backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

4

Tanya Dokter
Simpan

Mengulik Ciri-Ciri Rahim Bermasalah dan Ragam Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

    Mengulik Ciri-Ciri Rahim Bermasalah dan Ragam Penyebabnya

    Setiap wanita penting untuk mengenali ciri-ciri rahim yang bermasalah. Pasalnya, rahim merupakan salah satu organ yang sangat penting dalam proses reproduksi wanita. Tanpa kondisi rahim yang normal, seorang wanita berisiko mengalami gangguan kesuburan bahkan hingga tidak bisa hamil atau memiliki keturunan.

    Dengan mengenal ciri rahim tidak sehat, wanita dapat bisa segera menangani kondisi yang dialami dengan tepat.

    Ciri-ciri rahim bermasalah serta penyebabnya

    kesehatan reproduksi

    Rahim adalah organ di dalam tubuh yang berfungsi untuk tempat berkembangnya janin saat hamil dan mendukung siklus menstruasi pada wanita.

    Pada kondisi normal, saat Anda sedang tidak hamil, ukuran rahim yaitu sebesar buah pir. Namun, selama masa kehamilan, rahim mengalami pelebaran dan peregangan untuk menyesuaikan bentuk dan ukuran dengan perkembangan janin.

    Sementara jika tidak terjadi proses pembuahan, lapisan endometrium mengalami peluruhan dan pertumbuhan berulang kali secara rutin setiap bulan atau dikenal sebagai siklus menstruasi.

    Selama kedua proses tersebut, gangguan pada rahim bisa terjadi karena suatu penyebab. Lantas, apa ciri-ciri atau gejala rahim yang bermasalah?

    Berikut adalah ciri-ciri masalah pada rahim beserta masing-masing penyebabnya.

    1. Nyeri di sekitar rahim

    Rasa nyeri yang timbul di sekitar rahim bisa disebabkan oleh adanya masalah pada rahim. Nyeri dapat terasa di sekitar panggul, perut, atau punggung bagian bawah.

    Umumnya, ciri-ciri rahim bermasalah ini terjadi ketika rahim mengalami pertumbuhan jaringan yang tidak normal, seperti tumor, kanker, atau kista.

    Gejala ini bisa timbul terus menerus atau dipicu oleh kegiatan tertentu, seperti berhubungan seksual.

    Beberapa kondisi penyebabnya meliputi berikut ini.

  • Prolaps uteri (turun peranakan)
  • Ketidasuburan rahim
  • Fibroid rahim
  • Endometriosis
  • Adenomiosis
  • Interstitial cystitis (sistitis)
  • Peradangan panggul
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Kelainan bentuk rahim bawaan
  • Luka pada rahim akibat operasi atau cedera (sindrom Asherman)
  • Nyeri panggul kronis
  • 2. Gangguan menstruasi

    Gangguan menstruasi menjadi salah satu ciri-ciri yang paling sering dialami ketika rahim bermasalah.

    Alasannya karena setiap wanita umumnya pasti akan mengalami menstruasi secara rutin setiap bulan. Oleh karena itu, tidak jarang wanita yang mengalami gangguan menstruasi.

    Gangguan tersebut dapat berupa nyeri menstruasi (dismenore), siklus haid tidak teratur, perdarahan berat atau lebih lama (menorrhagia), dan premenstrual syndrome (PMS).

    Berikut adalah beberapa penyebab gejala ini.

    • Kanker rahim
    • Ketidasuburan rahim
    • Fibroid rahim
    • Endometriosis
    • Adenomiosis
    • Peradangan panggul
    • Polip rahim
    • Luka pada rahim akibat operasi atau cedera (sindrom Asherman)
    • Rahim terbalik

    3. Perdarahan di luar jadwal menstruasi

    Perdarahan akibat rahim bermasalah bisa terjadi di luar jadwal menstruasi. Ini mungkin saja salah satu ciri-ciri rahim bermasalah.

    Sama seperti darah haid, darah ini juga keluar dari rahim melalui vagina. Namun, perdarahan terjadi di antara jadwal haid sebelum dan berikutnya.

    Sebagai contoh, jika umumnya siklus haid Anda yaitu setiap 27 hari, perdarahan ini terjadi jauh sebelum hari ke-27, misalnya hari ke-10 atau hari ke-15.

    Perdarahan dapat berjumlah cukup banyak seperti darah haid pada umumnya atau berupa bercak darah.

    Namun, pada beberapa kasus, perdarahan baru akan keluar setelah Anda melakukan hubungan seksual.

    Melansir dari UT Southwestern Medical Center, perdarahan bahkan juga bisa terjadi menjelang atau setelah menopause.

    Gejala ini sering kali disebabkan oleh infeksi atau kelainan pada leher rahim (serviks), seperti kanker.

    Beberapa gangguan rahim yang bisa menyebabkan perdarahan di luar jadwal menstruasi, meliputi berikut ini.

    • Polip rahim
    • Fibroid rahim
    • Kanker rahim
    • Endometriosis
    • Polip endometrium
    • Hiperplasia endometrium atau penebalan dinding rahim

    4. Rahim kering

    Menopause akan dialami oleh setiap wanita yang pernah mengalami menstruasi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat menghasilkan sel telur.

    Pada sebagian besar wanita, menopause terjadi saat memasuki usia 52 tahun.

    Menopause dapat ditandai dengan beberapa ciri-ciri rahim bermasalah, termasuk rahim yang kering. 

    Saat jumlah sel telur semakin berkurang, kadar estrogen di dalam tubuh juga akan menurun yang menyebabkan kulit dan jaringan vulva dan vagina menjadi tipis dan kurang elastis.

    Hal ini bisa menimbulkan sejumlah ciri-ciri, seperti kulit wajah kemerahan (hot flashes), berkeringat di malam hari, vagina atau rahim kering, dan perubahan suasana hati (mood).

    5. Perubahan cairan keputihan

    Selain gangguan menstruasi dan perdarahan, tanda rahim tidak sehat lainnya yaitu perubahan cairan yang keluar saat keputihan.

    Keputihan sebenarnya merupakan kondisi yang normal dialami oleh wanita dan umumnya bukan menandakan kondisi yang serius.

    Namun, pada beberapa kasus, cairan keputihan yang keluar dapat berubah warna, tekstur, atau bau.

    Cairan keputihan bisa berwarna kuning, hijau, atau bahkan mengandung darah. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.

    • Fibrosis rahim
    • Peradangan panggul
    • Hiperlapsia endometrium
    • Prolaps uteri
    • Kanker rahim

    Kapan Anda harus ke dokter?

    dokter kandungan surabaya

    Gangguan pada rahim dapat disebabkan oleh kondisi yang beragam, dari yang ringan hingga yang cukup serius.

    Itulah pentingnya memahami tanda rahim tidak sehat, termasuk rahim kering, agar apa pun kondisi yang Anda alami bisa terdeteksi sejak awal.

    Untuk memastikan kondisi yang dialami, lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, terutama jika Anda mengalami gejala berikut ini.

    • Nyeri panggul yang tidak kunjung reda.
    • Menstruasi yang lama atau disertai nyeri yang parah.
    • Bercak atau perdarahan di luar siklus haid.
    • Kesulitan buang air kecil (BAK).
    • Jumlah sel darah merah rendah (anemia) tanpa diketahui penyebabnya.

    Pemeriksaan harus segera dilakukan jika Anda mengalami perdarahan yang sangat berat atau nyeri panggul yang menusuk dan terjadi secara tiba-tiba.

    Kesimpulan

    Pada dasarnya, gangguan pada rahim dapat disebabkan oleh kondisi yang beragam, dari yang ringan hingga yang cukup serius. Berikut adalah beberapa ciri-ciri atau gejala rahim bermasalah. 
    • Nyeri di sekitar rahim
    • Gangguan menstruasi
    • Perdarahan di luar jadwal menstruasi
    • Rahim kering
    • Perubahan cairan keputihan

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan