Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Salah satu kelompok yang dinilai rentan mengembangkan kondisi yang parah saat terinfeksi COVID-19 adalah penderita asma. Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan bagi penderita asma untuk menghadapi pandemi penyakit yang juga menyerang saluran pernapasan ini?

Tips menghadapi COVID-19 bagi penderita asma

asma akibat kerja okupasi

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), penderita asma sedang hingga berat kemungkinan berisiko lebih tinggi mengembangkan komplikasi dari COVID-19.

Pasalnya, penyakit yang sudah mewabah ke seluruh dunia ini memengaruhi saluran pernapasan penderitanya. Akibatnya, serangan asma mungkin tidak dapat dihindari hingga menyebabkan pneumonia dan penyakit pernapasan akut. 

Sementara itu, sejauh ini belum ada vaksin dan obat yang khusus untuk mengobati virus ini. Maka dari itu, menerapkan upaya mencegah penularan COVID-19, seperti rutin mencuci tangan dan physical distancing adalah pencegahan yang paling efektif. 

Hal ini berlaku pada siapa saja, termasuk para penderita asma. Namun, Anda mungkin perlu menambahkan langkah-langkah pencegahan tambahan mengingat kondisi kesehatan yang lebih berisiko terhadap komplikasi COVID-19

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

365,240

Terkonfirmasi

289,243

Sembuh

12,617

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Mengurangi aktivitas di luar rumah

Salah satu tips menghadapi COVID-19 bagi penderita asma adalah mengurangi aktivitas di luar rumah. Sama seperti masyarakat pada umumnya, berada di rumah bisa membantu memperlambat penyebaran virus. 

Apabila Anda menderita asma dan tidak perlu pergi ke kantor atau bekerja di luar rumah, usahakan untuk ke luar hanya untuk kepentingan di bawah ini:

Selain berada mengurangi pergi ke luar, menghindari menyentuh wajah saat tangan belum dicuci pun diperlukan. Bahkan, sebaiknya Anda menggunakan tisu untuk menyeka hidung ketika bersin atau batuk. 

2. Menerapkan penanganan asma dengan cermat

inhaler atau nebulizer yang harus dipilih

Bagi para penderita asma, pandemi COVID-19 membuat mereka harus meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi, gejala COVID-19 terlihat mirip dengan gejala asma, sehingga membedakannya pun mungkin terasa sulit. 

Hal ini dikarenakan ketika penderita asma mengalami infeksi pada saluran pernapasan, gejala asma mereka akan muncul.

Oleh karena itu, tindakan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menerapkan beberapa langkah menangani gejala asma yang sederhana selama pandemi, seperti:

  • tetap menggunakan inhaler setiap waktu yang telah ditentukan
  • membawa inhaler pereda (berwarna biru) setiap hari, terutama saat gejala asma terjadi
  • tetap melanjutkan pengobatan yang sedang berjalan, termasuk inhaler berisi steroid
  • membuat peak flow harian untuk membedakan gejala asma dan COVID-19
  • menghindari pemicu asma
  • menyediakan stok obat-obatan jika perlu di rumah dalam waktu yang lama
  • berhenti merokok untuk mengurangi risiko tertular COVID-19
  • mencoba mengelola rasa cemas saat pandemi yang bisa memicu serangan asma

Dengan demikian, Anda bisa melewati hari-hari dengan tenang selama pandemi COVID-19 ini berlangsung karena adanya panduan saat serangan asma terjadi.

3. Minta bantuan orang lain untuk mendisinfeksi barang

Selain menyiapkan obat-obatan dan rencana saat serangan asma terjadi, penderita asma pun perlu membersihkan barang dengan disinfektan, terutama saat COVID-19 berlangsung.

Bila memungkinkan, usahakan meminta bantuan orang lain yang tidak menderita asma untuk membersihkan barang menggunakan disinfektan. Pasalnya, bahan-bahan pada disinfektan memungkinkan Anda untuk mengalami serangan asma, sehingga lebih baik minta bantuan orang lain. 

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita asma saat membersihkan barang dan ruangan dengan disinfektan.

  • tidak berada di ruangan yang sama
  • meminimalkan penggunaan disinfektan berbahan yang bisa memicu asma
  • membuka setiap jendela dan pintu serta menggunakan kipas agar udara ke luar
  • membersihkan permukaan barang, seperti remote TV, meja, gagang pintu dan meja
  • menyemprotkan atau menuangkan produk semprot ke kain atau handuk kertas

Bagaimana jika penderita asma terinfeksi COVID-19?

sesak napas bangun tidur

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, tidak menutup kemungkinan penderita asma terkena infeksi COVID-19. Apabila hal ini terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika mengembangkan gejala COVID-19, yaitu:

  • tetap berada di rumah dan lakukan konsultasi via internet
  • menggunakan layanan khusus untuk COVID-19 demi mendapatkan saran
  • memberitahu tenaga kesehatan bahwa Anda menderita asma dan gejalanya memburuk
  • mencari tahu perbedaan batuk biasa dengan batuk saat terinfeksi COVID-19
  • tetap mengikuti rencana tindakan asma yang sudah dibuat
  • minum obat asma yang sudah diresepkan dokter seperti biasa
  • minta bantuan ke petugas medis via telepon jika gejala COVID-19 tidak kunjung mereda

Penggunaan inhaler memang dapat membantu Anda meredakan gejala asma, seperti sesak napas dan batuk. Namun, pemakaian inhaler mungkin tidak dapat membantu meringankan gejala yang disebabkan oleh COVID-19, seperti sesak napas.

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Penderita asma dan COVID-19 memang bisa memperlihatkan gejala yang sama, tetapi untuk penyebab yang berbeda. Sementara itu, inhaler Anda berfungsi untuk melawan gejala yang disebabkan oleh asma. 

Apabila Anda ragu, jangan lupa untuk mengikuti rencana tindakan saat serangan asma terjadi dan memakai inhaler pereda untuk meringankan sesak dada. Jika tidak berhasil dan masih kesulitan bernapas, segera hubungi bantuan medis. 

Penderita asma mungkin lebih berisiko mengembangkan komplikasi yang serius dari COVID-19. Namun, perencanaan tindakan asma yang matang dan cara mencegah COVID-19 perlu dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.

Jika Anda merasakan gejala COVID-19, segera hubungi layanan kesehatan khusus yang menangani hal ini.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Pelonggaran PSBB dan Risiko Terhadap Penularan COVID-19

PSBB kembali dilonggarkan setelah sebelumnya diperketat akibat terjadi lonjakan kasus infeksi. Seperti apa risiko pelonggaran PSBB?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mencegah Megaklaster COVID-19 dengan Menghindari 3C

Satu peristiwa superspreader bisa menjadi megaklaster penularan COVID-19 sedangkan satu kasus lainnya bisa jadi tidak menularkan sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Vaksin COVID-19 bukan satu-satunya solusi

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit