home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyebab Pembengkakan Klitoris yang Tak Kunjung Usai

Penyebab Pembengkakan Klitoris yang Tak Kunjung Usai

Ya, wanita juga bisa mengalami ereksi, yaitu pembengkakan klitoris akibat rangsangan seksual. Namun, ereksi berkepanjangan pada wanita atau disebut priapismus klitoris adalah suatu kondisi langka yang terjadi saat ereksi klitoris berdurasi panjang, lebih dari 4 jam, sehingga menyakitkan.

Perbedaan ereksi berkepanjangan pada wanita dan pada pria

Priapismus klitoris adalah fenomena yang mirip dengan priapismus penis, yaitu adanya gangguan pada aliran darah yang mengalir keluar dari ruang ereksi. Hasil akhirnya adalah klitoris menjadi membesar, bengkak, dan cenderung menyakitkan. Tetapi tidak seperti ereksi berkepanjangan pada penis, pembengkakan klitoris berkepanjangan pada wanita tidak dianggap sebagai kedaruratan medis, karena risiko pembekuan darah jauh lebih rendah. Rendahnya risiko tersebut disebabkan oleh banyaknya sirkulasi darah menuju klitoris dibandingkan pada penis. Meskipun tingkat bahaya priapismus klitoris jauh lebih kecil, namun pengobatan darurat masih diperlukan untuk mengurangi gejala.

Contoh kasus pembengkakan klitoris berkepanjangan pada wanita

Kasus 1

Menurut sebuah kasus yang diterbitkan pada International Journal of Obstetrics & Gynaecology tahun 2006, seorang wanita berumur 24 tahun yang belum pernah hamil mengalami pembengkakan klitoris lebih dari 2 minggu. Gejala ini timbul secara bertahap, tanpa dibarengi oleh aktivitas seksual.

Terlepas dari nyeri saat buang air kecil, ia tidak memiliki gejala lainnya. Tidak ada riwayat trauma atau penggunaan narkoba, terlepas dari penggunaan kontrasepsi oral. Wanita itu dikenal memiliki klitoromegali (peristiwa pembesaran klitoris) bawaan sejak lahir.

Kondisi ini telah secara luas dievaluasi pada anak usia dini. Tidak ada endokrin, kromosom, atau kelainan anatomi tambahan pada waktu itu. Perkembangan fisik dan seksual juga dinyatakan normal. Pemeriksaan klinis mengungkapkan bahwa wanita muda sehat tersebut memiliki beberapa piercing di tubuhnya, namun tidak satupun terdapat di wilayah kemaluan. Di samping itu, ia memiliki klitoris yang lembut dan membesar hingga memiliki panjang 4-5 cm.

Krura klitoris (bagian ujung klitoris) jelas teraba di sisi bagian dalam ramus pubis dan terasa lembut. USG transvaginal dan pemeriksaan laboratorium mengungkapkan tidak ada kelainan. Dengan tidak adanya sebab yang jelas, maka tidak ada saran yang berguna pada tindakan klinis.

Di bawah anestesi umum, batang klitoris dan krura diberi suntikan berisi epinefrin dan heparin. Setelah penyuntikan, krura dan batang klitoris disedot menggunakan jarum yang besar, kemudian sejumlah darah gelap dan kentalpun diperoleh. Dalam waktu beberapa hari, wanita tersebut sembuh sepenuhnya. Namun, dua tahun kemudian ia mengalami nyeri klitoris tanpa dibarengi oleh pembengkakan, yang tidak berhubungan dengan gairah seksual.

Kasus 2

Menurut sebuah studi pada Journal of Sexual Medicine, seorang wanita berusia 29 tahun mengalami kasus priapismus klitoris serius selama lima hari, kondisi itu terjadi setelah ia megonsumsi antidepresan bupropion dan trazodone. Wanita itu telah minum obat setiap hari untuk mengobati libido rendah dalam beberapa bulan terakhir, dan telah meningkatkan dosis sebelum mengalami pembengkakan labia dan nyeri di wilayah klitoris.

Meskipun ia tidak lagi meminum obat, namun nyeri dan bengkak semakin parah selama lima hari kedepan. “Rasa sakit telah melemahkan tubuhnya, karena ia tidak bisa berjalan, duduk, atau berdiri tanpa diikuti oleh rasa sakit yang memburuk,” menurut para peneliti. Pada pemeriksaan, dokter menemukan klitoris membesar hingga berukuran 2 x 0,7 cm dengan perubahan warna menjadi ungu.

Wanita tersebut diberikan obat oral dekongestan dan Sudafed selama tiga hari. Setelah satu hari mengonsumsi obat tersebut setiap enam jam, wanita tersebut harus terus mengonsumsi Sudafed selama dua hari hingga semuanya kembali normal, menurut para peneliti.

Kesimpulan

Seperti kedua kasus di atas, penyebab pembengkakan klitoris berkepanjangan pada wanita beragam. Oleh karena itu, jenis pengobatannya juga berbeda. Meskipun priapismus berpotensi mempengaruhi pria dan wanita, perlu diingat bahwa kondisi ini cukup langka. Risiko pembengkakan klitoris berkepanjangan ini memang rendah, namun jika Anda mengalami rasa sakit di klitoris selama berjam-jam dan tidak kunjung mereda, janganlah ragu untuk mencari bantuan medis.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

A Painful Clitoral Erection that Last for Days? It Happens to Some Women http://www.lehmiller.com/blog/2015/5/15/a-painful-clitoral-erection-that-last-for-days-it-happens-to-some-women. Accessed November 14, 2016.

Clitoral Priapism with No Known Risk Factor https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19561754. Accessed November 14, 2016.

Painful, Days-Long Erections Also Happen in Women http://www.livescience.com/43571-permanent-erection-in-woman-case-report.html. Accessed November 14, 2016.

Priapism of the Clitoris http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1471-0528.2006.00935.x/pdf. Accessed November 14, 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 06/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan