home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amandel Tak Selalu Harus Dioperasi, Ini 5 Cara Alami Mengobatinya

Amandel Tak Selalu Harus Dioperasi, Ini 5 Cara Alami Mengobatinya

Penyakit radang amandel bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Nah, biasanya baik anak-anak maupun orang dewasa langsung takut untuk dioperasi amandel kalau dokter sudah menyarankannya. Padahal, tidak semua orang perlu menjalani tonsilektomi. Ada sejumlah cara alami yang bisa ditempuh untuk mengobati amandel selain lewat operasi. Ini dia informasi lengkapnya.

Apakah penyakit amandel harus dioperasi?

Tidak semua orang perlu dioperasi untuk mengobati amandel. Biasanya operasi hanya akan menjadi cara terakhir untuk mengatasi amandel. Amandel Anda mungkin perlu diangkat lewat operasi jika radang menyebabkan salah satu atau lebih dari kondisi di bawah ini:

  • Sulit bernapas
  • Antibiotik tidak mempan untuk melawan bakteri penyebab radang
  • Sudah berkali-kali kena infeksi (penyakit amandel kronis)
  • Perdarahan pada amandel
  • Sleep apnea, kondisi di mana Anda sering berhenti bernapas ketika tidur

Cara mengobati amandel tanpa operasi

Kalau menurut dokter Anda tidak perlu menjalani operasi angkat amandel, masih ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengobati amandel. Simak langkah-langkahnya berikut ini, ya.

1. Istirahat dulu

Ketika amandel meradang, Anda sebaiknya istirahat dulu di rumah. Pasalnya, beristirahat bisa mempercepat proses penyembuhan. Tubuh yang sedang mengalami infeksi membutuhkan banyak energi untuk melawan bakteri.

Karena itu, usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang berlebihan seperti bekerja, sekolah, atau berolahraga sampai Anda sembuh.

2. Makan makanan yang lembut

Radang amandel umumnya membuat Anda malas makan karena sulit menelan. Untuk menyiasatinya, pilih makanan yang lembut, berkuah, dan mudah ditelan. Makanan seperti bubur, sup, nasi tim, atau kentang tumbuk (mashed potato) bisa jadi pilihan Anda.

Hindari dulu gorengan atau makanan pedas karena makanan-makanan tersebut bisa membuat amandel dan tenggorokan Anda semakin iritasi.

3. Kumur air garam

Untuk orang dewasa dan anak-anak di atas delapan tahun, berkumur dengan air garam bisa membantu redakan peradangan dan rasa nyeri di tenggorokan karena amandel membengkak.

Siapkan satu gelas air hangat dan larutkan kira-kira satu sendok teh garam. Kalau rasanya terlalu kuat buat Anda dan anak, Anda juga bisa mencampurkan satu sendok makan madu alami.

Kumur-kumur larutan garam ini sambil mendongak selama kira-kira 30 detik. Lalu buang airnya, jangan ditelan. Anda bisa berkumur hingga dua kali sehari atau ketika tenggorokan terasa sakit.

4. Minum obat pereda nyeri

Bila rasa sakit di tenggorokan sudah tidak tertahankan lagi, Anda bisa minum obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen. Buat anak-anak di bawah lima tahun, konsultasikan dulu dengan dokter anak obat pereda nyeri seperti apa yang aman dikonsumsi.

5. Banyak minum

Jaga tenggorokan dan amandel Anda agar tetap lembap. Amandel yang kering akan terasa semakin perih. Jadi, pastikan Anda banyak minum air putih untuk menjaga hidrasi. Anda boleh minum air hangat agar tenggorokan lebih tenang. Namun, air dingin juga baik untuk meredakan rasa nyeri. Anda bisa memilih sendiri mana yang paling nyaman buat tenggorokan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tonsillitis – Home Treatment. http://www.webmd.com/oral-health/tc/tonsillitis-home-treatment. Diakses 4 Agustus 2017.

4 Ways to Get Rid of Tonsillitis. https://draxe.com/tonsillitis/. Diakses 4 Agustus 2017.

Who Needs a Tonsillectomy? http://www.healthline.com/health/tonsillectomy#uses2. Diakses 4 Agustus 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 06/12/2020
x