home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Stres Bisa Memicu Kelelahan, Ini Cara Mengatasinya

Stres Bisa Memicu Kelelahan, Ini Cara Mengatasinya

Stres sering kali berdampak pada kualitas dan waktu tidur seseorang. Umumnya, orang-orang mengaku lebih sulit untuk beristirahat saat mereka mengalami stres, sehingga hal tersebut juga berdampak pada jam tidur yang berkurang. Namun pada beberapa orang lainnya, stres malah memicu kelelahan yang membuat mereka merasa ingin tidur sepanjang hari.

Bagaimana stres bisa memicu kelelahan?

cara mengatasi kelelahan

Dilansir dari Huffington Post, Deirdre Conroy, seorang direktur klinis di pusat gangguan tidur Universitas Michigan mengatakan, stres akan mempengaruhi kualitas dan kontinuitas tidur seseorang.

Efeknya, ada beberapa orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur, tapi ada juga yang sering terjaga atau terbangun berkali-kali di tengah tidur.

Biasanya stres dikaitkan dengan gejala insomnia. Pasalnya, ketika seseorang terkena paparan stres, maka tubuhnya akan mendorong lebih banyak rangsangan kognitif pada otak.

Rangsangan itu mengakibatkan seseorang jadi lebih sulit untuk menenangkan diri dan memikirkan hal-hal yang akhirnya membuat mereka susah memejamkan mata. Penyebab stres tersebut akan memicu kelelahan.

Stres juga mengarah pada peningkatan aktivasi sistem saraf simpatik yang kerap disebut sebagai fight or flight response. Fight or flight response merupakan sebuah mekanisme tubuh yang muncul ketika seseorang sedang menghadapi stres atau sebuah situasi yang berbahaya.

Pada saat itulah kelenjar dalam tubuh akan menghasikan hormon epinefrin atau yang lebih dikenal sebagai adrenalin.

Hormon adrenalin yang mengalir ke seluruh tubuh akan memberikan efek seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah yang membuat seseorang jadi lebih waspada terhadap lingkungan di sekitarnya.

Namun, tak jarang juga respons stres tersebut memicu kelelahan dan rasa mengantuk setelahnya. Proses terjadinya fight or flight response di dalam tubuh sendiri pun sangat menguras energi.

Pada saat hormon adrenalin yang dihasilkan dari fight or flight response mulai menurun, tubuh pun akan melepaskan berbagai hormon lainnya seperti kortisol yang merupakan hormon stres utama tubuh. Kadar kortisol yang tinggi akan mendorong tubuh untuk mengisi kembali energi yang hilang selama seseorang mengalami tekanan.

Dengan begitulah tubuh mengirim sinyal berupa rasa kantuk agar bisa membuat seseorang tertidur untuk mengembalikan energi yang telah digunakan.

Selain itu, banyak juga yang menganggap tidur sebagai sebuah cara singkat untuk melepaskan diri dari stres. Setidaknya, tidur akan memberikan sedikit rasa tenang.

Menghilangkan kantuk saat sedang stres

ngantuk saat puasa

Memang, tidur untuk melepas penat dan stres bukanlah solusi yang buruk. Namun, jika tindakan ini mulai menjadi kebiasaan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya Anda melakukan sesuatu untuk mengurangi frekuensinya.

Terkadang, rasa kantuk akibat stres yang dirasakan bisa berasal dari seberapa tingginya kadar glukosa di dalam darah.

Banyak orang yang kerap melampiaskan stresnya dengan mengonsumsi makanan manis dan berkarbohidrat tinggi. Hal ini normal mengingat pada saat stres tubuh juga memerlukan energi dalam bentuk glukosa.

Sayangnya, terlalu banyak konsumsi gula akan mengurangi aktivitas sel orexin sebagai pengatur gairah dan kesadaran. Akibatnya, Anda pun akan merasa mengantuk setelahnya.

Oleh karena itu, salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah mulai mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat tinggi setiap kali merasa stres. Ganti juga minuman ringan dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup.

Selingi dengan olahraga untuk kebugaran tubuh di sela-sela jadwal kegiatan Anda. Bergerak lebih aktif sudah dipercaya menjadi cara yang cukup efektif untuk mengurangi rasa kantuk.

Tidak harus melakukan olahraga yang berat, kegiatan yang mudah seperti berjalan kaki juga bisa menjadi pilihan.

Cara lainnya adalah dengan mengatasi faktor-faktor yang membuat Anda stres. Tanyakan kembali pada diri sendiri akan hal-hal yang membuat Anda merasa terbebani, bila perlu Anda bisa menulisnya satu persatu di catatan.

Meski tak selalu mudah, menyortir pikiran setidaknya akan membantu Anda untuk lebih mengetahui akar masalah dan solusinya serta menghindarkan Anda dari stres yang dapat memicu kelelahan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Fight-or-Flight Response Prepares Your Body to Take Action. (2020). Retrieved 17 March 2020, from https://www.verywellmind.com/what-is-the-fight-or-flight-response-2795194

Why You Struggle To Stay Awake When You’re Stressed. (2020). Retrieved 17 March 2020, from https://www.huffpost.com/entry/stress-falling-asleep_l_5dd1ff1be4b01f982f045d58

With my stress comes sleepiness. (2020). Go Ask Alice!. Retrieved 17 March 2020, from https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/my-stress-comes-sleepiness-0

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 02/04/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x