Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu alergi binatang kucing dan anjing?

Alergi binatang kucing dan anjing adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap penyebab alergi yang berasal dari kedua binatang tersebut. Pada kasus ini, pemicunya adalah kucing dan anjing yang sering menjadi hewan peliharaan.

Bagi mereka yang alergi, kontak dengan kucing dan anjing akan memicu reaksi dengan ciri-ciri yang sama seperti rinitis alergi. Orang dengan sistem imun yang lebih peka mungkin mengalami gejala asma seperti sesak napas dan suara napas yang nyaring (mengi).

Gejala alergi binatang akan berkurang bila Anda menghindari pemicunya. Namun, hal ini mungkin sulit karena pemicu alergi berasal dari peliharaan Anda sendiri. Pencegahan pun akan menjadi rumit apabila kucing peliharaan berkeliaran bebas di rumah.

Meski demikian, Anda dapat mengatasi gejala alergi dengan beberapa cara. Jika sulit menghindari pemicunya, ada pilihan pengobatan yang bisa Anda jalani. Pengobatan sebaiknya diawali dengan konsultasi ke dokter agar hasilnya lebih optimal.

Gejala

Apa saja ciri-ciri alergi kucing dan anjing?

Apabila Anda alergi terhadap kucing dan anjing, sentuhan atau berdekatan dengan kedua binatang ini dapat memicu reaksi alergi yang ditandai dengan:

  • bersin-bersin,
  • batuk,
  • mata gatal dan berair,
  • hidung meler atau mampet,
  • bertambahnya produksi lendir pernapasan,
  • nyeri tekan pada wajah,
  • kelopak mata bengkak dan tampak kebiruan, serta
  • rasa gatal pada hidung, langit-langit mulut, atau tenggorokan.

Pada penderita asma, ada bahaya tersendiri yang muncul dari memelihara kucing. Anda mungkin akan mengalami gejala asma yang semakin parah berupa:

  • sesak napas,
  • dada terasa sesak atau nyeri,
  • napas terdengar nyaring, dan
  • gangguan tidur akibat sesak napas, batuk, atau mengi.

Pada beberapa penderita, ciri-ciri alergi binatang juga bisa muncul pada kulit. Gejala alergi pada kulit biasanya disebabkan karena sentuhan langsung antara kulit dengan zat pemicu alergi. Gejalanya yakni gatal-gatal (biduran), eksim, dan ruam kemerahan.

Kapan Anda perlu ke dokter?

Sebagian besar gejala alergi kucing dan anjing mirip dengan gejala pilek biasa. Obat untuk pilek tentu tidak bisa mengatasi gejala ini karena pemicunya berbeda. Oleh sebab itu, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila gejala berlangsung hingga dua minggu.

Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter bila gejala bertambah parah, misalnya hingga menutup lubang hidung atau menyebabkan susah tidur. Segera kunjungi rumah sakit bila Anda mudah sesak napas walaupun hanya melakukan aktivitas ringan.

Pada kasus yang langka, alergi binatang dapat memicu reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis. Reaksi berbahaya ini bisa menyebabkan sesak napas, penurunan tekanan darah secara drastis, pingsan, hingga kematian bila tidak ditangani dengan segera.

Penyebab

Apa penyebab alergi kucing dan anjing?

Alergi terjadi ketika sistem imun bereaksi terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Zat asing tersebut sebenarnya tidak berbahaya, tapi sistem imun justru keliru mengenalinya sebagai ancaman.

Zat pemicu alergi disebut alergen. Pada kasus alergi kucing dan anjing, pemicunya berasal dari protein dalam sel kulit mati, liur, urine, dan ketombe yang menempel pada badan atau bulu kedua binatang ini. Jadi, pemicu alergi bukan semata-mata bulu kucing atau anjing yang bertebaran.

Alergen dari badan kucing dan anjing sangat kecil dan ringan sehingga dapat melayang di udara selama berjam-jam. Partikel halus ini juga kerap menempel pada pakaian, perabotan berlapis kain, karpet, hingga seprai dan sarung bantal yang Anda gunakan setiap hari.

Saat Anda menghirup alergen, sistem imun merespons dengan mengirimkan antibodi serta berbagai zat kimia ke saluran napas dan paru-paru. Respons ini menyebabkan peradangan serta gejala alergi seperti bersin, hidung meler, dan tenggorokan gatal.

Mengulik Seputar Alergi Gigitan Serangga yang Harus Anda Waspadai

Siapa yang berisiko mengalami alergi kucing dan anjing?

Alergi kucing dan anjing sangat umum dijumpai di belahan dunia mana pun. Anda bahkan tidak harus memelihara hewan untuk bisa mengalami kondisi ini. Studi terdahulu pun menunjukkan bahwa alergen dari binatang dapat menyebar di dalam dan luar rumah.

Alergen dalam rumah berasal dari binatang yang Anda pelihara. Sementara itu, alergen luar rumah berasal dari bulu hewan yang menyebar lewat sekolah, transportasi umum, hingga tempat bekerja yang tidak berhubungan dengan binatang.

Meskipun sangat umum, peluang Anda terkena alergi kucing dan anjing lebih tinggi bila Anda memiliki riwayat asma atau alergi lain dalam keluarga. Anak-anak yang tidak pernah bermain dengan hewan juga lebih rentan menderita alergi hewan ketika dewasa.

Obat dan pengobatan

alergi binatang anjing

Bagaimana cara mendiagnosis alergi kucing dan anjing?

Dokter pertama-tama akan bertanya mengenai gejala yang Anda alami. Bagian dalam hidung Anda juga akan diperiksa untuk mencari tanda alergi berupa pembengkakan pada jaringan hidung atau perubahan warna jaringan menjadi pucat dan kebiruan.

Guna memastikan pemicu alergi, dokter biasanya melakukan tes alergi dengan cara tes tusuk kulit. Caranya, dokter akan meneteskan sedikit alergen ke lapisan teratas kulit lengan Anda, lalu menusuk lapisan kulit dengan jarum kecil. Dokter kemudian mengamati gejala yang muncul setelah 15 menit.

Jika Anda tidak bisa menjalani tes tusuk kulit karena suatu kondisi, ada pemeriksaan lain berupa tes darah. Tes ini membantu dokter mengenali antibodi penyebab alergi pada tubuh Anda serta seberapa sensitif sistem imun Anda terhadap alergen.

Apa pilihan pengobatan yang tersedia?

Langkah pertama untuk mengobati alergi kucing dan anjing adalah menghindari pemicunya. Jika Anda memelihara hewan di rumah, Anda mungkin akan disarankan untuk membatasi interaksi dengan mereka.

Mengingat alergen dari hewan hampir mustahil untuk dihindari, dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat alergi. Obat-obatan yang dapat membantu mengatasi alergi kucing yakni:

  • Antihistamin. Obat ini menghambat produksi histamin, yakni zat kimia dalam reaksi alergi yang menyebabkan gatal, bersin, dan hidung meler.
  • Dekongestan. Tersedia dalam bentuk obat semprot hidung, dekongestan membantu mengempiskan hidung yang bengkak sehingga Anda bisa bernapas lega.
  • Kortikosteroid. Obat resep ini meredakan peradangan dan mengurangi gejala pada sistem pernapasan. Efeknya pun cenderung lebih cepat.
  • Leukotriene modifiers. Obat ini menghambat kerja leukotrien, yakni zat kimia pada reaksi alergi yang bekerja seperti histamin.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah alergi kucing dan anjing?

Berikut beberapa tips pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko alergi hewan, terutama kucing dan anjing.

  • Menghindari pemicu alergi sebaik mungkin.
  • Mengganti seprai dan sarung bantal secara rutin.
  • Membersihkan kamar secara rutin.
  • Menggunakan penyaring HEPA (high efficiency particulate air) di rumah.
  • Menyediakan kandang atau ruangan khusus bagi hewan.
  • Memandikan hewan dan membersihkan kandangnya secara rutin.
  • Tidak membiarkan hewan berkeliaran di rumah, terutama kamar tidur.

Jika Anda seorang pencinta anjing dan memiliki alergi parah, Anda mungkin bertanya-tanya jenis anjing apa yang tepat untuk Anda. Memang tidak ada jenis anjing (breed) yang 100% hipoalergenik (tidak memicu alergi). Namun, ada breed yang memiliki “consistent and predictable coats” yang lebih cocok untuk penderita alergi.

Berikut adalah sebelas jenis anjing yang menurut para ahli anjing dianggap aman bagi orang-orang dengan alergi:

  1. Bedlington Terrier
  2. Bichon Frise
  3. Chinese Crested
  4. Irish Water Spaniel
  5. Kerry Blue Terrier
  6. Maltese
  7. Poodle
  8. Portuguese Water Dog
  9. Schnauzer
  10. Soft Coated Wheaten Terrier
  11. Xoloitzcuintli

Bulu anjing dari breed tersebut tidak mudah rontok sehingga tidak banyak pemicu alergi di dalam rumah. Anda sebaiknya juga mempertimbangkan untuk memilih anjing dari breed murni karena bulu mereka lebih dapat diprediksi.

Hewan peliharaan memang memberikan kebahagiaan bagi pemiliknya. Akan tetapi, risiko alergi turut meningkat bila Anda memiliki riwayat alergi dalam keluarga atau terlalu sering membiarkan mereka berkeliaran di rumah.

Jika Anda merasa mengalami gejala alergi kucing dan anjing, coba periksakan kondisi Anda ke dokter untuk memastikannya. Batasi interaksi dengan hewan peliharaan Anda untuk sementara waktu dan ikutilah pengobatan yang dianjurkan hingga gejala membaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit