Daftar Makanan Sumber Probiotik yang Baik untuk Kesehatan Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tubuh kita merupakan tempat hidup bakteri. Ada berbagai jenis bakteri yang hidup di bagian-bagian tertentu tubuh Anda, termasuk di vagina. Dalam vagina, terdapat lebih dari 50 spesies bakteri unik, seperti yang ada dalam saluran pencernaan. Jangan panik, bakteri-bakteri ini merupakan bakteri baik yang dapat menjaga kesehatan vagina. Namun, jika bakteri baik ini terancam kedudukannya oleh bakteri jahat, maka vagina akan rentan terkena infeksi.

Untuk itu, Anda perlu mempertahankan keseimbangan bakteri dalam vagina. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri baik atau probiotik.

Bagaimana probiotik bisa menjaga kesehatan vagina?

Bakteri baik dalam vagina, terutama jenis Lactobacillus, dapat melindungi saluran vagina dari bakteri jahat atau mikroorganisme penyebab penyakit. Bakteri baik bekerja dengan cara menghentikan pembentukan dasar dari mikroorganisme penyebab penyakit.

Bakteri baik dapat menciptakan lingkungan vagina yang asam (mempertahankan lingkungan ph vagina yang sehat) sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Ini dilakukan dengan cara menghasilkan asam laktat dalam vagina. Hidrogen peroksida juga dihasilkan oleh bakteri baik untuk menghambat perkembangan bakteri atau mikroorganisme penyebab infeksi vagina, seperti bakterial vaginosis.

Yang paling penting, probiotik atau bakteri baik juga dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh. Sehingga, bisa membantu melawan infeksi yang menyerang tubuh secara keseluruhan, tidak hanya untuk menjaga kesehatan vagina tapi juga untuk kesehatan kandung kemih dan saluran pencernaan.

Apa saja makanan sumber probotik yang baik untuk vagina?

Kadar estrogen dan perubahan pH vagina yang menjadi lebih rendah dapat menyebabkan penurunan populasi Lactobacillus dalam vagina, sehingga memungkinkan bakteri jahat untuk menggantikannya dan menginfeksi vagina. Sehingga, dengan menambahkan jumlah bakteri baik dalam tubuh melalui makanan, maka dapat mempertahankan kedudukan bakteri baik, khususnya Lactobacillus, untuk melindungi vagina dari infeksi.

Penelitian, yang dilansir dari Medical Daily, juga telah membuktikan adanya hubungan antara diet kaya probiotik dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh serta keseimbangan hormonal. Beberapa makanan sumber probiotik yang bisa menjaga kesehatan vagina adalah:

  • Yogurt, adalah susu yang ditambahkan dengan bakteri Lactobacillus acidophilus sehingga terjadi fermentasi.
  • Kefir, adalah susu kambing yang difermentasi dengan bakteri baik.
  • Kimchi, adalah makanan khas dari Korea yang merupakan produk fermentasi sayuran, terutama sawi putih.
  • Sauerkraut, hampir sama dengan kimchi namun berasal dari daratan Eropa, sauerkraut merupakan kol yang telah difermentasi.
  • Tempe, makanan asli Indonesia ini merupakan kacang kedelai yang difermentasi dengan ragi atau bakteri baik.
  • Miso, adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari gandum, kacang kedelai, beras, atau barley yang difermentasi dengan jamur yang disebut koji.
  • Acar atau pickle, adalah timun yang difermentasi dengan cara direndam dalam larutan garam dan air.
  • Teh kombucha, adalah minuman teh hijau atau teh hitam yang difermentasi dengan bakteri.
  • Makanan fermentasi lainnya.

Selain mengonsumsi probiotik, menjaga kebersihan vagina juga penting

Kebersihan vagina juga penting dijaga agar Anda terhindar dari infeksi bakteri. Walaupun vagina sebenarnya mempunyai sistem tersendiri untuk membersihkan dirinya, namun beberapa hal tetap harus Anda lakukan untuk menjaga lingkungan pada vagina tetap seimbang.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan vagina adalah:

  • Bersihkan vagina secara rutin, cukup dengan air hangat. Atau, Anda juga bisa menggunakan produk pembersih vagina (bukan sabun) yang mengandung povidone-iodine, jika diperlukan terutama saat “red days” (menstruasi).
  • Bersihkan vagina dari depan ke belakang agar kuman yang ada di anus tidak menyebar ke daerah vagina.
  • Jaga area vagina tetap kering. Sebaiknya pilih celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat dan hindari menggunakan celana atau rok yang ketat. Lap daerah sekitar vagina dengan handuk lembut setelah mandi atau setelah dari toilet.
  • Hindari membersihkan vagina dengan cara douching karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami dalam vagina. Hindari juga penggunaan tisu dengan pewangi, sabun dengan pewangi, atau deodoran vagina.
  • Ganti pembalut secara teratur saat Anda menstruasi.
  • Lumasi vagina dengan baik sebelum berhubungan seksual agar terhindar dari iritasi.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Penting untuk Menjaga Vagina Tetap Wangi dan Segar

Jangan sembarangan menggunakan produk kimia untuk membuat vagina wangi. Berikut ini panduan menjaga kesegaran alami vagina.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Konten Bersponsor
vagina wangi
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Jamur Enoki yang diimpor dari Korea Selatan ini terbukti terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang menyebabkan penyakit listeria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Cara Ampuh Mengatasi Keputihan, Lewat Perawatan Alami dan Obat Dokter

Resah dengan keputihan yang keluar berlebih? Jangan khawatir. Ada banyak cara mengatasi atau menghilangkan keputihan di rumah atau berobat ke dokter.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab septikemia

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
fingering

Fingering, Permainan Jari Saat Bercinta yang Perlu Diperhatikan Tips dan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
probiotik meningkatkan daya tahan tubuh

Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit