Amandel Tak Selalu Harus Dioperasi, Ini 5 Cara Alami Mengobatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyakit radang amandel bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Nah, biasanya baik anak-anak maupun orang dewasa langsung takut untuk dioperasi amandel kalau dokter sudah menyarankannya. Padahal, tidak semua orang perlu menjalani tonsilektomi. Ada sejumlah cara alami yang bisa ditempuh untuk mengobati amandel selain lewat operasi. Ini dia informasi lengkapnya.

Apakah penyakit amandel harus dioperasi?

Tidak semua orang perlu dioperasi untuk mengobati amandel. Biasanya operasi hanya akan menjadi cara terakhir untuk mengatasi amandel. Amandel Anda mungkin perlu diangkat lewat operasi jika radang menyebabkan salah satu atau lebih dari kondisi di bawah ini:

  • Sulit bernapas
  • Antibiotik tidak mempan untuk melawan bakteri penyebab radang
  • Sudah berkali-kali kena infeksi (penyakit amandel kronis)
  • Perdarahan pada amandel
  • Sleep apnea, kondisi di mana Anda sering berhenti bernapas ketika tidur

Cara mengobati amandel tanpa operasi

Kalau menurut dokter Anda tidak perlu menjalani operasi angkat amandel, masih ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengobati amandel. Simak langkah-langkahnya berikut ini, ya.

1. Istirahat dulu

Ketika amandel meradang, Anda sebaiknya istirahat dulu di rumah. Pasalnya, beristirahat bisa mempercepat proses penyembuhan. Tubuh yang sedang mengalami infeksi membutuhkan banyak energi untuk melawan bakteri.

Karena itu, usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang berlebihan seperti bekerja, sekolah, atau berolahraga sampai Anda sembuh.  

2. Makan makanan yang lembut

Radang amandel umumnya membuat Anda malas makan karena sulit menelan. Untuk menyiasatinya, pilih makanan yang lembut, berkuah, dan mudah ditelan. Makanan seperti bubur, sup, nasi tim, atau kentang tumbuk (mashed potato) bisa jadi pilihan Anda.

Hindari dulu gorengan atau makanan pedas karena makanan-makanan tersebut bisa membuat amandel dan tenggorokan Anda semakin iritasi.

3. Kumur air garam

Untuk orang dewasa dan anak-anak di atas delapan tahun, berkumur dengan air garam bisa membantu redakan peradangan dan rasa nyeri di tenggorokan karena amandel membengkak.

Siapkan satu gelas air hangat dan larutkan kira-kira satu sendok teh garam. Kalau rasanya terlalu kuat buat Anda dan anak, Anda juga bisa mencampurkan satu sendok makan madu alami.

Kumur-kumur larutan garam ini sambil mendongak selama kira-kira 30 detik. Lalu buang airnya, jangan ditelan. Anda bisa berkumur hingga dua kali sehari atau ketika tenggorokan terasa sakit.

4. Minum obat pereda nyeri

Bila rasa sakit di tenggorokan sudah tidak tertahankan lagi, Anda bisa minum obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen. Buat anak-anak di bawah lima tahun, konsultasikan dulu dengan dokter anak obat pereda nyeri seperti apa yang aman dikonsumsi.

5. Banyak minum

Jaga tenggorokan dan amandel Anda agar tetap lembap. Amandel yang kering akan terasa semakin perih. Jadi, pastikan Anda banyak minum air putih untuk menjaga hidrasi. Anda boleh minum air hangat agar tenggorokan lebih tenang. Namun, air dingin juga baik untuk meredakan rasa nyeri. Anda bisa memilih sendiri mana yang paling nyaman buat tenggorokan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit