10 Pilihan Buah untuk Meredakan Panas Dalam

    10 Pilihan Buah untuk Meredakan Panas Dalam

    Panas dalam termasuk penyakit yang sering dialami. Meski umumnya bukan merupakan kondisi yang serius, gejala panas dalam bisa terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain dengan obat-obatan, tahukah Anda kalau panas dalam juga bisa diredakan secara alami dengan mengonsumsi buah?

    Apa saja buah-buahan yang bisa jadi pilihan? Berikut beberapa buah-buahan untuk mengatasi panas dalam.

    Berbagai pilihan buah untuk redakan panas dalam

    pilihan buah untuk redakan panas dalam

    Sebelum mengatasi panas dalam, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa panas dalam sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala dari kondisi tertentu yang memengaruhi tenggorokan.

    Gejala tersebut dapat meliputi sariawan, bibir pecah-pecah, sakit tenggorokan, dan badan terasa seperti mengeluarkan hawa panas.

    Untuk membantu meredakan gejala-gejala panas dalam yang timbul, ada beberapa buah-buahan yang bisa Anda konsumsi, selain menggunakan obat-obatan. Berikut di antaranya.

    1. Pisang

    Buah pisang memiliki tekstur yang lembut dan mudah ditelan.

    Buah pisang juga mengandung vitamin B6, vitamin C, dan kadar kalium yang tinggi sehingga bisa membantu untuk meredakan gejala sakit tenggorokan, seperti panas dalam.

    2. Nanas

    Nanas termasuk jenis buah yang memiliki kadar vitamin C tinggi yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

    Ini bisa membantu mempercepat pengobatan radang tenggorokan saat panas dalam.

    Anda bisa minum 1 gelas jus nanas sebelum beristirahat selama 1—2 jam. Dengan begitu, manfaat jus nanas bisa bekerja dengan lebih baik lagi di dalam tubuh.

    3. Jeruk nipis

    Jeruk nipis terkenal mengandung kadar vitamin C yang juga tinggi.

    Maka dari itu, minum sari jeruk nipis bisa membantu mempercepat proses penyembuhan di dalam tubuh, meredakan pembengkakan, dan melegakan tenggorokan.

    Untuk meredakan gejala di tenggorokan, Anda bisa minum campuran sari jeruk nipis dan 1 sendok makan madu murni.

    4. Lemon

    Seperti jeruk nipis, dilansir dari Penn Medicine, lemon juga diketahui kaya akan vitamin C yang bisa membantu meredakan sensasi panas di tubuh.

    Saat diminum, lemon juga bisa melembapkan tubuh serta meningkatkan oksigen dan elektrolit di dalam tubuh.

    Anda bisa membuat jus lemon dengan memeras setengah buah lemon untuk mendapat sarinya, lalu tambahkan sedikit garam dan setengah sendok teh gula.

    Campurkan semuanya dengan air dingin untuk kemudian diminum.

    Anda juga bisa mencampurkan satu sendok teh sari lemon dengan air putih hangat.

    5. Kiwi

    Buah kiwi juga termasuk jenis buah dengan kadar vitamin C yang tinggi.

    Mengonsumsi buah kiwi secara rutin membantu Anda memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.

    Kiwi juga mengandung serotonin yang bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak. Istirahat yang cukup bisa membantu Anda mengobati sakit tenggorokan, seperti panas dalam, dengan lebih cepat.

    6. Delima

    Buah delima mengandung vitamin C dan antioksidan yang tinggi. Kedua nutrisi tersebut diketahui bisa membantu meredakan sakit tenggorokan yang merupakan salah satu gejala panas dalam.

    Buah ini juga bisa mengurangi peradangan dan melawan penyebab infeksi di dalam tubuh.

    Anda bisa langsung memakan buah ini atau membuatnya menjadi jus.

    7. Belimbing

    Belimbing diketahui bisa membantu meredakan infeksi di tenggorokan dan sensasi panas yang mungkin timbul saat sakit tenggorokan.

    Untuk mengonsumsi belimbing, Anda bisa langsung memakannya atau membuatnya menjadi jus buah belimbing.

    8. Air kelapa

    Secara alami, air dari buah kelapa memiliki fungsi mendinginkan sehingga bisa bekerja sebagai pereda sensasi panas di dalam tubuh.

    Air kelapa bisa mengembalikan cairan tubuh dan menjaga kadar normal elektrolit yang mengatur suhu tubuh.

    9. Semangka

    Umumnya, semangka mengandung sekitar 92% air di dalamnya. Oleh karena itu, mengonsumsi semangka bisa membantu meredakan dehidrasi dan mendinginkan suhu tubuh.

    Jika dikonsumsi secara rutin, buah semangka juga bisa mengendalikan suhu panas di dalam tubuh sehingga bermanfaat untuk mencegah panas dalam.

    10. Timun

    Sama seperti semangka, timun termasuk jenis buah yang bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh karena memiliki kadar air yang banyak, yaitu sekitar 95%.

    Namun, bukan hanya itu, timun juga mengandung serat yang tinggi. Oleh karena itu, buah timun juga bisa digunakan untuk mencegah sembelit yang mungkin timbul akibat panas dalam.

    Makanan pantangan saat panas dalam

    Makanan pantangan saat panas dalam

    Selain mengonsumsi buah-buahan, ada juga beberapa makanan pantangan yang harus Anda hindari selama panas dalam untuk mencegah gejala bertambah parah.

    Berikut ini beberapa makanan pantangannya.

    • Makanan bertekstur keras atau renyah, seperti roti kering, kacang-kacangan, dan wafer, karena bisa memperparah rasa sakit pada tenggorokan yang sedang meradang.
    • Alkohol, baik di dalam minuman maupun obat kumur, karena bisa menyebabkan rasa perih di tenggorokan, serta menimbulkan dehidrasi yang bisa memperparah gejala panas dalam.
    • Rokok, secara langsung atau menghirup asapnya, karena bisa memperparah sakit tenggorokan.
    • Makanan pedas, seperti cabai, karena bisa membuat radang tenggorokan semakin parah.
    • Makanan yang mengandung cuka dan garam, karena bisa memperparah iritasi dan radang di tenggorokan.

    Kesimpulan

    Pada umumnya, gejala panas dalam bisa reda dengan pengobatan rumahan, termasuk dengan mengonsumsi buah-buahan. Namun, terkadang panas dalam juga bisa terjadi sebagai gejala dari kondisi lain yang lebih serius.
    Oleh karena itu Anda harus tetap waspada saat sedang panas dalam, terutama jika timbul gejala yang lebih serius, seperti berikut ini.
    • Demam lebih dari 38 derajat Celsius yang terjadi lebih dari 2 hari.
    • Sulit tidur akibat pembengkakan amandel atau adenoiditis.
    • Ruam merah pada kulit.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan