🔥 Diskusi Menarik

Serangan kecemasan/ panic

Dok, sya 32 th, sya mau tanya apakah umur segini masih bisa terserang panic attack/ anxiety disorder..?

Jd bgni ceritanya dok. Awalnya kejadian sekitar seminggu yg lalu sya sedang mkn mie ayam si kedai mie ayam gtu,, nah setelah dtg makanan, sya buka hp terus scroll ig trus liat berita kecelakaan smpe orgnya meninggal.. Setelah sya baca captionya knp tiba2 sya panik keluar keringat dingin, trus sesak napas kepala dan jiwa seakan melayang bgtu dok ampe lemas.. Sampai2 sya ga jadi makan mie ayamnya.. Sya akui sya perokok berat dan suka ngopi juga begadang.. Apakah itu jd penyebabnya..?? Trus stlah rasa panik itu melanda selama hmpir seminggu ini sya sesak napas, kepala dan jiwa seperti melayang, seperti bkn diri sendiri dan apapun yg sy lakukan sprti tidak nyata, sering bengong dan melamun dan sllu berpikir negatiff dan tkut dengan kematian.. Tpi skrg kondisi sudah ber angsur pulih hanya seperti depersonalisasi/ derealisasi saja.. Baru kemarin sya beolrobat ke dokter umum.. Ktnya ada gangguan pencernaan makanan.. Atau lambung sudah dikasih obatnya dan sudah sya minum.. Memang sedikit berangsur pulih nmun perasaan seperti bkn diri sendiri ini masih ada.. Kira2 itu bisa sembuh ga ya fok sya ingin sprti sebelumnya.. Melakukan apapun secara enjoy ga seperti ini.. Terima kasih dok

1
63k
3 komen

3 komentar

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda.


Serangan panic (panic attact) muncul ketika tubuh mempersiapkan untuk merespon fight or flight. Gejala yang dirasakan tidak hanya sebatas gejala psikologis saja, tetapi juga memunculkan gejala pada fisik seperti detak jantung meningkat, napas pendek, dada terasa sesak, pusing, otot tegang, menganggu pola tidur, dsb.

Ada baiknya anda kembali berkonsultasi dengan psikiater, kemudian sampaikan keluhan yang anda alami agar mendapatkan pengobatan dengan dosis yang sesuai. Perlu diingat bahwa anda tidak dianjurkan untuk menghentikan, dan mengurangi atau menambah dosis pengobatan sendiri tanpa persetujuan dokter karena akan memberikan efek buruk bagi diri anda. Oleh karena itu, pada saat psikiater memberikan obat dan aturan minumnya, maka sebaiknya dilaksanakan sesuai aturan. Adapun jika ditengah pengobatan merasa membaik, maka konsultasikan terlebih dahulu sebelum menghentikan pengobatan.

Selain itu dari sisi psikologis, anda perlu mengenali situasi/ kondisi pemicu anda mengalami hal tersebut sehingga lebih mudah untuk diantisipasi, misalnya dengan membawa air minum ke manapun. Selain itu, lakukan relaksasi pernapasan (fokus pada napas masuk dan napas keluar). Anda juga perlu mengelola stress anda dengan tepat. Jangan malu untuk menceritakan kondisi/ permasalahan anda ke kerabat terdekat yang anda percaya agar tidak merasa sendirian.

Anda tidak perlu ragu segera ke psikolog/ psikiater agar memperoleh penanganan yang tepat.

3 bulan yang lalu
Suka
Balas

Hallo dok

Akhir2 ini saya sering tubuh seperti melayang, pandangan nggak fokus, nafas terasa berat dan tidak teratur seperti orng habis olah raga trus semacam hampir kehilangan kesadaran (pingsan), dan kadang terjadi pada saat saya berkendara. Apakan ini yg dinamakan terserang panick attack.

Dan bagaimana cara mengatasinya, terimakasih dok

3 bulan yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba memberikan jawaban yang sesuai dengan informasi yang Anda berikan. Panic attack atau serangan kecemasan dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia. Jadi, pada usia 32 tahun, Anda masih bisa mengalami serangan kecemasan atau gangguan kecemasan. Dalam cerita Anda, serangan panik terjadi setelah Anda membaca berita tentang kecelakaan dan kematian. Kondisi seperti merasa panik, keringat dingin, sesak napas, kepala dan jiwa terasa melayang, serta perasaan tidak nyata atau depersonalisasi/derealisasi, adalah gejala yang sering terkait dengan serangan panik atau gangguan kecemasan. Merokok, minum kopi, dan begadang dapat mempengaruhi keseimbangan kimia dalam tubuh dan memicu serangan kecemasan. Namun, penting untuk dicatat bahwa serangan kecemasan tidak hanya disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti itu, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan pengalaman masa lalu. Saya tidak dapat memberikan diagnosis atau saran pengobatan secara spesifik melalui platform ini. Namun, saya sarankan Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter ahli kesehatan mental atau psikiater. Mereka akan dapat mengevaluasi gejala Anda secara menyeluruh, memberikan diagnosis yang tepat, dan merencanakan pengobatan yang sesuai. Terapi psikologis seperti cognitive behavioral therapy (CBT) dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan atau obat penenang dapat membantu mengatasi serangan kecemasan atau gangguan kecemasan. Penting juga untuk menjaga gaya hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi kafein dan merokok, serta memperhatikan pola tidur yang baik. Ingatlah bahwa setiap individu berbeda, dan proses pemulihan dapat berbeda untuk setiap orang. Dengan bantuan yang tepat, Anda memiliki peluang untuk pulih dan kembali menikmati kehidupan dengan lebih baik. Saya mendorong Anda untuk segera mencari bantuan medis dan mendiskusikan gejala Anda dengan dokter yang dapat memberikan perawatan yang sesuai. Semoga Anda segera mendapatkan bantuan dan pemulihan yang Anda butuhkan.
3 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Iklan
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan