Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari dua juta kasus di seluruh dunia dan sekitar dua ratusan orang meninggal dunia. Imbas dari pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, melainkan juga perekonomian dunia. Banyak pegawai yang diberhentikan karena perusahaannya tidak lagi mendapatkan pemasukan dan membuat mereka stres. Lantas, bagaimana cara mengatasi stres karena PHK?

Mengapa stres karena PHK terus menerus terjadi?

kesehatan mental kehilangan pekerjaan

Kehilangan pekerjaan adalah salah satu penyumbang terbesar mengapa seseorang merasa depresi dan stres. Begini, tidak memiliki pekerjaan artinya kondisi finansial Anda tidak stabil dan menyebabkan munculnya konflik baru. 

Pada saat konflik tersebut muncul, hal ini tentu dapat menambah beban pikiran Anda alias stres. Jika stres tidak dapat diatasi dan kian memburuk, kondisi ini akan memengaruhi mental Anda. 

Terlebih lagi di masa wabah Corona ini sejumlah orang yang terkena pemutusan kerja tidak berpenghasilan dan khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Bahkan, bagi orang yang ingin mencari pekerjaan baru pun terasa sulit karena situasi di luar tidak memungkinkan mereka untuk keluar rumah.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

392,934

Terkonfirmasi

317,672

Sembuh

13,411

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Seiring dengan berjalannya waktu dan situasi tidak kunjung membaik, mengatasi stres karena PHK akan terasa sulit. Akibatnya, kondisi ini bisa mengacu pada rasa cemas, peningkatan gejala somatik, hingga depresi. Bagaimana tidak, tidak adanya  penghasilan tak hanya berpengaruh pada kondisi finansial, melainkan hubungan dengan pasangan, keluarga, hingga diri sendiri. 

Tips mengatasi stres karena PHK agar tidak depresi

Setelah dipanggil oleh pimpinan dan resmi diberhentikan dari pekerjaan, Anda mungkin akan mengalami masa-masa yang cukup berat. Rasa marah, sedih, dan kecewa tentu akan muncul dan sangat wajar terjadi karena realita yang terjadi tidak sesuai ekspektasi.

Maka itu, penting untuk mengelola emosi dan stres karena PHK agar tidak berujung pada depresi dan memperburuk kondisi Anda. Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin dapat meringankan isi kepala Anda saat diberhentikan dari pekerjaan akibat pandemi

1. Melampiaskan emosi dengan cara yang benar

menangis tiba-tiba

Amarah, sedih, dan kecewa saat diberhentikan dari pekerjaan adalah emosi yang nyata dan normal. Wajar bila Anda ingin melampiaskan emosi tersebut. 

Namun, Anda perlu mengatasi emosi dan rasa stres di pikiran akibat PHK ini dengan cara yang lebih positif dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti:

  • Memberikan waktu untuk diri sendiri.
  • Membuat batas waktu, kapan harus berhenti merasa sedih dan marah.
  • Mulai mempersiapkan diri untuk rencana hidup yang baru.
  • Jika terasa berat, bercerita ke orang lain adalah pilihan yang baik.
  • Evaluasi diri sendiri dan kembangkan diri menjadi lebih baik.
  • Mulai mencari kegiatan baru yang positif di waktu luang.

cara sehat karantina diri COVID-19

2. Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan identitas

krisis identitas

Apabila stres akibat PHK tidak dikelola dengan baik, kondisi Anda akan terus memburuk dan merasa kehilangan identitas diri

Perlu diingat, kehilangan pekerjaan bukan berarti Anda kehilangan jati diri. Identitas Anda tetap ada, tetapi Anda perlu mencari pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian diri sendiri. 

Sebagai contoh, seorang akuntan yang dipecat bukan berarti tidak dapat melamar dengan posisi yang sama. Ia hanya perlu mencari perusahaan baru yang akan mempekerjakannya sebagai akuntan. 

Maka itu, perlu dipahami bahwa kehilangan pekerjaan tidak sama dengan kehilangan identitas. Pekerjaan masih dapat dicari lagi sesuai dengan jati diri Anda saat itu. 

3. Berpikiran positif meskipun melalui masa sulit

menghilangkan kecemasan energi positif

Selain sadar bahwa pekerjaan bukanlah segala-galanya, mengatasi stres karena PHK juga dapat dilakukan dengan tetap berpikiran positif. Terdengar mudah, tetapi tentu sulit dilakukan, terutama di masa sulit seperti ini. 

Ada beberapa tahapan yang bisa Anda lewati demi mengisi pikiran dengan hal-hal positif, yaitu:

  • Menerima kenyataan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
  • Sadar bahwa Anda tidak seorang diri mengalami kondisi ini.
  • Mulai melakukan kegiatan yang disukai, seperti melanjutkan hobi.
  • Tetap menjaga hubungan dengan orang lain, terutama ketika tinggal sendirian.
  • Belajar melihat dari sudut pandang lain dan mencoba lebih bijak mencari solusi.
  • Melawan pikiran negatif dengan fakta dan tidak overthinking.
  • Pantang menyerah dan tetap melakukan yang terbaik untuk diri sendiri.

Setidaknya, ketimbang meratapi peristiwa yang sudah terjadi dan tidak bisa dikembalikan lagi, sebaiknya mencari solusi dan mulai mengambil tindakan. Dengan begitu, Anda bisa mengendalikan emosi dan stres karena PHK dengan baik. 

4. Mengatasi stres lewat kegiatan positif

cara meredakan stress

Siapa bilang mengatasi stres karena PHK hanya dapat dilakukan dengan berpikir positif? Anda bisa menyalurkan emosi tersebut lewat kegiatan positif, lho. 

Selama pandemi ini berlangsung mungkin Anda akan kesulitan untuk bertemu atau sekadar jalan-jalan ke luar. Namun, ada banyak hal yang bisa dilakukan tanpa perlu membuka pintu, seperti memulai mencari hobi baru

Anda mungkin bisa mulai melukis dan berolahraga yang baik untuk kesehatan tubuh. Di sela-sela waktu mencari kerja, Anda dapat mengikuti webinar, membaca buku, atau sekadar bermain game, seperti menyusun puzzle

Bosan berada di rumah sendirian dan teman-teman yang lain sibuk dengan pekerjaannya? Mencari teman dan orang baru lewat media sosial bukanlah ide buruk. 

Kesehatan Mental Karyawan Kena PHK Karena Pandemi COVID-19

Walaupun demikian, tidak semua kegiatan bisa Anda lakukan sembarangan. Terlebih lagi, jika emosi dan pikiran Anda masih sangat rentan ketika melihat hal yang berhubungan dengan pekerjaan. 

Usahakan untuk tidak terlalu lama menyendiri dan sibuk dengan pikiran sendiri. Pasalnya, hal tersebut bisa mendorong Anda pada hal buruk seperti minum alkohol berlebihan atau menggunakan obat-obat terlarang seperti narkoba.

Bila perlu, kurangi komunikasi atau tatap muka dengan orang yang membuat Anda tidak nyaman untuk sementara waktu sangat dianjurkan. 

Maka itu, mengatasi stres karena PHK lewat kegiatan positif adalah salah satu jalan terbaik agar tidak terus terpuruk oleh keadaan. 

5. Memotivasi diri sendiri

hal yang meningkatkan motivasi

Mengatasi stres akibat PHK pun memerlukan motivasi dari diri sendiri dan orang terdekat. Hal ini bertujuan agar Anda bisa tetap maju. Maka itu, memiliki support system penting dalam kondisi seperti ini. 

Begini, merasa down saat dipecat dari pekerjaannya adalah hal yang normal. Namun, mempunyai orang yang bisa mendukung Anda tentu membuat diri jadi lebih mudah untuk bangkit. Anda tidak merasa berjuang sendirian. 

Sementara itu, ketika tidak memiliki dukungan dari siapapun artinya Anda bertanggung jawab atas hidup sendiri. Maka itu, cobalah untuk memberikan motivasi untuk diri sendiri dan masa depan. 

Apabila orang terdekat mengalami hal yang sama, menawarkan dukungan untuk mengendalikan stres yang mereka alami karena PHK adalah hal yang baik. Dengan begitu, Anda bisa menjalankan tugas dengan baik untuk menghibur dan memotivasi teman untuk bangkit. 

Mempersiapkan mental saat tahu akan dipecat

Sebenarnya, ada hal yang bisa Anda lakukan, terutama ketika mengetahui akan ada pengurangan karyawan besar-besaran. 

Dengan demikian, Anda bisa mempersiapkan diri dan mampu mengatasi stres karena PHK, seperti:

  • Bertanya kepada perusahaan tentang kepastian dari kabar tersebut.
  • Menunjukkan kemampuan untuk melihat kesempatan lain.
  • Mulai mempersiapkan diri dan menerima kenyataan.
  • Mengevaluasi dan menyiapkan bekal di tempat kerja selanjutnya.
  • Tidak menyalahkan diri sendiri.
  • Mulai membuat rencana untuk masa depan.

Hidup Anda akan terus berjalan meskipun diberhentikan dari pekerjaan. Maka itu, mengatasi stres karena PHK adalah salah satu hal yang penting untuk bangkit dari keterpurukan. 

Jangan lupa untuk tetap ingat bahwa semuanya akan lekas membaik dan tetap melakukan upaya mencegah penularan COVID-19, terutama saat mencari kerja. 

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli Jennyfer, M.Psi, Psikolog

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Imbas dari COVID-19 membuat sebagian pekerja diberhentikan dari pekerjaannya dan merasa stres. Yuk, kenali cara mengatasi stres karena PHK di sini.

Ditulis oleh: Jennyfer, M.Psi, Psikolog
mengatasi stres karena phk
Coronavirus, COVID-19 4 Mei 2020

Mulai Mencintai Diri Sendiri dengan Prinsip Body Positivity

Body positivity adalah fenomena yang hadir agar orang mampu menerima kekurangannya secara fisik. Lalu, bagaimana cara prinsip ini dijalankan?

Ditulis oleh: Jennyfer, M.Psi, Psikolog
Hidup Sehat, Psikologi 9 Maret 2020

Cara Bijak Hadapi Pasangan yang Suka Bandingkan Anda dengan Orang Lain

Bagi Anda yang memiliki pasangan yang suka membandingkan Anda dengan orang lain mungkin merasa risih dan bingung apakah hubungan ini sehat atau tidak.

Ditulis oleh: Jennyfer, M.Psi, Psikolog
pasangan membandingkan dengan orang lain
Hidup Sehat, Psikologi 16 Oktober 2019

Yang juga perlu Anda baca

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Kepadatan penduduk suatu kota dapat memengaruhi lama waktu pandemi COVID-19 berlangsung. Kota besar diprediksi bakal lebih lama mengalami pandemi, mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Di tengah pandemi COVID-19, China juga sedang diserang wabah lain dari infeksi norovirus yakni penyakit yang menyebabkan peradangan usus.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Stres saat hamil memang normal. Tetapi jika ibu hamil mengalami stres hingga mengganggu aktivitasnya, dampak stres tersebut bisa memengaruhi janin.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Perkembangan Janin, Kehamilan 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebiasaan mencuci tangan covid-19

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit