Aku harus bagaimana

Oke disini saya mau hanya ingin cerita bahwa ketika saya marah saya susah untuk mengungkapkan dengan kata kata dan saya pendam, serta timbul rasa benci, namun tiga hari berikutnya saya lupa dan kemudian ada kejadian baru yang sama seperti kemarin dan saya kembali marah namun saya pendam. Yah begitulah seterusnya hingga lama kelamaan semua kebencian dimasa saya timbul satu persatu dan itu tiba tiba. Karna saya tidak bisa langsung mengungkapkan ke orang dengan langsung saya melampiaskan ke semua barang yang ada disekitar saya seperti piring, gelas dan semua benda benda yang dekat dengan saya. Itu semua berlangsung sekitar 20 menit. Saya seperti depresi hati saya sesak dan sakit. Saya tidak punya teman cerita yang benar benar mau mendengar saya. Karna saya sudah mencoba untuk bercerita namun lingkungan saya tidak mendukung karna jawaban yang saya dapatkan kan adalah adu nasib pribadi masing-masing. Jadi setiap saya pergi nongkrong saya hanya sebagai pendengar dan yahhh berusaha untuk tertawa terbahak-bahak, saya ingin mendapatkan kesempatan untuk bercerita namun mereka sangat cepat bercerita hingga saya tidak dapat celah kosong untuk berbicara. Saya diam saja sebagai pendengar.

Terimakasih.

1

1

Komentar

1 komentar

Halo Bella Shine, terima kasih untuk pertanyaannya.


Permasalahan yang hadir dalam hidup terkadang membuat seseorang merasa kesulitan untuk berpikir jernih, apalagi mencari solusi terbaik untuk permasalahan tersebut. Selain itu, terkadang seseorang juga lebih memilih untuk memendam emosi negatif akibat dari permasalahan yang dialami daripada menceritakannya kepada orang terdekat. Hal ini terjadi karena tidak ingin membebani orang sekitar atau merasa bahwa orang lain tidak akan mengerti kondisinya, atau dengan alasan lainnya.


Adanya emosi negatif yang terus-menerus dipendam membuat seseorang terkadang menyakiti diri sendiri, orang lain, atau merusak benda di sekitar sebagai bentuk pelampiasan stres permasalahan yang dihadapi.


Perlu diketahui bahwa hal tersebut yang anda ceritakan merupakan strategi koping stres yang keliru dan kurang tepat, sehingga diperlukan strategi koping lainnya yang lebih adaptif dalam menyelesaikan permasala

... Lihat Lainnya

Balas