home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Tips Membangun Percakapan Dengan Orang Lain, Tanpa Canggung

5 Tips Membangun Percakapan Dengan Orang Lain, Tanpa Canggung

Pernahkah Anda merasa kehabisan bahan pembicaraan saat sedang bersama pasangan? Atau percakapan dengan teman-teman kantor tiba-tiba berhenti begitu saja. Atau Anda selalu merasa canggung ketika harus bicara dengan orang lain? Jika hal demikian terjadi, mungkin ada yang salah dengan cara Anda bicara atau mungkin Anda hanya kurang tahu cara membangun percakapan yang baik. Berikut tips yang bisa membantu Anda untuk memecahkan permasalahan komunikasi yang kerap kali terjadi.

1. Gunakan pertanyaan terbuka untuk memulai percakapan

Usahakan untuk menggunakan pertanyaan terbuka saat memulai percakapan. Pertanyaan terbuka merupakan pertanyaan yang jawabannya tidak hanya sekadar “Ya” dan “Tidak”. Hal ini dimaksudkan untuk membuka jalur percakapan awal untuk dapat membuka topik selanjutnya. Misalnya Anda bisa menanyakan, “Bagaimana tadi perjalanan ke sini?”.

Dilansir dari website TEDx, Celeste Headlee menyatakan dari satu kalimat itu Anda akan membiarkan lawan bicara untuk menceritakan pengalamannya dan kemungkinan menemukan topik lanjutan untuk dibicarakan akan jauh lebih besar ketimbang Anda hanya menanyakan “Tadi jalanan macet?”

2. Mendengarkan apa yang lawan bicara katakan

Semua orang bisa berbicara, tetapi tidak semua orang bisa mendengarkan. Tidak sedikit pasangan kekasih atau suami istri bertengkar hanya karena saat satu pihak berbicara, pihak lain tidak mendengarkan dengan baik. Ingat, semua orang butuh didengar.

Jika Anda berada dalam posisi pendengar, bayangkan kalau Anda sendiri yang sedang bicara. Tentu Anda ingin didengarkan, bukan? Jangan terlalu memikirkan nanti Anda mau merespon atau menjawab apa. Biarkan percakapan mengalir. Sedangkan percakapan Anda tidak akan bisa mengalir dengan baik kalau Anda sendiri tidak konsentrasi mendengarkan orang yang sedang bicara.

3. Hati-hati saat bercanda

Humor dan lelucon dalam sebuah percakapan penting diselipkan agar percakapan yang berjalan tidak terlalu kaku dan serius. Lelucon juga bisa menjadi alat untuk mencairkan suasana. Namun, hati-hati dalam membuat lelucon. Jangan gunakan hal-hal sensitif sebagai bahan bercandaan Anda.

Terlebih jika lawan bicara Anda merupakan orang yang baru Anda kenal. Bukannya membangun percakapan yang lebih baik, Anda justru bisa “membunuh” percakapan tersebut.

4. Membuka diri dan berkata jujur

Dalam sebuah pembicaraan, penting untuk bersikap terbuka dan jujur, jadilah diri sendiri dan apa adanya. Mengapa begitu? Meskipun tidak Anda sadari, orang lain biasanya mampu mendeteksi kebohongan dalam kata-kata Anda. Ini tentu akan bikin orang lain malas bicara dengan Anda.

Begitu juga kalau Anda terlalu menutup diri. Orang lain tentu jadi canggung ketika mau berbasa-basi atau bertanya pada Anda. Karena itu, Anda perlu membuka diri dan berkata jujur sehingga dengan siapa pun Anda bicara, Anda tidak perlu jadi kagok.

5. Tahu kapan harus membuka dan menutup pembicaraan

Sebagai lawan bicara yang baik, Anda sudah seharusnya tahu kapan sebaiknya memulai dan menghentikan pembicaraan dari sinyal yang diberikan oleh teman bicara Anda. Biasanya, seseorang yang ingin menyudahi percakapan akan tampak gelisah dan tidak fokus kepada Anda. Entah melihat jam berkali-kali, mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, dan sederetan hal lainnya yang menunjukkan bahwa ia ingin menyudahi karena alasan tertentu. Jika sudah begini, tandanya Anda perlu segera menutup pembicaraan.

Membangun percakapan memang gampang-gampang susah. Namun, jangan jadikan hal ini sebagai hambatan untuk dapat memiliki obrolan yang menyenangkan dengan orang lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Must Know Tips Making Better Conversations https://www.psychologytoday.com/blog/fulfillment-any-age/201712/10-must-know-tips-making-better-conversations accessed on February 14th 2018

5 Tips for Better Conversation https://www.quickanddirtytips.com/business-career/communication/5-tips-for-better-conversations?page=1 accessed on February 14th 2018

10 Ways to Have a Better Conversation https://www.ted.com/talks/celeste_headlee_10_ways_to_have_a_better_conversation/transcript accessed on February 14th 2018


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 23/02/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x