home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Alergi Sengatan Lebah, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Alergi Sengatan Lebah, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Kebanyakan kasus sengatan lebah hanya akan menimbulkan gejala ringan. Namun, hal ini dapat mengancam nyawa bagi sebagian orang yang memiliki alergi sengatan lebah. Simak gejala, pengobatan, dan pencegahannya di bawah ini.

Apa itu alergi sengatan lebah?

Alergi sengatan lebah adalah reaksi alergi yang muncul saat tubuh tersengat lebah dan racunnya masuk ke dalam kulit Anda.

Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, di mana dalam kondisi berasal dari racun sengat lebah.

Sengatan lebah biasanya tidak menimbulkan reaksi serius. Gejala ringan hanya membutuhkan penanganan di rumah untuk mengurangi rasa sakit.

Lain halnya jika Anda alergi sengatan lebah atau tersengat berkali-kali.

Anda mungkin mengalami reaksi lebih serius, seperti anafilaksis yang membutuhkan perawatan darurat.

Tanda dan gejala sengatan lebah

Lebah akan melepaskan racun saat menyengat manusia.

Racun dari sengatan lebah dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari gejala ringan hingga parah.

Pada sebagian besar kasus, sengatan lebah hanya menimbulkan gejala ringan, termasuk:

  • kemerahan,
  • sensasi terbakar di kulit
  • gatal-gatal,
  • nyeri, dan
  • bengkak.

Gejala-gejala tersebut umumnya dialami pada area sekitar sengatan lebah.

Pembengkakan dan rasa sakit juga akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa jam.

Selain reaksi ringan, sejumlah orang juga bisa merasakan reaksi yang sedikit lebih kuat dengan gejala tambahan.

  • Kemerahan pada seluruh lengan, kaki, atau sebagian besar tubuh.
  • Pembengkakan yang terus membesar hingga 48 jam ke depan.

Reaksi yang sedikit lebih kuat ini cenderung sembuh 5‒10 hari setelah tersengat lebah.

Jika gejalanya bertambah parah, hubungi ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Dalam kasus lebih serius, sengatan lebah bisa menimbulkan reaksi alergi parah (anafilaksis) yang dapat mengancam jiwa dan memerlukan perawatan darurat.

Sebagian orang yang tersengat lebah dapat mengalami anafilaksis dalam waktu 5 sampai 30 menit setelahnya. Tanda dan gejala alergi sengatan lebah meliputi:

  • gatal-gatal, kulit memerah, dan terasa terbakar,
  • pembengkakan tenggorokan dan lidah,
  • denyut nadi tidak teratur,
  • batuk dan kesulitan bernapas,
  • pusing atau pingsan,
  • mual dan muntah,
  • kram perut,
  • diare, dan
  • hilang kesadaran.

Jika mengalami alergi sengatan lebah dan menunjukkan gejala di atas, segera hubungi ambulans atau kunjungi instalasi gawat darurat terdekat.

Penyebab alergi sengatan lebah

mengobati sengatan lebah

Sengatan lebah tentunya menjadi penyebab alergi ini. Saat melakukan sengatan, lebah akan menusukkan sengat berduri dari bagian belakang tubuhnya ke dalam kulit manusia.

Sengatan lebah mengandung racun (venom) yang dapat memengaruhi sel-sel kulit dan sistem kekebalan tubuh.

Reaksi tubuh terhadap racun dari sengatan lebah biasanya memicu rasa sakit dan bengkak pada bagian sekitar sengatan.

Namun pada orang dengan alergi sengatan lebah, racun dapat memicu reaksi sistem kekebalan yang lebih kuat.

Menurut American Academy of Allergy Asthma & Immunology, gejala alergi yang sama juga bisa ditemukan pada sengatan atau gigitan serangga lain, seperti tawon dan semut api.

Faktor-faktor risiko

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami alergi dari gigitan serangga. Berikut ini adalah faktor risiko alergi sengatan lebah.

  • Tinggal di daerah yang dekat sarang lebah dan lebah aktif menyerbuki tanaman.
  • Pekerjaan atau hobi yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti beta-blocker.
  • Pernah tersengat lebah sebelumnya.
  • Menjalani terapi sengat lebah karena racun lebah bisa tertinggal di dalam tubuh.

Orang dewasa cenderung memiliki reaksi alergi gigitan serangga yang lebih parah daripada anak-anak. Hal ini membuat mereka memiliki risiko kematian lebih tinggi akibat anafilaksis.

Diagnosis

Jika Anda menunjukkan gejala alergi setelah tersengat lebah, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes alergi seperti berikut ini.

Tes tusuk kulit

Dokter melakukan tes tusuk kulit (skin prick test) dengan meneteskan sejumlah kecil ekstrak alergen pada kulit dan menusuknya dengan jarum.

Jika muncul bentol dan gatal setelah beberapa waktu, Anda kemungkinan mengalami alergi.

Tes darah alergi

Dokter akan mengambil sampel darah untuk mengetahui respons imun terhadap racun sengatan lebah.

Hal tersebut diketahui dari jumlah antibodi imunoglobulin E (IgE) di dalam aliran darah.

Pengobatan alergi sengatan lebah

Sengatan lebah dengan gejala ringan dan sedang umumnya hanya membutuhkan perawatan di rumah.

Sementara jika timbul reaksi alergi parah, Anda perlu mendapatkan perawatan darurat.

Perawatan untuk reaksi ringan dan sedang

Jika lebah meninggalkan sengatan pada permukaan kulit, segera singkirkan untuk menghindari tubuh Anda mendapatkan lebih banyak racun.

Cara terbaik melepaskannya dengan melakukan goresan cepat dengan kuku Anda.

Hindari memencet bekas sengatan karena bisa memaksa lebih banyak racun masuk ke dalam tubuh.

Setelah berhasil terlepas, Anda dapat mengobati bekas sengatan dengan langkah-langkah berikut ini.

  • Angkat anggota tubuh yang tersengat lebah dan berikan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
  • Bersihkan area kulit dengan lembut menggunakan sabun dan air untuk mencegah timbulnya infeksi lanjutan.
  • Minum obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen untuk membantu meringankan rasa nyeri dan ketidaknyamanan.
  • Gunakan salep kortikosteroid atau minum obat antihistamin untuk meredakan gatal.
  • Hindari menggaruk bagian bekas sengatan lebah karena bisa memicu rasa gatal, bengkak, dan infeksi.

Umumnya gejala ringan ini akan sembuh dalam hitungan jam atau hari. Jika pembengkakan berlanjut atau timbul infeksi, lebih baik konsultasikan ke dokter Anda.

Perawatan darurat untuk reaksi alergi parah

Reaksi alergi parah akibat sengatan lebah adalah kondisi darurat. Saat Anda atau orang lain mengalaminya, segera hubungi ambulans atau kunjungi instalasi gawat darurat terdekat.

Selama syok anafilaksis terjadi, tim medis dapat melakukan resusitasi jantung paru (CPR) apabila pasien berhenti napas dan jantung tidak berdetak.

Dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk menangani reaksi alergi parah seperti berikut ini.

  • Epinefrin untuk mengurangi respon alergi tubuh.
  • Oksigen untuk membantu pernapasan.
  • Antihistamin dan kortison intravena untuk mengurangi peradangan saluran udara dan meningkatkan pernapasan.
  • Albuterol untuk meredakan gangguan pernapasan.

Perawatan lanjutan

Setelah mendapatkan penanganan medis, dokter kemungkinan akan meresepkan suntikan epinefrin (EpiPen) guna mengatasi syok anafilaksis yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Dokter juga bisa merujuk ke ahli alergi untuk melakukan imunoterapi.

Prosedur medis ini dapat membantu mengurangi atau menghilangkan reaksi Anda terhadap racun lebah.

Studi dalam Journal of Asthma and Allergy menyebutkan pengobatan venom immunotherapy (VIT) efektif untuk menghentikan reaksi syok akibat sengatan lebah atau serangga lainnya.

Pencegahan sengatan lebah

Untuk mencegah alergi sengatan lebah, tentu Anda harus sebisa mungkin menghindari kontak dengan lebah.

Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mengurangi risiko Anda tersengat lebah.

  • Singkirkan sarang lebah yang berada di dekat rumah dengan bantuan profesional, misalnya pemadam kebakaran.
  • Bersihkan sampah, buah jatuh, atau kotoran peliharaan di pekarangan rumah.
  • Berhati-hati saat mengonsumsi makanan atau minuman manis, serta tutup rapat wadahnya yang dapat menarik lebah untuk mendekat.
  • Hindari memakai pakaian berwarna cerah atau bermotif bunga-bunga yang dapat mengundang lebah.
  • Jangan mengenakan pakaian longgar yang bisa membuat lebah masuk dan terperangkap antara baju dan tubuh.
  • Jangan menggunakan sandal, lebih baik pakai sepatu tertutup saat melakukan aktivitas luar ruangan.
  • Pastikan untuk menutup rapat kaca mobil saat mengemudi.
  • Bersihkan sampah dan kotoran hewan karena dapat mengundang kerumunan lebah.
  • Hindari membuka jendela terlalu lebar ketika sedang berkendara.

Ketika lebah berterbangan di sekitar, tetap tenang dan perlahan menjauh dari area tersebut.

Hindari mengusir lebah, tetapi tutup mulut dan hidung Anda untuk pergi ke dalam rumah atau tempat tertutup terdekat.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat sesuai kondisi yang Anda alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Allergies to Insect Stings. Michigan Medicine. (2020). Retrieved 15 September 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/rt1285

Bee sting – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 15 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bee-stings/symptoms-causes/syc-20353869

Bee sting – Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 15 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bee-stings/diagnosis-treatment/drc-20353874

Stinging Insect Allergy Symptoms, Diagnosis, Treatment & Management. American Academy of Allergy Asthma & Immunology. Retrieved 15 September 2021, from https://www.aaaai.org/Conditions-Treatments/Allergies/Stinging-Insect-Allergy

Anaphylaxis Symptoms, Diagnosis, Treatment & Management. American Academy of Allergy Asthma & Immunology. Retrieved 15 September 2021, from https://www.aaaai.org/Conditions-Treatments/allergies/anaphylaxis

Ludman, S. W., & Boyle, R. J. (2015). Stinging insect allergy: current perspectives on venom immunotherapy. Journal of asthma and allergy, 8, 75–86. https://doi.org/10.2147/JAA.S62288

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan