gejalanya, ia tentu akan mengabaikan gejala tersebut dan berisiko menulari banyak orang. Inilah kesalahan yang lantas memperburuk wabah COVID-19 dan menghambat pencegahan.

Situasinya bahkan bisa lebih buruk lagi apabila pasien tidak memercayai saran tenaga medis profesional dan lebih meyakini saran yang belum tentu benar. Alih-alih sembuh, kondisi pasien justru bisa memburuk dan penyakit dapat menyebar semakin luas.

4. Menimbun masker untuk kepentingan pribadi

masker

Banyak orang berbondong-bondong membeli masker sejak munculnya COVID-19. Ini adalah kesalahan lain yang bisa memperburuk wabah COVID-19, sebab penggunaan masker bagi orang yang sehat justru tidak efektif untuk mencegah penularan.

Masker bedah biasa tidak bisa melindungi Anda dari coronavirus penyebab COVID-19. Pasalnya, masker ini longgar pada bagian mulut dan hidung. Penyaringnya juga tidak cukup rapat untuk menghalau virus yang berukuran amat kecil.

jenis masker

Fungsi masker akan lebih efektif bila digunakan oleh orang yang sakit, tenaga medis yang berisiko, atau mereka yang mengurus anggota keluarga sakit di rumah. Jika ada banyak orang sehat yang membeli masker, mereka yang betul-betul membutuhkannya akan kesulitan memperoleh masker sehingga berisiko tinggi terkena penyakit.

5. Mencari pengobatan alternatif

bahan herbal untuk obat batuk berdahak

Apabila orang yang menunjukkan gejala COVID-19 tidak mengkarantina diri dan malah mencari pengobatan alternatif, kondisinya justru bisa bertambah buruk. Selain itu, ia juga lebih berisiko menularkan COVID-19 kepada orang lain.

Saat ini, belum ditemukan vaksin maupun obat untuk COVID-19. Beberapa bahan alami diklaim dapat meredakan gejala dan mencegah penularan COVID-19, tapi klaim tersebut masih perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

COVID-19 sejauh ini ditangani dengan perawatan yang bertujuan untuk memulihkan kesehatan pasien sehingga tubuhnya mampu melawan virus sendiri. Jadi, waspadalah dengan klaim yang menyatakan bahwa metode tertentu bisa mengatasi COVID-19.

Selain itu, konsumsi vitamin dan mineral secara teratur juga baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Meningkatkan daya tahan tubuh tidak hanya dengan mengonsumsi vitamin C, tetapi juga dibutuhkan kombinasi beberapa vitamin dan mineral. 

Pentingnya Vitamin C untuk Mencegah Virus Corona

Jenis vitamin lain yang Anda perlukan contohnya vitamin A, E, serta B kompleks. Agar sistem imun Anda kuat, diperlukan juga mineral seperti selenium, zinc, dan zat besi. Selenium menjaga kekuatan sel dan mencegah kerusakan DNA. Lalu zinc memicu respons kekebalan tubuh. Selain itu, zat besi membantu penyerapan vitamin C.

Pada situasi genting seperti merebaknya COVID-19, sejumlah orang mungkin akan melakukan kesalahan yang dapat memperburuk penyebaran wabah. Meskipun lazim, kesalahan seperti ini perlu dibendung untuk menghindari kepanikan dan ketakutan.

Anda dapat berperan aktif dengan melakukan beberapa langkah sederhana. Langkah tersebut yakni mengenal gejala umum COVID-19, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memilah informasi yang beredar di sekitar Anda.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Selama pandemi ada tren peningkatan angka kehamilan yang berakhir dengan stillbirth atau bayi lahir mati, di mana bayi meninggal di dalam rahim. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Lebih dari 50% penularan COVID-19 terjadi dari orang tanpa gejala (OTG) termasuk mereka yang berada di tahap awal infeksi dan masih belum bergejala.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Banyak pasien COVID-19 mengalami infeksi kedua meski telah sembuh. Berapa lama antibodi yang dihasilkan pada saat infeksi pertama bisa bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, banyak pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menangani keluhan post COVID-19 syndrome. Apa pentingnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Beda swab PCR dan rapid test

Semua Hal tentang Rapid Test & Tes Swab yang Perlu Kamu Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
obat anti-depresan covid-19

Obat Antidepresan untuk Menangani COVID-19, Benarkah Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
bayi dengan antibodi covid-19

Bayi di Singapura Lahir dengan Antibodi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
covid-19 lockdown

Karantina Wilayah Karena COVID-19 Terbukti Menyelamatkan Banyak Nyawa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit