🔥 Diskusi Menarik

Dilema HATI

Perkenalkan dok saya memiliki pacar yg hanya pacaran didunia maya hampir setahun ini sdh kenal Org tua dan adiknya lewat maya . Kadang kami VCan bersama . Tiap hari hampir kami VC , kalau g sempat VC karena sudah sama2 telat masuk kerja pacar saya menyempatkan untuk mengirimkan Foto selfinya tiap pagi. Tiap malam kalau mau tidur kami juga biasanya VCan/ telponan. Hidup saya diwarnai olehnya. hub kami berjalan lancar hampir setahun. Saling melengkapi dan saling memahami jadi moodboster dikala lelah. Kami Bahkan ada pembicaraan ke arah serius untuk menikah diakhir tahin ini. Tapi akhir2 ini sikap saya berubah dan sulit saya kendalikan saya jadi susah mengendalikan perasaaan saya. Cemburuan ,Mengekang pasangan . marah jika tidak dituruti kemauannya . Telat balas chat jadi uring2an sendiri. Dia selalu sabaar menghadapi saya . Tapi saya terlalu bersikap ingin diperhatikan , ingin dikabari tiap saat tapi saat dia sibuk bekerja kalau dia lupa Kirim foto atau chat saya saya suka marah tapi g bilang kedia hanya uring2an sendiri . Kadang Bhkan mrnjadi detektif di seluruh akun media sosialnya. Saya merasa saya sdh tidak waras mencitainya. Saya bahagia selama ini tapi ketika saya merasa dia sibuk dan tidak memperhatikan saya . Saya juga sering ingin mempercepat pernikahan tapi dia selalu beralasan tunggu bulan 12 aja . Harus dipersiapkan matang katanya. Saya bahkan rela mau mengeluarkan duit buat menikah tapi dia tidak mau katanya pamali perempuan mengeluarkan duit. Saya jadi g yakin dia mencintai saya. Saya merasa G tenang dan Sakit hati sendiri. Kadang saya mau meniggalkannya tapi tidak sanggup bertahan dengannya tapi jika diabaikan saya juga menderita dok. Apkah saya ada sakit jiwanya

0
64k
3 komen

3 komentar

Halo Nurasiah Chia, terima kasih atas pertanyaan anda


Dalam menjalani sebuah hubungan, terkadang sulit membedakan antara cinta dan obsesi. Namun, pada kenyataannya kedua hal tersebut sangat berbeda. Cinta merupakan salah satu emosi positif yang memunculkan perasaan bahagia, menghargai, serta adanya keinginan untuk tumbuh berproses bersama. Sedangkan obsesi adalah emosi negatif yang mementingkan kepuasan akan keinginan dan ego semata. Selain itu, terdapat perbedaan antara cinta dan obsesi, yaitu perasaan cinta akan membuat seseorang lebih tenang dalam menjalani hubungan karena dilandasi komitmen dan rasa percaya untuk tumbuh bersama, sedangkan obsesi hanya berfokus pada rasa memiliki saja.

Dengan beberapa gambaran perbedaan antara cinta dan obsesi di atas, dapat membantu anda untuk mengevaluasi diri dan perasaan anda saat ini untuk memutuskan menjalin relasi. Anda sebaiknya meluangkan waktu lebih banyak untuk berdialog dengan diri sendiri, sambil mengingat kembali tujuan anda dalam menjalin hubungan. Anda berhak mengambil keputusan untuk kebahagiaan anda sendiri.


Selain itu, anda juga perlu mengembangkan sikap memaafkan dan berterima kasih bagi diri sendiri dan sekitar. Anda telah berupaya menjadi yang terbaik. Anda tidak perlu malu untuk menceritakan permasalahan anda kepada orang terdekat yang anda percaya agar tidak merasa sendirian dan terasingkan.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.

1 bulan yang lalu
Suka
Balas
@Ririn Nur Abdiah Bahar, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Teeinkasih

1 bulan yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Berdasarkan cerita yang Anda sampaikan, tampaknya Anda sedang mengalami perasaan cemburu, kekhawatiran, dan ketidakpastian dalam hubungan Anda. Perubahan sikap dan perasaan yang sulit dikendalikan ini bisa menjadi tanda adanya masalah emosional atau mental yang perlu ditangani. Saya sarankan Anda untuk berbicara terbuka dengan pasangan Anda tentang perasaan dan kekhawatiran Anda. Komunikasi yang jujur dan terbuka sangat penting dalam menjaga hubungan yang sehat. Diskusikan perasaan Anda dengan tenang dan cari solusi bersama untuk mengatasi masalah yang muncul. Selain itu, penting untuk mengelola emosi dan kecemburuan Anda dengan cara yang sehat. Cobalah untuk memahami bahwa kepercayaan dan komunikasi saling percaya sangat penting dalam hubungan. Jika Anda merasa sulit mengendalikan emosi dan perasaan Anda, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang psikolog atau konselor untuk mendapatkan bantuan dan dukungan. Terakhir, penting untuk menghargai diri sendiri dan memprioritaskan kesehatan mental Anda. Jika Anda merasa terlalu tertekan atau tidak bahagia dalam hubungan Anda, pertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah untuk merawat diri sendiri dan menemukan keseimbangan dalam hidup Anda. Apakah Anda memiliki pertanyaan lain yang ingin Anda diskusikan?
1 bulan yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan