Septoplasty

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pengertian septoplasty

Septoplasty (septoplasti) adalah prosedur operasi yang bertujuan untuk memperbaiki bentuk septum hidung. Septum adalah tulang rawan pada hidung yang membagi lubang hidung menjadi dua bagian.  

Septum hidung biasanya berbentuk lurus. Namun, beberapa orang memiliki septum yang bengkok atau condong ke salah satu bagian hidung. Kondisi ini disebut dengan deviasi septum.

Beberapa orang terlahir dengan kondisi deviasi septum, tapi banyak pula yang mengalaminya karena cedera atau trauma pada hidung. Kebanyakan orang dengan deviasi septum memiliki salah satu lubang hidung yang lebih sempit dari lubang hidung lainnya.

Hal tersebut dapat menyebabkan hidung tersumbat, sering mimisan, rasa sakit di hidung, serta kesulitan bernapas dengan lancar.

Kapan saya perlu menjalani prosedur ini?

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti kesulitan bernapas melalui salah satu lubang hidung, Anda mungkin memiliki septum hidung yang bengkok. 

Oleh karena itu, Anda bisa mempertimbangkan operasi septoplasty untuk perbaikan bentuk tulang rawan hidung Anda yang bengkok. Pasalnya, deviasi septum hanya dapat diperbaiki dengan prosedur ini. Bila tidak segera diatasi, deviasi septum bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Setelah operasi, septum Anda akan kembali lurus dan gejala hidung tersumbat akan hilang.

Selain untuk deviasi septum, septoplasty bisa juga dilakukan pada pasien dengan gangguan hidung lainnya, seperti sinusitis atau polip hidung.

Pencegahan dan peringatan sebelum septoplasty

Pada umumnya, hasil operasi septoplasty cenderung stabil dan tidak akan menyebabkan perubahan bentuk hidung. Namun, ada kemungkinan tulang rawan dan jaringan di hidung Anda bergeser atau kembali bengkok seiring berjalannya waktu setelah operasi.

Jaringan pada hidung relatif stabil selama 3-6 bulan. Akan tetapi, perubahan dapat terjadi hingga lebih dari 1 tahun setelah operasi.

Beberapa orang biasanya merasakan adanya perbaikan gejala setelah menjalani operasi, misalnya pernapasan lebih lancar karena bentuk septum yang tidak lagi bengkok. Namun, ada pula yang masih merasakan beberapa gangguan dan harus melakukan septoplasty ulang.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengingat bahwa hasil dari operasi ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Pertimbangkanlah keputusan untuk menjalani operasi ini dengan matang, serta konsultasikan kondisi kesehatan hidung Anda dengan dokter.

Proses septoplasty

Sebelum melakukan operasi ini, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan. Biasanya, dokter akan menanyakan apa gejala-gejala yang Anda alami, riwayat kesehatan Anda, serta obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

Setelah itu, dokter perlu melihat terlebih dahulu kondisi hidung Anda. Pertama-tama, dokter akan menjalankan endoskopi hidung, yang bertujuan untuk melihat bagian dalam hidung Anda.

Setelah melihat bagaimana kondisi hidung Anda, dokter akan menjelaskan apakah Anda memerlukan septoplasty atau tidak. Jika iya, Anda akan diberi informasi mengenai apa tujuan operasi, apa yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan sesudah operasi.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalankan operasi septoplasty:

  • Umumnya, Anda harus berpuasa 6 jam sebelum prosedur operasi dimulai. Anda mungkin masih diperbolehkan untuk minum beberapa jam sebelum operasi.
  • Hindari konsumsi obat-obatan yang mengandung aspirin atau ibuprofen sebelum dan sesudah operasi. Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Jika Anda merokok, berhenti merokok untuk sementara waktu. Merokok dapat meningkatkan risiko adanya gangguan selama dan sesudah operasi. Kandungan pada rokok juga bisa memperlambat proses pemulihan pasca operasi.

Bagaimana proses septoplasty?

Operasi dilakukan melalui lubang hidung Anda dan tidak akan meninggalkan bekas luka pada wajah. Proses operasi dilakukan dengan cara memotong, memosisikan, serta memasang ulang septum hidung Anda.

Dokter bedah akan menjalani prosedur ini dengan cara membuat sayatan kecil dari dalam hidung dan di antara lubang hidung Anda. Bagian tulang rawan dan tulang yang bengkok kemudian akan dikembalikan ke posisi yang lurus.

Selama prosedur septoplasty, Anda akan diberikan bius lokal atau total, tergantung pada tingkat kesulitan operasi.

Menurut Cleveland Clinic, operasi ini biasanya hanya memakan waktu sekitar 30-90 menit. Pasien septoplasty biasanya tidak memerlukan rawat inap, sehingga Anda bisa pulang di hari yang sama.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani septoplasty?

Untuk mencegah perdarahan, dokter akan memasang kain kasa atau tampon khusus untuk menahan jaringan hidung di tempatnya. Tampon ini bisa Anda lepas setelah 24-36 jam atau 1 minggu. 

Konsultasikan pada dokter mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pascaoperasi. Pada umumnya, pasien akan pulih total dan dapat kembali beraktivitas. Namun, deviasi dapat terjadi lagi disebabkan tulang rawan yang perlahan kembali ke posisi semula.

Berikut adalah beberapa tips yang sebaiknya Anda perhatikan setelah menjalani septoplasty:

  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
  • Hindari meniup atau membuang ingus selama beberapa minggu.
  • Kenakan pakaian dengan kancing depan. Hindari baju yang harus Anda pakai melewati kepala.
  • Hindari aktivitas yang terlalu berat, seperti olahraga ekstrem, untuk mencegah perdarahan.

Efek samping

Sebagian besar pasien yang menjalani septoplasty jarang mengalami efek samping atau komplikasi yang parah. Namun, tidak menutup kemungkinan beberapa efek samping dapat terjadi, seperti:

  • Gejala deviasi septum masih terasa, seperti hidung tersumbat
  • Perdarahan berlebih
  • Perubahan bentuk hidung
  • Muncul lubang pada septum
  • Menurunnya indra penciuman
  • Penggumpalan darah pada rongga hidung
  • Mati rasa sementara di gusi atas, gigi, atau hidung

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, septoplasty dapat menimbulkan komplikasi yang berpotensi memengaruhi organ tubuh lainnya. Beberapa di antaranya adalah:

  • Infeksi
  • Sindrom syok toksik
  • Kebocoran cairan serebrospinal
  • Meningitis (radang selaput otak)
  • Hematoma

Anda mungkin memerlukan penanganan medis atau operasi tambahan untuk mengatasi efek-efek samping serta komplikasi di atas. Maka itu, selalu diskusikan dengan dokter Anda mengenai kondisi hidung setelah menjalani prosedur ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psikopat

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang penderitanya cenderung bertindak kriminal. Simak informasi lengkap mengenai psikopat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Jenis Narkotika Populer di Indonesia dan Bahayanya Bagi Tubuh

Dari sekian banyak obat-obatan terlarang, BNN mencatat empat jenis narkotika yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Apa saja? Yuk cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 8 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit