Cara Karantina Diri Sendiri di Rumah untuk Cegah Penularan COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

COVID-19 telah menginfeksi ratusan ribu orang dari 109 negara sejak kemunculannya pada akhir 2019. Guna mencegah penyebaran lebih lanjut, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan cara karantina diri yang bisa dilakukan tiap orang di rumah masing-masing, terutama bagi mereka yang menunjukkan gejala COVID-19.

Salah satu kesalahan yang memperburuk wabah COVID-19 yakni tidak mengkarantina diri sendiri ketika wabah merebak. Padahal, karantina dengan cara yang tepat sangat penting untuk mencegah penularan COVID-19. Karantina juga membantu melindungi orang yang sehat dan menunjang kesembuhan bagi orang yang terjangkit penyakit.

Siapa yang memerlukan karantina diri saat wabah COVID-19?

obh combi plus

Karantina adalah pemisahan dan pembatasan gerak orang-orang sehat yang mungkin terpapar penyakit menular. Karantina dilakukan karena orang-orang tersebut bisa jadi telah terpapar kuman tapi tidak menyadarinya atau tidak menunjukkan gejala apa pun.

CDC menyarankan agar tiap orang yang berisiko terjangkit COVID-19 menerapkan cara karantina diri. Orang-orang yang berisiko adalah mereka yang menunjukkan gejala, memiliki hasil positif COVID-19, atau baru pulang dari negara yang terkena wabah ini.

Melalui karantina, para tenaga kesehatan dapat memantau orang-orang yang berisiko dan menentukan apakah mereka betul-betul terjangkit COVID-19. Karantina juga akan mencegah interaksi antara orang sakit dengan orang yang sehat sehingga penyakit tidak semakin menyebar luas.

Karantina sering kali dikaitkan dengan isolasi, tetapi perlu diketahui bahwa keduanya berbeda. Isolasi dilakukan untuk memisahkan orang sakit dari orang yang sehat. Pasien yang diisolasi biasanya juga menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tidak seperti isolasi yang lebih ketat, karantina guna mencegah penularan COVID-19 dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana. Anda bahkan dapat melakukannya di lingkungan rumah, baik sendirian ataupun dengan keluarga, tergantung siapa saja yang terpapar.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

373,109

Terkonfirmasi

297,509

Sembuh

12,857

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Cara melakukan karantina diri untuk mencegah COVID-19

flu batuk pilek

Karantina dan isolasi sama-sama terbukti efektif melindungi masyarakat dari paparan penyakit. Namun, agar karantina dapat memberikan hasil optimal, setiap orang perlu menerapkannya dengan cara yang tepat.

CDC menjabarkan beberapa cara melakukan karantina diri bagi Anda yang berisiko tertular. Berikut di antaranya:

1. Membatasi kontak dengan orang lain dan hewan peliharaan

Sedapat mungkin, batasi kontak dekat dengan semua orang di luar maupun di dalam rumah Anda. Jika Anda tinggal bersama keluarga, tidurlah di kamar yang berbeda dan gunakan kamar mandi yang berbeda bila memungkinkan.

Jangan izinkan orang lain mengunjungi Anda untuk sementara, kecuali terdapat urusan penting yang membuatnya harus berada di rumah Anda. Jangan pergi ke luar rumah, kecuali Anda harus memperoleh perawatan atau obat-obatan dari rumah sakit.

Belum ada laporan terkait penularan COVID-19 lewat hewan peliharaan. Namun, Anda tetap perlu membatasi kontak dengan hewan hingga terdapat informasi lebih lanjut. Jika Anda harus menyentuh hewan peliharaan, gunakan masker dan cuci tangan lebih dulu.

2. Membersihkan perabotan di rumah

Meskipun Anda sedang melakukan karantina diri, virus COVID-19 tetap bisa menular dengan cara menempel pada perabotan di rumah. Maka dari itu, pastikan Anda rutin membersihkan permukaan perabot maupun barang-barang yang sering disentuh.

Bersihkan permukaan meja dan kursi, kenop pintu, pegangan tangga, serta perabotan rumah Anda dengan kain lap dan cairan desinfektan yang sesuai. Bersihkan pula permukaan perabot yang mungkin terpapar cairan tubuh, darah, atau feses seperti toilet.

COVID-19

3. Mencuci tangan secara rutin

Cuci tangan Anda menggunakan air mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik, terutama sebelum makan dan menyiapkan makanan. Anda juga perlu mencuci tangan setelah batuk, bersin, membersihkan hidung dari lendir, dan memakai kamar mandi.

Air dan sabun sudah cukup untuk menjaga tangan tetap bersih. Jika tidak ada sabun, gunakan hand sanitizer yang mengandung sedikitnya 60 persen alkohol. Pastikan tangan Anda selalu bersih sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut.

4. Jangan berbagi barang pribadi dengan orang lain

COVID-19 menular lewat droplet, atau percikan cairan tubuh yang mengandung partikel virus. Apabila Anda berbagi barang pribadi dengan orang lain, droplet mungkin akan menempel pada barang tersebut dan berpindah ke anggota keluarga yang sehat.

Oleh sebab itu, hindari berbagi peralatan makan dan minum, alat makan, handuk, dan selimut dengan orang lain di rumah Anda. Usai menggunakan barang-barang tersebut, segera cuci bersih dengan air dan sabun cuci.

Guna mencegah penyebaran COVID-19, Anda sebaiknya melakukan cara karantina diri tersebut selama setidaknya dua minggu. Setiap kasus COVID-19 akan berbeda, jadi pastikan Anda juga memantau gejala yang muncul selama mengkarantina diri.

Efek Coronavirus COVID-19 pada Lansia, Ibu Hamil hingga Anak

Segera periksakan diri Anda ke rumah sakit bila Anda mengalami sesak napas atau gejala menjadi semakin parah. Sebelum mendatangi rumah sakit, hubungi pihak rumah sakit terlebih dulu untuk memberitahu bahwa Anda mungkin terjangkit COVID-19.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Pelonggaran PSBB dan Risiko Terhadap Penularan COVID-19

PSBB kembali dilonggarkan setelah sebelumnya diperketat akibat terjadi lonjakan kasus infeksi. Seperti apa risiko pelonggaran PSBB?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mencegah Megaklaster COVID-19 dengan Menghindari 3C

Satu peristiwa superspreader bisa menjadi megaklaster penularan COVID-19 sedangkan satu kasus lainnya bisa jadi tidak menularkan sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Vaksin COVID-19 bukan satu-satunya solusi

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit