home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Sering Seks Ketika Hamil Boleh Dilakukan?

Seberapa Sering Seks Ketika Hamil Boleh Dilakukan?

Bagi pasangan suami istri, berhubungan seks sudah menjadi kebutuhan yang perlu dipenuhi. Namun terkadang, kegiatan ini menjadi hal yang cukup dikhawatirkan saat hamil. Padahal sebenarnya, seks ketika hamil aman-aman saja sama seperti hari-hari sebelum Anda mengandung. Namun, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tak jarang ada berbagai pertanyaan seputar seks saat hamil yang diajukan termasuk seberapa sering sek boleh dilakukan.

Seberapa sering seks ketika hamil boleh dilakukan?

posisi seks saat hamil

Meski beberapa pasangan merasa khawatir melakukan seks saat hamil, kegiatan ini tentu tidak dapat dihindari dan tak menyurutkan gairah seksual masing-masing. Bahkan ada yang mungkin merasa lebih bergairah jika melakukan seks saat hamil. Nah, kemudian muncul pertanyaan yang sering kali dilontarkan oleh banyak pasangan, berapa kali, sih, seks ketika hamil boleh dilakukan?

Sebenarnya, tidak ada batasan khusus atau maksimal yang menyebutkan seberapa sering sebaiknya seks saat hamil. Anda dan pasanganlah yang bisa menentukan seberapa siap kondisi fisik dan mental untuk melakukan kegiatan seksual. Namun, umumnya tinggi rendahnya gairah seksual kedua pasangan di tiap trimester menentukan seberapa banyak kegiatan seks yang dilakukan.

Trimester pertama

Dikutip dari Parents, penelitian menunjukkan sekitar 54 persen wanita hamil mengalami penurunan keinginan seks selama trimester pertama. Hal ini terjadi karena masa awal kehamilan adalah waktu terberat bagi sebagian wanita.

Payudara yang terasa nyeri, mual berkepanjangan, dan suasana hati yang juga tidak menentu biasanya menjadi penyebab rendahnya gairah seksual pada wanita. Namun, hal ini biasanya hanya akan bertahan selama beberapa minggu saja dan akan kembali normal bahkan meningkat saat kondisi tubuh mulai stabil.

Trimester kedua

Di trimester kedua, biasanya kondisi tubuh wanita mulai stabil. Rasa lelah dan mual yang dialaminya di trimester pertama telah terlewati. Biasanya, Anda juga akan merasa lebih seksi karena secara fisik, klitoris dan vagina juga akan berukuran lebih besar akibat volume darah yang meningkat.

Dengan begitu, kenikmatan pun akan terasa semakin besar. Bahkan, banyak wanita yang mengalami orgasme hingga multiorgasme untuk pertama kalinya seumur hidup saat seks di trimester kedua kehamilan.

Saat wanita merasa berada di puncak gairahnya, justru pria terkadang mengalami hal sebaliknya. Pasalnya, di masa ini bayi mulai terlihat membesar yang ditunjukkan dengan perut pasangannya yang semakin membuncit.

Sehingga gairah seksualnya akan menurun karena ada kekhawatiran kegiatan seks yang dilakukan bisa menyakiti sang buah hati. Jika Anda dan pasangan berhasil mengendalikan kekhawatiran, kemungkinan besar di waktu inilah frekuensi hubungan intim Anda dan pasangan meningkat.

Trimester ketiga

Kendala untuk berhubungan seks di trimester ketiga atau akhir akan semakin meningkat. Perut yang makin membesar dan energi yang mudah terkuras bagi wanita membuat banyak pasangan mengalami penurunan aktivitas seksual.

Namun, Anda tetap bisa berhubungan seks kapan pun Anda mau selama kondisi fisik memungkinkan. Selain itu, bagi pasangan yang bisa menemukan posisi seks yang tepat saat hamil, maka rutinitas ini akan tetap berjalan dengan baik hingga mendekati waktu persalinan.

Fokus pada kualitas seks, bukan kuantitas

seks saat hamil

Banyak atau sedikitnya kegiatan seksual yang Anda dan pasangan lakukan saat hamil tidak menjadi patokan kebahagiaan. Hal yang paling penting ialah fokus pada kualitas seks yang Anda dan pasangan lakukan ketimbang memikirkan kuantitasnya. Pasalnya, frekuensi seks yang jarang tetapi berkualitas tetap bisa menjaga keintiman Anda dan pasangan ketimbang sering tetapi tidak berkualitas.

Oleh karena itu, jangan terpatok pada seberapa sering seks dilakukan tetapi lebih kepada seberapa menikmati Anda dan pasangan saat berhubungan seks. Selama kehamilan berada dalam kondisi sehat dan dokter tidak meminta Anda untuk beristirahat total, Anda bisa melakukannya sesering yang Anda inginkan karena seks akan sangat aman meski dilakukan saat sedang mengandung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Much Sex During Pregnancy?

https://www.parents.com/pregnancy/my-life/sex-relationship/how-much-sex-during-pregnancy/ accessed on July 3rd 2018

Sex During Pregnancy: How to stay safe and have fun

https://www.babycenter.com/sex-during-pregnancy-overview accessed on July 3rd 2018

Sex During Pregnancy: Whats Ok and What’s Not

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318  accessed on July 3rd 2018

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 22/07/2018
x