home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Penyebab Wanita Jadi Gemuk Setelah Menikah

7 Penyebab Wanita Jadi Gemuk Setelah Menikah

Gemuk setelah menikah konon adalah pertanda bahagia. Sayangnya sebagai wanita, Anda mungkin akan menjadi tidak senang dengan penampilan tersebut. Kenapa hal ini bisa terjadi? Yuk simak pembahasannya di artikel berikut ini ya.

Apa saja yang menjadi penyebab gemuk setelah menikah?

risiko obesitas

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal The Obesity, 8 dari 10 pasangan mengalami kenaikan berat badan sebesar 5 sampai 10 kg dalam waktu 5 tahun setelah menikah. Adapun kenaikan ini lebih banyak dialami oleh para wanita.

Ada sejumlah alasan yang membuat Anda menjadi lebih gemuk setelah menikah, antara lain adalah sebagai berikut.

1. Diet yang salah

Hal pertama yang menyebabkan mengapa Anda cenderung berubah menjadi gemuk ketika sudah menikah adalah karena diet yang salah.

Biasanya sebelum menikah, Anda tekun mengerjakan diet ketat serta menjauhi beberapa makanan. Namun ketika sudah menikah, makanan Anda menjadi tidak terkontrol bahkan tidak lagi melakukan diet.

2. Tidak ada waktu sendiri

Saat belum menikah, Anda memiliki banyak me time atau waktu luang untuk diri sendiri. Waktu inilah yang biasanya digunakan untuk merawat diri dan menjaga bentuk tubuh.

Namun, setelah menikah aktivitas sehari-hari menjadi banyak berubah. Biasanya waktu akan habis untuk mengurus rumah tangga, suami dan anak.

Oleh karena itu, Anda tak lagi memiliki waktu banyak untuk merawat tubuh.

3. Prioritas berubah

Menurut penelitian dari Southern Methodist University, Dallas terhadap 169 pasangan yang baru menikah, mereka mengakui peningkatan berat badan terjadi karena prioritas yang berubah.

Sebelum menikah, Anda bisa fokus merawat diri dan menjaga berat badan ideal karena termotivasi untuk menemukan pasangan.

Namun, ketika sudah menikah, motivasi ini biasanya sudah menurun. Anda pun lebih memilih fokus mengurus anak dan suami sehingga tidak terlalu peduli terhadap berat badan.

4. Pengaruh kehamilan

Kehamilan mungkin jadi penyebab paling sering kenapa wanita gemuk setelah menikah. Biasanya berat badan meningkat drastis selama masa kehamilan. Sayangnya, setelah melahirkan, berat badan menjadi sulit untuk dikembalikan seperti semula.

Apalagi karena kesibukan mengurus anak menjadi hal yang lebih banyak menyita waktu dan perhatian dibandingkan mengurus diri sendiri.

5. Pengaruh hormonal

Perubahan hormon juga dapat menyebabkan wanita gemuk setelah menikah. Tercatat ada enam hormon menurut medis yang mempengaruhi berat badan wanita, yaitu hormon testosteron, kortisol, insulin, progesteron, tiroid, dan estrogen.

Selain menyebabkan perubahan fisik pada wanita setelah menikah, keenam hormon ini juga sangat erat kaitannya dengan siklus menstruasi, kehamilan, dan proses menyusui.

6. Jarang berolahraga

Kapan terakhir Anda berolahraga? Mungkin sudah lama sekali ya. Urusan rumah tangga sehari-hari mungkin kelihatannya sepele, tapi ternyata cukup menguras energi dan waktu.

Akibatnya Anda menjadi gemuk setelah menikah lantaran terlalu lelah atau tidak punya kesempatan untuk berolahraga.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina, wanita yang sudah menikah akan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 6,8 kg setelah dua tahun pernikahannya. Kebanyakan dari mereka mengaku karena jarang berolahraga.

7. Pengaruh kebiasaan pasangan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli gizi dari University of North Carolina, kebiasaan pasangan sangat berpengaruh terhadap peningkatan berat badan setelah menikah.

Terutama jika sudah melalui masa pernikahan selama lebih dari 2 tahun. Karena menjaga kenyamanan satu sama lain, sejumlah pasangan mungkin akan menjalani pola hidup yang kurang sehat.

Beberapa contohnya seperti makan di restoran atau ngemil bersama sambil bermalas-malasan. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang dapat menyebabkan wanita menjadi lebih gemuk setelah menikah.

Bagaimana mengatasi gemuk setelah menikah?

obesitas anak, masalah gizi di indonesia

Berdasarkan sejumlah penyebab yang sudah dipaparkan di atas, Anda bisa merencanakan apa saja yang perlu dilakukan agar berat badan tetap terjaga meskipun sudah menikah.

Beberapa hal-hal sederhana berikut ini dapat Anda coba:

  • tumbuhkan kembali motivasi untuk merawat diri dan menjaga bentuk tubuh ideal,
  • ajak suami dan anak-anak untuk berolahraga bersama, dan
  • tetap patuhi pola diet yang sehat.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Prichard, I., & Tiggemann, M. (2014). Wedding-related weight change: The ups and downs of love. Body Image, 11(2), 179-182. doi: 10.1016/j.bodyim.2013.12.005

The, N., & Gordon-Larsen, P. (2012). Entry Into Romantic Partnership Is Associated With Obesity. Obesity, 17(7), 1441-1447. doi: 10.1038/oby.2009.97

Meltzer, A., Novak, S., McNulty, J., Butler, E., & Karney, B. (2013). Marital satisfaction predicts weight gain in early marriage. Health Psychology, 32(7), 824-827. doi: 10.1037/a0031593

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 15/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita