5 Gejala Penyakit Kelamin Trikomoniasis pada Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis (TV). Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit kelamin yang paling sering terjadi. Infeksi ini tidak fatal, tetapi dapat memicu komplikasi, seperti ketidaksuburan, infeksi jaringan kulit vagina pada wanita.

Trikomoniasis dapat menyerang pria dan wanita, namun wanita muda yang aktif secara seksual lebih rentan tertular, karena penyakit ini menular melalui hubungan intim. Meski dapat diobati, trikomoniasis membuat tidak nyaman dan dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Deteksi dini adalah cara terbaik untuk mengendalikan penyakit dan mendapatkan bantuan medis yang tepat. Bagi wanita, dengan mengetahui gejalanya dapat memastikan perawatan yang tepat dan cepat.

Apa saja gejala trikomoniasis?

Trikomoniasis sering kali tidak memiliki gejala yang dirasakan. Center For Disease Control and Prevention melaporkan bahwa hanya 30 persen orang dengan trikomoniasis melaporkan memiliki gejala.

Dalam sebuah penelitian, 85 persen wanita yang terkena dampak tidak memiliki gejala apapun. Gejala tersebut umumnya akan muncul pada hari kelima hingga ke-28 setelah terinfeksi. Meski demikian, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi parasit ini sehingga tidak melakukan perawatan apa pun.

Jika Anda mengalami salah satu gejala yang disebutkan ini dan gejalanya semakin parah, segera periksakan dengan dokter Anda.

1. Keputihan yang tidak biasa

Salah satu gejala pertama trikomoniasis pada wanita adalah keputihan yang tidak seperti biasanya, karena cairan vagina yang muncul bisa berkisar dari tekstur lembut hingga sedikit berbusa. Warnanya biasanya kuning, hijau atau abu-abu. Gejala ini umumnya muncul dalam waktu seminggu setelah terpapar.

2. Vagina gatal

Wanita dengan trikomoniasis mungkin juga mengalami gatal di dalam dan sekitar vagina. Rasa gatal muncul sesekali dan menyebar luas. Rasa gatal bahkan bisa terjadi di lipatan labia (bibir vagina).

3. Vagina berbau

Bau pada vagina yang terinfeksi trikomoniasis, biasanya berkembang dari yang ringan sampai kuat. Bau yang timbul seperti bau amis dan busuk, terutama setelah mandi atau mencuci area genital.

4. Vagina iritasi atau luka

Jika daerah vagina Anda terasa gatal yang berlebihan dan Anda menggaruknya, ini bisa menyebabkan radang atau luka terbuka yang menyakitkan dan mungkin sulit untuk disembuhkan. Pada kondisi yang lebih lanjut, trikomoniasis bisa timbul seperti benjolan merah di bawah kulit. Ini bisa membuat daerah vagina Anda semakin gatal, tapi Anda harus berusaha menahan diri untuk tidak menggaruk.

5. Nyeri perut bawah

Jika trikomoniasis sudah masuk dalam stadium lanjut, biasanya terjadi 20 hari atau lebih setelah terpapar, benjolan merah bisa mulai menyebar di bagian dalam dinding vagina. Hal ini disebabkan oleh parasit yang semakin berkembang. Benjolan ini bisa menyebabkan hubungan seksual yang menyakitkan dan juga sakit perut bagian bawah. Nyeri perut ini umumnya mereda satu atau dua hari setelah perawatan.

Cara agar tak tertular trikomoniasis

Seperti penyakit kelamin lain, trikomoniasis bisa dicegah dengan tidak bergonta-ganti pasangan seks. Pastikan Anda juga selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks, jika tak yakin pasangan Anda bersih dari penyakit kelamin.

Selain itu, itu memastikan vagina Anda bersih dari bakteri dan parasit penyebab penyakit menular seksual, bersihkanlah vagina dengan pembersih khusus kewanitaan setelah berhubungan seks dan saat sedang haid, di mana vagina paling rentan terkena infeksi. Hindari pembersih vagina yang mengandung sabun karena dapat mengganggu keseimbangan pH vagina. Jika ingin membasmi tuntas bakteri, pembersih yang mengandung povidone-iodine bisa jadi pilihan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Penyakit Kulit Menular Beserta Penyebab dan Gejalanya

Di Indonesia ada beberapa penyakit kulit menular yang masih menyebar luas. Apa saja penyakit kulit tersebut? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah iritasi kulit yang tidak berbahaya bagi kesehatan tetapi dapat mengganggu. Dermatitis kontak adalah penyakit yang disebabkan oleh paparan kulit terhadap penyebab iritasi (iritan), seperti bahan kimia pada kosmetik atau tanaman beracun. Simak lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan obat dermatitis kontak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Pernahkah Anda menemukan benjolan di penis Anda? Ada berbagai kemungkinan penyebab dari kondisi ini. Cari tahu dalam artikel berikut.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

Seks tanpa kondom tidak hanya meningkatkan risiko Anda kebobolan hamil, tapi juga penularan penyakit menular seksual atau penyakit kelamin. Bakteri dan virus penyebab infeksi kelamin bisa bersarang pada cairan tubuh ...

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Penyakit Menular Seksual 29 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

babesiosis adalah

Babesiosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Servisitis adalah

Servisitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Trikinosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Pendidikan seks cegah HIV/AIDS

Pentingnya Edukasi Seksual dan Potensi HIV/AIDS pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit