Sembarangan Terapi Sengat Lebah untuk Obati Rematik Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Dulu dihindari, kini sengatan lebah banyak dicari sebagai terapi akupunktur untuk pengobatan nyeri sendi dan rematik. Namun tunggu dulu. Meski dipercaya bermanfaat, terapi sengat lebah bisa menimbulkan risiko berbahaya bila dilakukan sembarangan.

Terapi sengat lebah tingkatkan risiko syok anafilaktik

Sengatan lebah mengandung racun yang dapat menyebabkan reaksi alergi, mulai dari kulit memerah dan bengkak terasa panas hingga gatal-gatal pada titik sengatan. Bagi kebanyakan orang, reaksi alergi yang terjadi akibat disengat lebah hanya bersifat sementara dan tidak berbahaya.

Meski begitu, efek sengatan lebah dapat berpotensi fatal pada beberapa orang yang memiliki riwayat alergi, jika memakai banyak sengatan dalam satu kali sesi, atau jika terapi tersebut dilakukan berulang beberapa kali. Reaksi alergi parah yang terjadi akibat sengatan lebah bisa berujung pada syok anafilaktik.

Pertama kali Anda terkena zat pemicu alergi, dalam hal ini adalah racun lebah, sistem kekebalan tubuh Anda akan belajar untuk mengenali dan melawannya dengan memproduksi antibodi. Namun, paparan berulang membuat residu racun lebah menumpuk dalam tubuh selama bertahun-tahun. Pada akhirnya, racun tersebut bisa berbalik menyebabkan sistem kekebalan tubuh Anda memunculkan respon berlebihan yang memengaruhi seluruh tubuh dan dapat menempatkan hidup Anda dalam bahaya.

Hal inilah yang terjadi pada seorang wanita paruh baya asal Spanyol yang meninggal dunia setelah menjalani terapi sengat lebah. Padahal, ia sebelumnya sudah bertahun-tahun menjalani terapi ini tanpa ada keluhan apa-apa.

Gejala syok anafilaktik yang harus diwaspadai

Gejala syok anafilaktik umumnya termasuk kulit gatal atau bercak gatal; pilek atau bersin-bersin; mulut, lidah, dan bibir bengkak yang bikin sulit bernapas dan sulit menelan; lengan atau kaki bengkak; perut kram atau diare; hingga muntah-muntah. Gejalanya mungkin mulai dalam hitungan detik dan dapat berkembang dengan cepat.

Pada kasus yang sudah parah, syok anafilaktik dapat menyebabkan sesak napas atau suara mengi, tekanan darah merosot amat rendah, nyeri dada, hingga kehilangan kesadaran.

Syok anafilaktik adalah kondisi gawat darurat yang harus mendapatkan pengobatan medis secepat mungkin, maksimal 30-60 menit setelah gejala awal muncul. Umumnya, reaksi anafilaktik bisa cepat tertangani dengan suntikan epinefrin (EpiPen). Jika terlambat atau tidak tertangani dengan baik, syok anafilatik dapat menyebabkan kematian.

Karena risiko kesehatannya sangat tinggi, terapi sengat lebah tidak boleh dilakukan sembarangan. Carilah tempat praktik yang bersertifikat dengan tenaga ahli yang profesional di bidangnya. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda berniat untuk menjalani terapi tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit