Komunitas adalah ruang aman tempat Anda dapat terhubung dengan anggota lain, mengomentari topik yang Anda minati, dan menerima saran tepercaya dari pakar medis seputar masalah kesehatan yang penting.
Saat anak mengeluh nyeri tenggorokan, ia bisa saja mengalami infeksi pada amandel. Salah satu tindakan yang dokter lakukan untuk mengatasinya adalah tonsilektomi atau operasi amandel pada anak. Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa itu operasi amandel pada anak?
Tonsilektomi adalah operasi pengangkatan amandel untuk mengobati infeksi dan radang amandel atau tonsilitis.
Amandel atau tonsil adalah dua jaringan berbentuk oval yang berada di bagian belakang tenggorokan, yakni sebelah kiri dan kanan.
Ini merupakan bagian dari jaringan limfoid (kelenjar di leher) yang berperan melawan virus dan bakteri dari hidung dan tenggorokan.
Radang amandel bisa terjadi jika amandel telah terinfeksi. Kondisi ini menyebabkan nyeri, demam, dan kesulitan menelan.
Sebenarnya, tidak semua kondisi amandel anak yang bengkak sembuh lewat operasi. Namun, bila infeksi pada amandel sudah mengganggu pernapasan anak saat tidur, ini berbahaya.
Ada beberapa kondisi yang membuat anak harus melakukan operasi amandel, mengutip dari Medlineplus.
Anak terlalu sering mengalami infeksi amandel (bisa 7 kali dalam setahun atau 5 kali dalam dua tahun).
Kesulitan bernapas dan tidak bisa tidur nyenyak.
Mengalami abses atau pertumbuhan jaringan pada amandel.
Infeksi amandel berulang dan diatas 7 tahun.
Tonsilektomi pada anak bertujuan untuk memperbaiki saluran pernapasan, asma, serta mengurangi infeksi tenggorokan, sinus, dan telinga.
Dokter mungkin akan melakukan pengangkatan adenoid (adenoidektomi) bila terjadi pembengkakan atau infeksi.
Persiapan sebelum melakukan operasi amandel pada anak
Sebelum melakukan operasi, dokter atau perawat akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan anak.
Mengutip dari Mayo Clinic, beberapa yang akan perawat tanyakan seperti:
Anak perlu makan makanan lunak selama masa pemulihan. Beberapa makanan yang biasanya dokter sarankan yaitu:
es krim,
smoothies,
yoghurt,
air putih atau jus, dan
puding.
Sebagian besar makanan di atas adalah kesukaan anak-anak. Makanan ini bisa mengurangi nyeri tenggorokan efek dari operasi.
Kapan anak perlu ke dokter?
Setelah tindakan operasi amandel, ada kondisi yang membuat anak perlu perawatan dokter. Kondisi yang membuat anak harus ke dokter seperti:
keluar darah berwarna merah terang dari mulut,
demam suhu lebih dari 38 derajat Celsius dan tidak mempan pakai paracetamol,
nyeri pada mulut yang tidak tertahankan, serta
mengalami dehidrasi.
Bila anak mengalami kondisi di atas, segera hubungi dokter.
Kesimpulan
Tonsilektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat amandel yang sering dilakukan pada anak-anak dengan infeksi amandel berulang atau masalah pernapasan saat tidur.
Persiapan meliputi pemeriksaan kesehatan dan puasa sebelum operasi.
Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 30—45 menit dengan anestesi umum.
Pemulihan memerlukan istirahat, konsumsi makanan lunak, dan hidrasi yang cukup.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Randel, A. (2011). AAO–HNS Guidelines for Tonsillectomy in Children and Adolescents. Retrieved 7 March 2025, from https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2011/0901/p566.html
Tonsillectomy: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (n.d.). Retrieved 7 March 2025, from https://medlineplus.gov/ency/article/003013.htm
Tonsillectomy. (2024). Retrieved 7 March 2025, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/tonsillectomy/about/pac-20395141
professional, C. C. medical. (2024). Tonsillectomy: Procedure Details and Recovery. Retrieved 7 March 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15605-tonsillectomy
Tonsillectomy (for Parents) | Nemours KidsHealth. (n.d.). Retrieved 7 March 2025, from https://kidshealth.org/en/parents/tonsil.html
Versi Terbaru
19/03/2025
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Ditinjau secara medis olehdr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A