Kenapa Beberapa Orang Lebih Sensitif Terhadap Bau (Hiperosmia)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hiperosmia adalah gangguan penciuman ketika seseorang terlalu sensitif atau peka terhadap bau tertentu. Jika Anda mengalaminya, jangan senang dulu. Hal ini bukan suatu kemampuan yang bisa dibanggakan, sebaliknya ini bisa jadi tanda dari gangguan kesehatan. Lalu, apa yang menjadi penyebab hiperosmia atau sensitif terhadap bau?

Mengenal hiperosmia, ketika hidung lebih sensitif terhadap bau

Tak semua orang memiliki indra penciuman yang bekerja dengan sempurna. Ada segelintir yang tidak dapat mencium bau sama sekali (anosmia), dan ada pula yang mencium bau terlalu kuat. Nah, kondisi ini disebut dengan hiperosmia.

Orang yang mengalami hiperosmia bisa dengan mudah mencium parfum atau wangi-wangian dari produk kimia lainnya. Sayangnya, wangi atau bau tersebut justru membuat mereka tak nyaman, karena menurut mereka terlalu kuat.

Meskipun menurut orang normal, wangi atau bau tersebut biasa saja dan tak terlalu menyengat, berbeda dengan orang dengan hiperosmia. Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan dan depresi karena tidak nyaman dengan bau tersebut.

Hiperosmia kadang-kadang disebabkan oleh migrain. Diperkirakan 25-50 persen dari 50 pasien migrain mengalami beberapa versi hiperosmia selama serangan migrain terjadi.

Kasus peningkatan indra penciuman yang parah dapat mengganggu hidup Anda dengan menyebabkan kecemasan dan depresi, terutama jika Anda tidak yakin bau apa yang mungkin memicu ketidaknyamanan.

Apa saja tanda-tanda dan gejala hiperosmia?

Orang yang mengalami peningkatan kemampuan mencium biasanya akan mengendus bau lebih tajam dibanding orang-orang biasa. Hal ini justru akan menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan rasa mual pada tubuh.

Aroma yang menjadi pemicu bisa berbeda-beda pada setiap orang dengan hiperosmia. Berikut adalah contoh-contoh bau yang umumnya memicu rasa tidak nyaman atau mual:

  • Bau zat kimia
  • Parfum
  • Produk pembersih
  • Lilin aromaterapi

Karena penyebab meningkatkan indra penciuman bisa berbeda-beda, maka setiap orang mungkin akan mengalami gejala-gejala tambahan yang berbeda pula.

Penyebab beberapa orang mengalami hiperosmia

indra penciuman

Hiperosmia atau sensitif terhadap bau biasanya terjadi bersamaan dengan kondisi lain. Beberapa kondisi ini dapat menyebabkan perubahan indra penciuman. Kadang-kadang, bagaimanapun, perubahan indra penciuman dapat memperburuk masalah yang mendasarinya.

Kemungkinan penyebab hiperosmia adalah sebagai berikut:

1. Kehamilan

Perubahan hormonal saat hamil dapat menyebabkan perubahan indra penciuman. Menurut penelitian, mayoritas wanita hamil mengalami penciuman tinggi pada trimester pertama kehamilan.

Orang yang mengalami hiperosmia selama kehamilan mungkin juga mengalami peningkatan mual dan muntah yang biasanya dikaitkan dengan kondisi hiperemesis gravidarum.

Hiperosmia yang diinduksi oleh kehamilan cenderung hilang setelah kehamilan berakhir dan kadar hormon kembali normal.

2. Gangguan autoimun

Hiperosmia adalah gejala umum dari beberapa gangguan autoimun. Ini juga dapat terjadi ketika ginjal tidak berfungsi dengan benar, yang dapat menyebabkan penyakit Addison, gangguan kelenjar adrenal.

Systemic lupus erythematosus (SLE) juga memengaruhi indra penciuman, terutama karena dampaknya pada sistem saraf.

3. Migrain

Migrain dapat menyebabkan dan disebabkan oleh hiperosmia. Kepekaan yang lebih sensitif terhadap bau dapat terjadi antara episode migrain. Sensitivitas bau juga bisa memicu migrain atau membuat Anda lebih rentan untuk mengalaminya.

4. Penyakit Lyme

Sebuah penelitian dari Archives of Neuro-Psychiatry menunjukkan bahwa sebanyak 50 persen orang yang memiliki penyakit Lyme mengembangkan kondisi ini.

Para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa hubungan penyakit Lyme dengan kemampuan mencium. Namun, hal ini diduga karena penyakit Lyme memengaruhi sistem saraf, sehingga penyakit ini dapat memberikan efek negatif pula pada perubahan indra penciuman.

5. Kondisi neurologis lainnya

Kondisi neurologis berikut juga diduga kuat berkaitan dengan terjadinya hiperosmia:

  • penyakit Parkinson
  • epilepsi
  • Alzheimer
  • multiple sclerosis
  • polip atau tumor di hidung atau tengkorak

6. Obat-obatan yang diresepkan

Banyak obat yang diresepkan dapat memengaruhi indra penciuman. Kebanyakan obat menumpulkan indra penciuman, tetapi kadang-kadang obat yang diresepkan dapat membuat bau tertentu lebih kuat.

Orang yang mengalami perubahan indra penciuman setelah memulai pengobatan baru harus berkonsultasi dengan dokter, agar dokter dapat memberikan pilihan pengobatan baru yang lebih sesuai.

7. Diabetes

Dalam kasus yang jarang terjadi, diabetes tipe 1 dapat menyebabkan hiperosmia. Ini umumnya terjadi ketika diabetes tipe 1 belum diobati atau tidak dikelola dengan baik.

8. Kekurangan gizi

Beberapa kekurangan nutrisi, termasuk kekurangan B12, dapat memengaruhi indra penciuman. Kekurangan B12 dapat mengganggu sistem saraf hingga akhirnya membuat saraf hidung terlalu sensitif terhadap bau.

Bagaimana cara mengobati hiperosmia?

Pengobatan biasanya akan difokuskan pada penyebab di balik hiperosmia itu sendiri. Namun, pada kebanyakan kasus, bentuk pengobatan terbaik adalah dengan menghindari bau yang menjadi pemicunya.

Seperti yang dijelaskan sebelummnya, masing-masing orang mungkin akan memiliki pemicu bau yang berbeda-beda, mulai dari makanan hingga zat kimia tertentu.

Apabila memang sulit untuk dihindari sama sekali, Anda bisa mencoba mengunyah permen karet mint atau permen mint untuk mengurangi gejala.

Selain itu, dokter juga bisa meresepkan obat-obatan yang dapat mengatasi penyebab hiperosmia Anda. Misalnya, pada orang yang menderita migrain, dokter akan meresepkan obat migrain yang sesuai.

Tak hanya itu, dokter juga bisa mengubah resep pengobatan yang sedang Anda konsumsi apabila hiperosmia dipicu oleh obat-obatan tertentu.

Dalam kasus tertentu, kondisi ini bisa diatasi melalui prosedur operasi atau bedah. Namun, hal ini tentunya kembali lagi ke kondisi atau penyebab apa yang mendasari peningkatan indra penciuman Anda.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan ke dokter mengenai kondisi-kondisi kesehatan yang Anda alami. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan penanganan dan pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan, Tanda Harus Periksa ke Dokter THT

Bagaimana kita bisa mengetahui kapan harus periksa ke dokter spesialis THT? Apakah ada tanda khususnya? Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan THT 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Studi: Pria Dapat Mendeteksi Wanita yang Sedang Terangsang Lewat Bau

Siapa sangka bahwa ketika wanita terangsang para pria ternyata bisa mendeteksi hal tersebut melalui bau. Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Seksual, Tips Seks 10 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Penciuman Anda Terganggu? Yuk, Ketahui Dulu Apa Saja Jenisnya

Gangguan pada indera penciuman, yaitu hidung, memang cukup mengganggu. Yuk, kenali dahulu apa saja jenis dan bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 23 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

5 Cara Tepat Merawat Hidung Agar Tetap Bersih dan Sehat

Selain mendukung sistem pernapasan, hidung juga mendeteksi bau. Supaya kebersihan dan kesehatan hidung tetap terjaga, ikuti langkah perawatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 22 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit