Keinginan untuk tetap berhubungan seks saat hamil merupakan hal yang wajar. Kehamilan bukan merupakan halangan Anda untuk tetap menjalani seks saat hamil. Namun, yang perlu diperhatikan adalah, jangan sampai Anda dan pasangan membahayakan janin saat berhubungan seks. Berhubungan seks saat kehamilan kadang dapat menyebabkan kontraksi, terutama pada trimester ketiga, dan hal ini adalah normal. Jika kontraksi ini terasa tidak nyaman, cobalah untuk relaksasi atau hanya berbaring sampai kontraksi hilang.

Sangat aman untuk berhubungan seks selama kehamilan. Beberapa wanita mungkin ingin melakukan hubungan seks selama hamil, tetapi beberapa lagi tidak. Normal bila gairah seks Anda berubah selama kehamilan.

BACA JUGA: 4 Alasan Banyak Pria Menganggap Wanita Hamil Itu Seksi

Apakah boleh berhubungan seks saat hamil?

Di masa kehamilan, biasanya wanita merasa lebih seksi. Penting untuk menjaga kehidupan seks Anda selama kehamilan. Kepuasan seks selama kehamilan merupakan suatu hal yang baik untuk menjaga hubungan Anda dengan pasangan.

Berhubungan seks saat hamil mempunyai banyak manfaat psikologis dan fisik. Berhubungan seks di masa kehamilan juga tidak akan membuat Anda mengalami kelahiran prematur. Bahkan beberapa peneliti berpikir bahwa wanita yang berhubungan seks secara teratur saat hamil mungkin dapat mengurangi kemungkinan untuk melahirkan prematur. Orgasme saat melakukan hubungan seks dapat menyebabkan kontraksi rahim yang bersifat sementara, tetapi tidak berbahaya. Mengalami orgasme juga berhubungan dengan peluang yang lebih rendah untuk melahirkan lebih awal.

Melakukan hubungan seks selama kehamilan juga tidak akan menyebabkan keguguran. Janin tidak akan terluka ketika seorang wanita hamil berhubungan seksual dengan suaminya. Cairan ketuban dan otot-otot yang kuat dalam rahim melindungi bayi, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim membantu melindungi bayi dari bahaya infeksi. Selama berhubungan seksual, penis tidak dapat menembus vagina, sehingga tidak akan mencapai bayi. Aktivitas seksual tidak akan mempengaruhi bayi Anda.

BACA JUGA: Perubahan Kehidupan Seks Saat Istri Hamil

Berbagai alasan wanita menghindari seks saat hamil

Keinginan berhubungan seks saat kehamilan mungkin terjadi pada beberapa wanita, tetapi beberapa wanita lain tidak ingin melakukannya. Sebaiknya jangan dipaksa jika Anda tidak ingin berhubungan seks selama hamil. Terkadang perubahan saat hamil dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman pada saat atau setelah berhubungan seks. Peningkatan aliran darah ke daerah panggul selama kehamilan dapat menyebabkan alat kelamin Anda membesar, sehingga beberapa wanita merasa tidak nyaman setelah berhubungan seks.

Beberapa wanita juga merasa klitoris mereka sedikit kurang sensitif selama kehamilan sehingga sulit untuk mencapai orgasme. Sebaiknya juga jangan melakukan penetrasi mendalam saat berhubungan seksual karena beberapa wanita merasa hal ini menyakitkan selama kehamilan. Anda tetap dapat berhubungan seks saat hamil, namun jangan sampai menyebabkan cairan ketuban Anda pecah. Temukan cara tersendiri bagi Anda dan pasangan untuk tetap dapat menjaga kehidupan seks Anda.

BACA JUGA: Kenapa Saya Merasa Sakit Saat Berhubungan Seks?

Kapan sebaiknya melakukan hubungan seks saat hamil?

Selama kehamilan Anda berjalan normal, Anda bisa berhubungan seks sesering yang Anda suka. Namun, perubahan hormon, kelelahan, mual dan nyeri payudara di awal kehamilan dapat menurunkan hasrat seksual Anda. Karena kehamilan terus membesar, kenaikan berat badan, nyeri punggung dan gejala lain mungkin mengurangi antusiasme Anda untuk berhubungan seks. Emosi Anda juga dapat mempengaruhi gairah seks Anda.

Berhubungan seks selama kehamilan dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak sampai menyakiti serta dapat membuat Anda dan pasangan nyaman. Namun, terlalu sering berhubungan seks saat hamil juga tidak baik. Dalam segi frekuensi, sebaiknya Anda jangan terlalu sering untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda saat hamil. Seks yang sering (lebih dari tiga kali seminggu) dapat memicu infeksi saluran kencing (ISK). ISK yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah dalam kehamilan. Mencuci vagina sebelum dan setelah berhubungan seks, serta mengosongkan kandung kemih setelah berhubungan seks dapat membantu Anda mengurangi kemungkinan infeksi.

BACA JUGA: Vagina Berdarah Setelah Seks Saat Hamil, Bahayakah?

Kondisi yang membuat Anda mungkin perlu menghindari seks saat hamil

Sebaiknya Anda tidak berhubungan seks jika Anda mengalami perdarahan, nyeri perut atau kram, cairan ketuban rusak atau pecah, riwayat kelemahan serviks atau serviks Anda mulai membuka secara prematur, plasenta rendah (plasenta previa), memiliki riwayat persalinan prematur, dan hamil kembar atau lebih.

Jika Anda pernah mengalami perdarahan berat dalam kehamilan, berhubungan seks dapat meningkatkan risiko perdarahan lebih lanjut jika plasenta previa atau ada hematoma (kumpulan darah di luar pembuluh darah). Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa berhubungan seks akan membuat kondisi tersebut lebih buruk, namun banyak dokter akan menyarankan untuk menghindari seks sebagai tindakan pencegahan.

Anda mungkin juga disarankan untuk menghindari seks selama kehamilan jika pasangan Anda memiliki herpes genital. Jika Anda tertular dan menderita herpes genital untuk pertama kalinya selama kehamilan, kemungkinan terdapat risiko kecil yang bisa mempengaruhi perkembangan bayi Anda.

Beberapa kondisi tersebut membuat Anda harus membatasi bahkan menghindari melakukan hubungan seks saat kehamilan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum melakukan hubungan seks saat hamil. Jika dokter Anda membatasi Anda untuk melakukan hubungan seks selama kehamilan, sebaiknya komunikasikan dengan pasangan Anda untuk menemukan cara dalam mengatasi keintiman Anda berdua.

BACA JUGA: Berbagai Penyebab Ketuban Pecah Lebih Awal

Posisi seks apa yang baik dilakukan saat hamil?

Selama Anda merasa nyaman, posisi apa saja adalah baik selama kehamilan. Karena kehamilan semakin membesar, cobalah untuk menemukan posisi yang membuat Anda dan pasangan Anda nyaman. Lebih baik untuk berbaring di sisi, baik saling berhadapan atau dengan pasangan Anda di belakang. Temukan posisi seks yang aman dan membuat Anda tetap nyaman. Komunikasi dan keterbukaan adalah kunci untuk mempertahankan atau meningkatkan kepuasan seksual selama kehamilan Anda.

Posisi seks yang sebaiknya tidak dilakukan saat hamil

Seks aman selama kehamilan untuk kebanyakan pasangan, tetapi mungkin tidak mudah dilakukan. Anda mungkin perlu menemukan posisi yang berbeda. Seks dengan posisi pasangan Anda di atas (posisi misionaris) dapat menjadi tidak nyaman. Bukan hanya karena perut Anda yang makin membesar, tetapi juga karena payudara Anda yang menjadi lembut dan sangat sensitif. Selain itu, kehamilan yang makin membesar juga dapat membuat tidak nyaman jika pasangan Anda melakukan penetrasi terlalu dalam.

Yang juga dilarang adalah meniupkan udara ke daerah genital. Meniup udara ke dalam vagina bisa menyebabkan emboli udara (gelembung udara yang masuk ke dalam sirkulasi darah Anda). Hal ini jarang terjadi, tetapi bisa mengancam jiwa Anda atau bayi. Oral seks aman selama kehamilan, tetapi sebaiknya tidak meniupkan udara ke dalam vagina.

BACA JUGA: Posisi Seks Saat Hamil yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Sumber
Yang juga perlu Anda baca