home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Servisitis, Penyakit Radang Leher Rahim yang Mengintai Kaum Hawa

Mengenal Servisitis, Penyakit Radang Leher Rahim yang Mengintai Kaum Hawa

Leher rahim alias serviks adalah salah satu bagian organ reproduksi yang penting untuk dijaga kesehatannya. Pasalnya, organ yang satu ini berfungsi sebagai jalan keluar darah menstruasi maupun bayi saat melahirkan. Karena perannya yang sangat penting itulah, Anda perlu mewaspadai beberapa masalah kesehatan yang dapat menyerang leher rahim. Salah satunya servisitis atau radang leher rahim.

Apa itu servisitis?

radang leher rahim servisitis adalah

Serviks atau leher rahim adalah organ yang menghubungkan antara vagina dengan rahim. Sama seperti organ tubuh lainnya, leher rahim juga rentan terkena infeksi dan peradangan yang disebut dengan servisitis.

Servisitis adalah kondisi peradangan, iritasi, atau luka pada leher rahim. Lapisan leher rahim yang terluka atau iritasi ini bisa menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan mengeluarkan lendir atau nanah di dalam leher rahim.

Beberapa penyebab radang leher rahim atau servisitis adalah:

  • Infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan herpes.
  • Reaksi alergi, biasanya dari spermisida atau lateks pada kondom. Sejumlah produk perawatan kewanitaan seperti douche juga dapat memicu peradangan pada leher rahim.
  • Pertumbuhan bakteri yang berlebihan dalam vagina. Kondisi ini dapat memicu infeksi vagina yang disebut dengan bacterial vaginosis dan memicu servisitis.

Meski bisa diatasi, Anda tetap perlu waspada dengan risiko servisitis berulang. Ya, wanita yang pernah terkena servisitis sebelumnya juga memiliki kemungkinan 8-25 persen untuk mengalaminya lagi, seperti dikutip dari WebMD.

Tanda dan gejala radang leher rahim

penyebab anyang-anyangan, obat anyang-anyangan, mengatasi anyang-anyangan, anyang-anyangan pada wanita

Kebanyakan wanita seringnya tidak sadar saat terkena radang leher rahim atau servisitis. Pasalnya, penyakit yang satu ini tidak menimbulkan gejala apa pun dan biasanya baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan panggul.

Namun setidaknya, ada beberapa tanda dan gejala servisitis yang bisa Anda perhatikan sejak dini, yaitu:

Jika diperhatikan, gejala radang leher rahim tersebut mirip dengan gejala penyakit lainnya. Oleh karena itu, bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Infeksi leher rahim yang dibiarkan terus-menerus dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya, mulai dari rahim, tuba falopii, hingga ke rongga panggul dan perut. Akibatnya, Anda rentan mengalami masalah kesuburan dan pada akhirnya susah hamil. Kalaupun bisa hamil, kondisi leher rahim yang meradang akan mengganggu perkembangan bayi dalam kandungan dan menghambat jalan lahirnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cervicitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/symptoms-causes/syc-20370814. Accessed 31/1/2019.

Cervicitis. https://www.webmd.com/women/guide/cervicitis#1. Accessed 31/1/2019.

Inflammation of the Cervix (Cervicitis). https://www.healthline.com/health/cervicitis. Accessed 31/1/2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 22/02/2021
x