backup og meta

8 Penyebab Telinga Tuli Mendadak yang Perlu Diketahui

PenyebabKapan harus ke dokter?

Beberapa dari Anda mungkin pernah mengalami tuli mendadak. Saat Anda mengalami kondisi ini, suara di sekitar Anda tiba-tiba meredam seperti terdengar dari kejauhan. Meski kondisi ini umumnya hanya sementara dan bisa kembali normal, beberapa kondisi serius bisa jadi penyebabnya, sehingga tidak boleh disepelekan. Ketahui beberapa penyebab telinga tuli mendadak di bawah ini.

8 Penyebab Telinga Tuli Mendadak yang Perlu Diketahui

Apa penyebab tuli mendadak?

Tuli mendadak adalah gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kerusakan pada sel rambut telinga bagian dalam atau jalur saraf yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak.

Selain itu, terkadang ada beberapa gejala lain yang timbul saat seseorang mengalami hal ini, yaitu telinga terasa ringan dan telinga berdenging.

Selain kemasukan air, berikut beberapa penyebab telinga tuli mendadak yang paling umum.

1. Infeksi

Infeksi yang diakibatkan oleh virus menjadi salah satu penyebab tuli mendadak atau telinga tiba-tiba budeg yang paling umum. 

Dilansir dari Hear-it, satu dari empat orang yang mengalami tuli mendadak diketahui mengalami infeksi saluran pernapasan bagian atas satu bulan sebelum gangguan pendengaran itu terjadi

Virus yang terkait dengan tuli mendadak meliputi gondok, campak, rubella, serta meningitis, sifilis dan AIDS.

Namun, selain virus, penyebab infeksi lainnya bisa menyebabkan kerusakan telinga, misalnya penyakit Lyme akibat gigitan kutu.

2. Suara terlalu kencang

Pecahnya gendang telinga disebabkan oleh robeknya selaput tipis yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar.

Kondisi ini bisa terjadi akibat paparan suara yang sangat keras, seperti ledakan, yang kemudian mengakibatkan trauma akustik.

3. Cedera kepala

Kerusakan pada telinga bagian dalam juga disebabkan oleh benturan di kepala yang berdampak pada bulu telinga, gendang telinga, dan tulang telinga. 

Kesembuhan tuli mendadak akibat cedera kepala umumnya bisa mengembalikan kemampuan mendengar secara sebagian atau total. 

4. Perubahan tekanan

Perubahan tekanan yang terjadi cukup drastis juga bisa menyebabkan telinga tuli mendadak.

Saat gendang telinga pecah, cairan telinga yang disebut perilimfe atau perilymph bisa mengalir dari telinga bagian belakang ke telinga bagian tengah dan menyebabkan perubahan tekanan.

Perubahan tekanan bisa memengaruhi kemampuan keseimbangan dan pendengaran.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beragam hal, seperti perjalanan udara dengan pesawat terbang, menyelam (scuba diving), melahirkan, dan mengangkat beban berat.

5. Kotoran telinga tersumbat

Kotoran telinga sebenarnya berfungsi untuk membersihkan telinga dan menjauhkannya dari bakteri.

Biasanya, kotoran telinga akan keluar dengan sendirinya dari telinga. Namun, jika cukup banyak, kotoran juga bisa menumpuk dan tersumbat.

Telinga yang tersumbat bisa menyebabkan telinga tiba-tiba tidak bisa mendengar.

6. Tumor

Tumor yang tumbuh pada bagian otak yang mengatur kemampuan mendengar (lobus parietal) dapat menyebabkan terganggunya pendengaran.

Alhasil, adanya tumor dapat berdampak pada telinga sehingga mengakibatkan tuli mendadak.

7. Efek samping obat-obatan

Obat tertentu dapat membuat telinga rusak dan akhirnya mengganggu kemampuan mendengar.

Biasanya, gejala awal yang dialami adalah munculnya bunyi denging, timbul vertigo, dan lama-kelamaan kemampuan mendengar akan hilang atau tuli.

Obat-obatan ini berpengaruh langsung terhadap organ dalam telinga, yang berfungsi untuk menerima dan mengolah suara yang kemudian akan dikirimkan ke otak untuk diterjemahkan.

Inilah mengapa obat-obatan tertentu berpotensi menyebabkan telinga tuli mendadak.

Menurut American Speech-Language-Hearing Association, setidaknya ada 200 jenis obat bebas dan resep yang dapat menyebabkan hilangnya kemampuan mendengar.

8. Gangguan saraf

Gangguan sistem saraf, seperti multiple sclerosis (MS), dapat memengaruhi sel saraf dalam otak dan tulang belakang.

Pada multiple sclerosis, selaput otak (myelin) juga bisa ikut terpengaruh dan menyebabkan kerusakan pada serat saraf di dasar otak.

Biasanya, orang dengan kondisi ini akan menunjukkan gejala seperti hilangnya pendengaran tiba-tiba.

Kapan harus ke dokter?

cara mengeluarkan benda asing di telinga

Jika Anda khawatir atau merasa bahwa Anda mengalami tuli mendadak, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter THT.

Dokter dapat membantu memberikan penanganan sesuai kondisi dan penyebab yang Anda alami.

Sebagian besar orang yang mengalami kondisi ini biasanya bisa sembuh. Namun, kemampuan pendengaran umumnya hanya akan kembali sebagian.

Sebuah studi menunjukan bahwa 54,5% orang yang tuli mendadak bisa sembuh dalam 10 hari pertama setelah kehilangan kemampuan pendengaran.

Hanya sekitar 3,6% orang dengan kondisi ini yang sembuh secara total dan memiliki kemampuan pendengaran normal.

Sayangnya, kemungkinan untuk sembuh dapat lebih kecil pada penderita telinga tiba-tiba tidak bisa mendengar, terutama jika mereka berusia lebih tua atau mengalami vertigo.

Kesimpulan

  • Tuli mendadak adalah kondisi kehilangan pendengaran secara tiba-tiba, biasanya hanya pada satu telinga, dan bisa disertai gejala seperti telinga berdenging atau terasa penuh.
  • Penyebabnya beragam, termasuk infeksi virus, cedera kepala, paparan suara keras, perubahan tekanan, hingga efek samping obat dan gangguan saraf.
  • Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera agar peluang sembuh lebih besar, terutama jika ditangani dalam 10 hari pertama sejak gejala muncul.
  • Meski sebagian orang dapat pulih, hanya sedikit yang kembali memiliki pendengaran normal secara penuh, terutama jika disertai vertigo atau usia lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Kuhn, M., Heman-Ackah, S., Shaikh, J., & Roehm, P. (2011). Sudden Sensorineural Hearing Loss. Trends In Amplification, 15(3), 91–105. Retrieved July 28, 2025, from https://doi.org/10.1177/1084713811408349

Sudden onset hearing loss. (2022). Royal Australian College of General Practitioners. Retrieved July 28, 2025, from https://www.racgp.org.au/afp/2013/september/sudden-onset-hearing-loss

Schieffer, K., Chuang, C., Connor, J., Pawelczyk, J., & Sekhar, D. (2017). Association of Iron Deficiency Anemia With Hearing Loss in US Adults. JAMA Otolaryngology–Head & Neck Surgery, 143(4), 350. Retrieved July 28, 2025, from https://doi.org/10.1001/jamaoto.2016.3631

Sudden Deafness. (2018). National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD). Retrieved July 28, 2025, from https://www.nidcd.nih.gov/health/sudden-deafness#2

Sudden Deafness – Hearing Loss Association of America. (2022). Hearing Loss Association of America. Retrieved July 28, 2025, from https://www.hearingloss.org/hearing-help/hearing-loss-basics/sudden-deafness/

Sudden hearing loss (SSHL) – in one ear or both ears – causes & treatment – hear-it.org. (2022). Hear-it.org. Retrieved July 28, 2025, from https://www.hear-it.org/Sudden-Hearing-Loss

Sudden Sensorineural Hearing Loss – The Royal Victorian Eye and Ear Hospital. (2022). Eye and Ear Hospital, Melbourne. Retrieved July 28, 2025, from https://eyeandear.org.au/patients-visitors/fact-sheets/sudden-sensorineural-hearing-loss/

Sudden Sensorineural Hearing Loss. (2022). University of Melbourne, Health Sciences. Retrieved July 28, 2025, from https://healthsciences.unimelb.edu.au/__data/assets/pdf_file/0011/1968482/14659-SSNHL-patient-info-sheet.pdf

Ototoxic Medications (Medication Effects). (2022). American Speech-Language-Hearing Association (ASHA). Retrieved July 28, 2025, from https://www.asha.org/public/hearing/ototoxic-medications/

Perilymphatic Fistula | UCI Health Otolaryngology | Ear, Nose and Throat | UCI Health | Orange County, CA. (2022). UCI Health. Retrieved July 28, 2025, from https://www.ucihealth.org/medical-services/ear-nose-throat-ent/hearing-ear-disorders/perilymphatic-fistula

Whitelaw, A. (2005). A case of perilymphatic fistula in blunt head injury. Emergency Medicine Journal, 22(12), 921. Retrieved July 28, 2025, from https://doi.org/10.1136/emj.2004.020495

Earwax build-up. (2022). NHS Inform. Retrieved July 28, 2025, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/ears-nose-and-throat/earwax-build-up

Loud noise can cause hearing loss. (2022, November 03). Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Retrieved July 28, 2025, from https://www.cdc.gov/nceh/hearing_loss/default.html

Chin, C., & Dorman, K. (2017). Sudden sensorineural hearing loss. Canadian Medical Association Journal, 189(11), E437–E438. Retrieved July 28, 2025, from https://doi.org/10.1503/cmaj.161191

Sudden sensorineural hearing loss – Hearing Link Services. (2022). Hearing Link. Retrieved July 28, 2025, from https://www.hearinglink.org/your-hearing/sudden-sensorineural-hearing-loss/

Sensorineural Hearing Loss – The American Academy of Audiology. (2022). American Academy of Audiology. Retrieved July 28, 2025, from https://www.audiology.org/consumers-and-patients/hearing-and-balance/sensorineural-hearing-loss/

Prince, A., & Stucken, E. (2021). Sudden Sensorineural Hearing Loss: A Diagnostic and Therapeutic Emergency. The Journal Of The American Board Of Family Medicine, 34(1), 216–223. Retrieved July 28, 2025, from https://doi.org/10.3122/jabfm.2021.01.200199

Versi Terbaru

11/08/2025

Ditulis oleh Reikha Pratiwi

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto

Diperbarui oleh: Ihda Fadila


Artikel Terkait

8 Trik Ampuh Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Mengapa Makanan Pedas Membuat Tuli Sementara?


Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita · Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Diperbarui 11/08/2025

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?