Alergi Binatang Kucing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu alergi kucing?

Alergi kucing adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadapĀ penyebab alergi yang berasal dari kucing. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk dari alergi hewan seperti halnya alergi terhadap anjing ataupun hewan peliharaan lainnya.

Bagi mereka yang alergi, kontak dengan kucing akan memicu reaksi dengan ciri-ciri yang sama seperti rinitis alergi. Orang dengan sistem imun yang lebih peka mungkin mengalami gejala asma seperti sesak napas dan suara napas yang nyaring (mengi).

Gejala alergi hewan akan berkurang bila Anda menghindari pemicunya. Namun, hal ini mungkin sulit karena pemicu alergi berasal dari peliharaan Anda sendiri. Pencegahan pun akan menjadi rumit apabila kucing peliharaan berkeliaran bebas di rumah.

Meski demikian, Anda dapat mengatasi gejala alergi dengan beberapa cara. Jika sulit menghindari pemicunya, ada pilihan pengobatan yang bisa Anda jalani. Pengobatan sebaiknya diawali dengan konsultasi ke dokter agar hasilnya lebih optimal.

Gejala

Apa saja ciri-ciri alergi kucing?

Apabila Anda alergi terhadap kucing, sentuhan atau berdekatan dengan kucing dapat memicu reaksi alergi yang ditandai dengan:

  • bersin-bersin,
  • batuk,
  • mata gatal dan berair,
  • hidung meler atau mampet,
  • bertambahnya produksi lendir pernapasan,
  • nyeri tekan pada wajah,
  • kelopak mata bengkak dan tampak kebiruan, serta
  • rasa gatal pada hidung, langit-langit mulut, atau tenggorokan.

Pada penderita asma, ada bahaya tersendiri yang muncul dari memelihara kucing. Anda mungkin akan mengalami gejala asma yang semakin parah berupa:

  • sesak napas,
  • dada terasa sesak atau nyeri,
  • napas terdengar nyaring, dan
  • gangguan tidur akibat sesak napas, batuk, atau mengi.

Pada beberapa penderita, ciri-ciri alergi kucing juga bisa muncul pada kulit. Gejala alergi pada kulit biasanya disebabkan karena sentuhan langsung antara kulit dengan zat pemicu alergi. Gejalanya yakni gatal-gatal (biduran), eksim, dan ruam kemerahan.

Kapan Anda perlu ke dokter?

Sebagian besar gejala alergi kucing mirip dengan gejala pilek biasa. Obat untuk pilek tentu tidak bisa mengatasi gejala ini karena pemicunya berbeda. Oleh sebab itu, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila gejala berlangsung hingga dua minggu.

Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter bila gejala bertambah parah, misalnya hingga menutup lubang hidung atau menyebabkan susah tidur. Segera kunjungi rumah sakit bila Anda mudah sesak napas walaupun hanya melakukan aktivitas ringan.

Pada kasus yang langka, alergi hewan dapat memicu reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis. Reaksi berbahaya ini bisa menyebabkan sesak napas, penurunan tekanan darah secara drastis, pingsan, hingga kematian bila tidak ditangani dengan segera.

Penyebab

Apa penyebab alergi kucing?

Alergi terjadi ketika sistem imun bereaksi terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Zat asing tersebut sebenarnya tidak berbahaya, tapi sistem imun justru keliru mengenalinya sebagai ancaman.

Zat pemicu alergi disebut alergen. Pada kasus alergi kucing, pemicunya berasal dari protein dalam sel kulit mati, liur, urine, dan ketombe yang menempel pada badan atau bulu kucing. Jadi, pemicu alergi bukan semata-mata bulu kucing yang bertebaran.

Alergen dari badan kucing sangat kecil dan ringan sehingga dapat melayang di udara selama berjam-jam. Partikel halus ini juga kerap menempel pada pakaian, perabotan berlapis kain, karpet, hingga seprai dan sarung bantal yang Anda gunakan setiap hari.

Saat Anda menghirup alergen, sistem imun merespons dengan mengirimkan antibodi serta berbagai zat kimia ke saluran napas dan paru-paru. Respons ini menyebabkan peradangan serta gejala alergi seperti bersin, hidung meler, dan tenggorokan gatal.

Mengulik Seputar Alergi Gigitan Serangga yang Harus Anda Waspadai

Siapa yang berisiko mengalami alergi kucing?

Alergi kucing sangat umum dijumpai di belahan dunia mana pun. Anda bahkan tidak harus memelihara kucing untuk bisa mengalami kondisi ini. Studi terdahulu pun menunjukkan bahwa alergen dari hewan dapat menyebar di dalam dan luar rumah.

Alergen dalam rumah berasal dari hewan yang Anda pelihara. Sementara itu, alergen luar rumah berasal dari bulu hewan yang menyebar lewat sekolah, transportasi umum, hingga tempat bekerja yang tidak berhubungan dengan hewan.

Meskipun sangat umum, peluang Anda terkena alergi kucing lebih tinggi bila Anda memiliki riwayat asma atau alergi lain dalam keluarga. Anak-anak yang tidak pernah bermain dengan hewan juga lebih rentan menderita alergi hewan ketika dewasa.

Obat dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis alergi kucing?

Dokter pertama-tama akan bertanya mengenai gejala yang Anda alami. Bagian dalam hidung Anda juga akan diperiksa untuk mencari tanda alergi berupa pembengkakan pada jaringan hidung atau perubahan warna jaringan menjadi pucat dan kebiruan.

Guna memastikan pemicu alergi, dokter biasanya melakukan tes alergi dengan cara tes tusuk kulit. Caranya, dokter akan menyuntikkan sedikit alergen ke lapisan teratas kulit lengan Anda, lalu mengamati gejala yang muncul setelah 15 menit.

Jika Anda tidak bisa menjalani tes tusuk kulit karena suatu kondisi, ada pemeriksaan lain berupa tes darah. Tes ini membantu dokter mengenali antibodi penyebab alergi pada tubuh Anda serta seberapa sensitif sistem imun Anda terhadap alergen.

Apa pilihan pengobatan yang tersedia?

Langkah pertama untuk mengobati alergi kucing adalah menghindari pemicunya. Jika Anda memelihara kucing di rumah, Anda mungkin akan disarankan untuk membatasi interaksi dengan hewan ini.

Mengingat alergen dari hewan hampir mustahil untuk dihindari, dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat alergi. Obat-obatan yang dapat membantu mengatasi alergi kucing yakni:

  • Antihistamin. Obat ini menghambat produksi histamin, yakni zat kimia dalam reaksi alergi yang menyebabkan gatal, bersin, dan hidung meler.
  • Dekongestan. Tersedia dalam bentuk obat semprot hidung, dekongestan membantu mengempiskan hidung yang bengkak sehingga Anda bisa bernapas lega.
  • Kortikosteroid. Obat resep ini meredakan peradangan dan mengurangi gejala pada sistem pernapasan. Efeknya pun cenderung lebih cepat.
  • Leukotriene modifiers. Obat ini menghambat kerja leukotrien, yakni zat kimia pada reaksi alergi yang bekerja seperti histamin.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah alergi kucing?

Berikut beberapa tips pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko alergi hewan, terutama kucing.

  • Menghindari pemicu alergi sebaik mungkin.
  • Mengganti seprai dan sarung bantal secara rutin.
  • Membersihkan kamar secara rutin.
  • Menggunakan penyaring HEPA (high efficiency particulate air) di rumah.
  • Menyediakan kandang atau ruangan khusus bagi kucing.
  • Memandikan kucing dan membersihkan kandangnya secara rutin.
  • Tidak membiarkan kucing berkeliaran di rumah, terutama kamar tidur.

Kucing memang memberikan kebahagiaan bagi pemiliknya. Akan tetapi, risiko alergi turut meningkat bila Anda memiliki riwayat alergi dalam keluarga atau terlalu sering membiarkan hewan ini berkeliaran di rumah.

Jika Anda merasa mengalami gejala alergi kucing, coba periksakan kondisi Anda ke dokter untuk memastikannya. Batasi interaksi dengan hewan peliharaan Anda untuk sementara waktu dan ikutilah pengobatan yang dianjurkan hingga gejala membaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit