backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Tes AMH

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 05/07/2023

Tes AMH

Setiap hormon di dalam tubuh memiliki fungsi masing-masing, termasuk hormon AMH. Saat kekurangan hormon AMH, tubuh akan mengalami gangguan tertentu, termasuk pada wanita. Untuk mendeteksi kondisi ini dan mengetahui jumlah hormon AMH di dalam tubuh wanita, tes AMH dapat dilakukan. Berikut tata caranya.

Apa itu tes AMH?

tes keputihan

Tes AMH, atau kependekan dari tes anti-mullerian hormon, adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur hormon anti-mullerian di dalam tubuh.

Hormon anti-mullerian (AMH) termasuk jenis hormon yang berfungsi dalam menghasilkan sel telur pada wanita.

Namun, hormon ini terdapat baik pada pria maupun wanita. Hormon AMH berperan penting dalam perkembangan organ kelamin pada janin selama di dalam kandungan.

Kadar hormon AMH diketahui lebih tinggi pada bayi laki-laki untuk mencegah organ kelamin berkembang menjadi kelamin perempuan.

Sementara itu, bayi perempuan hanya membutuhkan sedikit hormon AMH untuk bisa berkembang. Maka itu, bisa dibilang hormon ini juga menentukan jenis kelamin bayi saat lahir.

Pada wanita dewasa, sel-sel di dalam folikel indung telur (ovarium) menghasilkan hormon AMH.

Folikel sendiri merupakan kantung berisi cairan pada ovarium yang bertugas menyimpan dan melepaskan sel telur.

Oleh sebab itu, kadar hormon AMH di dalam tubuh akan menentukan jumlah sel telur atau cadangan dalam ovarium dengan ketentuan tersendiri yang akan dibahas lebih lanjut berikutnya.

  • Kadar hormon AMH tinggi berarti jumlah sel telur dan cadangan ovarium lebih banyak.
  • Kadar hormon AMH rendah berarti jumlah sel telur dan cadangan ovarium lebih sedikit.

Perlu diketahui!

Meski hormon AMH bisa memengaruhi jumlah sel telur, tetapi tes ini tidak bisa dilakukan untuk mengetahui tingkat kesuburan atau memprediksi kapan menopause akan terjadi pada wanita.
Terlebih, kesuburan juga bisa dipengaruhi faktor-faktor lain, seperti:
  • usia, kondisi kesehatan, dan pola hidup (seperti, kebiasaan merokok),
  • jumlah dan kualitas sperma, dan
  • kondisi kesehatan sistem reproduksi, seperti tidak rutin mengalami ovulasi, saluran tuba falopi tersumbat, jaringan parut panggul, endometriosis, dan kelainan rahim.

Apa tujuan tes AMH?

Tes AMH atau AMH test umumnya dilakukan untuk menghasilkan gambar dari kondisi kesehatan sistem reproduksi pada wanita. Oleh karena itu, tes skrining ini lebih sering dilakukan oleh wanita.

Dokter umumnya akan menyarankan tes AMH untuk mendeteksi penyebab dan menentukan pengobatan gangguan kesuburan pada wanita.

Pada kondisi ini, tes AMH berfungsi sebagai berikut.

  • Menghitung jumlah sel telur yang tersisa di dalam ovarium. Namun, tes ini tidak bisa membantu mengetahui kulitas sel telur atau memperkirakan peluang kehamilan.
  • Memprediksi respons tubuh terhadap obat kesuburan. Tes berfungsi untuk memastikan obat bekerja efektif dalam menghasilkan lebih banyak sel telur.

Selain mengetahui kondisi kesuburan, tes AMH pada wanita juga bisa dilakukan untuk kondisi berikut ini.

  • Mengetahui kapan menopause terjadi.
  • Mendeteksi gangguan sistem reproduksi, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS) dan jenis tertentu kanker ovarium. Tes ini juga bisa dilakukan untuk mengetahui apakah pengobatan kanker berhasil atau mendeteksi kekambuhan tumor.

Sementara itu, pada bayi dan anak-anak, tes AMH dilakukan untuk menentukan kelainan jenis kelamin, yang meliputi berikut ini.

  • Memeriksa kesehatan testis atau mengetahui penyebab testis tidak turun pada bayi laki-laki.
  • Memastikan jenis kelaminan bayi pada kondisi atypical genitalia atau kelamin ganda.

Siapa yang perlu melakukan tes AMH?

Pada wanita, tes AMH perlu dilakukan jika memiliki kondisi berikut ini.

  • Gangguan kesuburan.
  • Gejala polycystic ovary syndrome (PCOS).
  • Menjalani pengobatan kanker ovarium.
  • Untuk bayi dan anak-anak, dokter mungkin akan menyarankan tes ini pada kondisi berikut.

    • Bayi laki-laki tidak memiliki testis dalam buah zakar.
    • Kelamin bayi tidak terlihat jelas perbedaannya antara laki-laki atau perempuan.

    Bagaimana prosedur tes AMH?

    gejala wanita ke dokter

    Tes AMH termasuk jenis tes darah. Tenaga medis akan melakukan pemeriksaan dengan menusukan jarum untuk mengambil sampel darah dari pembuluh darah di lengan.

    Tes ini akan menunjukan jumlah sel telur yang tersisa dan kondisi ovarium apakah menua terlalu cepat.

    Hasil tes tersebut bisa membantu mendeteksi seberapa besar peluang terjadinya kehamilan pada wanita.

    Sebagai pemeriksaan lanjutan, tes AMH juga bisa dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan obat suntik kesuburan untuk merangsang oogenesis.

    Tes ini biasanya perlu dilakukan sebagai persiapan untuk proses bayi tabung. Pemeriksaan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

    Tidak seperti hormon reproduksi lainnya, hormon AMH tidak mengalami naik turun selama siklus haid sehingga bisa dilakukan kapan saja.

    Selain di rumah sakit, tes AMH juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda bisa membeli alat tes mandiri.

    Serupa dengan alat tes di rumah sakit, alat tes mandiri juga menggunakan jarum untuk menusuk pembuluh darah di lengan dan mengambil sampel darah yang dibutuhkan.

    Namun, untuk membaca hasil tes, disarankan untuk tetap melakukan konsultasi ke dokter agar bisa diketahui secara tepat.

    Cara membaca hasil tes AMH

    Dalam tes AMH, hormon ini akan diukur dalam satuan nanogram per milimeter (ng/mL).

    Meski masih terdapat perdebatan, berdasarkan Cleveland Clinic, kadar hormon AMH dapat dikatakan normal sesuai dengan ketentuan berikut ini.

    • Rata-rata: antara 1,0—3,0 ng/mL.
    • Rendah: di bawah 1,0 ng/mL.
    • Sangat rendah: di bawah 0,4 ng/mL.
    • Namun, perlu diingat juga bahwa ketentuan hasil tes bisa berbeda-beda pada tiap laboratorium dan alat tes.

      Selain berdasarkan ketentuan tersebut, kadar hormon AMH normal juga bisa ditentukan berdasarkan usia masing-masing wanita.

      Kadar hormon AMH di dalam tubuh dapat berbeda-beda tergantung dari usia.

      Pada wanita, hormon AMH akan mulai meningkat saat memasuki usia remaja dan akan mencapai jumlah paling banyak saat berusia sekitar 25 tahun.

      Setelah usia tersebut, kadar hormon AMH akan mulai menurun secara alami. Berdasarkan usia, berikut kadar normal hormon AMH di dalam tubuh.

      • 25 tahun: 3,0 ng/mL.
      • 30 tahun: 2,5 ng/mL.
      • 35 tahun: 1,5 ng/mL.
      • 40 tahun: 1 ng/mL.
      • 45 tahun: 0,5 ng/mL.

      Selain kadar hormon yang terlalu rendah, perlu diwaspadai juga jika kadar hormon AMH terlalu tinggi.

      Ini karena kadar hormon AMH tinggi bisa menjadi tanda polycystic ovary syndrome (PCOS) pada sebagian wanita.

      Catatan

      Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

      Ditinjau secara medis oleh

      dr. Carla Pramudita Susanto

      General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


      Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 05/07/2023

      advertisement iconIklan

      Apakah artikel ini membantu?

      advertisement iconIklan
      advertisement iconIklan