Tak Cuma Bikin Mancung, Kenali 4 Jenis Operasi Hidung Beserta Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dari berbagai macam jenis operasi plastik, mungkin Anda sudah cukup familiar dengan operasi hidung. Entah yang bertujuan untuk memancungkan hidung, memperbaiki kelainan tulang hidung bawaan yang menyebabkan kesulitan bernapas, atau bahkan memperbaiki hidung yang rusak setelah mengalami kecelakaan.

Namun sebelum memutuskan untuk melakukan operasi tulang hidung, sudahkah Anda memahami jenis dan efek samping yang mungkin ditimbulkan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Jenis operasi hidung

tulang hidung bengkok

Operasi untuk memperbaiki fungsi hidung tidak selalu sama, beberapa jenisnya meliputi:

Turbinoplasty

Turbinoplasty adalah prosedur pembedahan yang bertujuan untuk memotong atau mengeluarkan tulang turbinat dari dalam rongga hidung. Turbinat sebenarnya merupakan bagian dari hidung dengan fungsi untuk melembapkan dan menghangatkan udara yang masuk.

Namun, turbinat bisa membesar sehingga menghalangi saluran pernapasan. Operasi pemotongan tulang turbinat akan melancarkan aliran pernapasan.

Rhinoplasty

Rhinoplasty adalah operasi hidung yang biasanya dilakukan dengan alasan estetika, memperbaiki penampilan, atau karena adanya masalah pada pernapasan. Caranya bisa berupa mengubah bentuk hidung, memodifikasi tulang hidung, menyempitkan atau memperbesar lubang hidung, dan lain sebagainya.

Septoplasty

Septoplasty adalah prosedur operasi guna memperbaiki deviasi septum nasal, yakni saat dinding yang membagi rongga hidung menjadi dua bagian bergeser dari garis tengahnya. Kondisi septum yang menyimpang dapat menghalangi salah satu sisi hidung, hingga nantinya akan mengganggu aliran udara yang masuk.

Rhinosseptoplasty

Rhinosseptoplasty adalah operasi yang ditempuh bila deviasi septum nasal sudah terlalu parah. Dengan kata lain, tidak cukup diobati hanya dengan operasi hidung septoplasty.

Apa saja efek samping operasi hidung?

Semua operasi pada dasarnya memiliki risiko yang menyertainya. Hanya saja, efek samping operasi hidung mungkin berbeda dengan risiko dan efek samping jenis operasi lainnya, tergantung dari bagian tubuh mana yang diperbaiki.

Nah, untuk operasi hidung sendiri, beberapa risiko yang mungkin terjadi seperti:

  • Hidung tersumbat, sehingga akan sedikit mengalami kesulitan bernapas
  • Hidung mati rasa
  • Perdarahan berlebih
  • Bentuk hidung tidak lurus (asimetris), baru akan membaik pada beberapa waktu ke depan
  • Ada bekas luka sayatan di hidung
  • Nyeri, bengkak, hingga memar di area sekitar hidung
  • Reaksi negatif terhadap obat bius (anestesi)
  • Muncul lubang di septum (dinding di antara lubang hidung)
  • Kerusakan saraf
  • Dibutuhkan operasi lanjutan, bila masih ada masalah pada fungsi hidung

Sebelum menyetujui melakukan operasi perbaikan hidung, dokter biasanya akan menjelaskan secara detail mengenai risiko serta efek samping apa saja yang mungkin terjadi setelahnya.

Hasil dari operasi plastik mungkin sesuai atau bahkan tidak sesuai dengan keinginan Anda. Sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter bila Anda memiliki keluhan dalam hal apapun setelah operasi hidung.

Bagaimana proses penyembuhan setelah operasi ini selesai?

operasi memancungkan hidung

Dokter mungkin akan memasang sejenis logam bersama dengan perban yang melapisi hidung. Tujuannya untuk membantu mempertahankan bentuk hidung sampai benar-benar sembuh. Anda juga tidak dianjurkan untuk berada di keramaian yang berisiko membuat hidung tersenggol atau terhimpit.

Jika terjadi perdarahan, Anda harus beristirahat dengan posisi kepala terangkat sehingga mencegah pembengkakan dan darah yang mengalir terus ke bawah. Kondisi ini biasanya akan berlangsung sekitar satu minggu setelah operasi.

Selama tiga sampai enam minggu usai operasi, Anda akan diminta untuk menghindari aktivitas yang membahayakan kondisi hidung. Mulai dari mengunyah terlalu kuat, menyikat gigi terlalu kencang, hingga tertawa atau melakukan ekspresi wajah lainnya yang memerlukan banyak gerakan.

Pastikan juga untuk tidak menggunakan kacamata sementara waktu karena fungsi hidung belum sepenuhnya membaik. Sebaiknya bicarakan lebih lanjut dengan dokter guna mengetahui kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan untuk sementara waktu selama masa pemulihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Jerawat di Hidung yang Mengganggu

Jerawat di dalam hidung memang lebih terasa sakit dibanding jerawat di wajah. Apa penyebab jerawat di hidung? Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Jerawat, Kesehatan Kulit 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Prosedur Tummy Tuck, Menciptakan Perut yang Rata dan Kencang dengan Operasi

Tummy tuck adalah bedah kosmetik untuk memperbaiki bentuk dan tampilan perut. Seperti apa prosedurnya dan siapa saja yang boleh melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Obesitas, Nutrisi 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Jangan Panik, Ini 3 Langkah Aman untuk Menangani Cedera Hidung Pada Anak

Anak-anak rentan dengan cedera pada hidung. Lantas, bagaimana orangtua harus menghadapinya? Yuk, intip beberapa langkahnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Organ dan Cara Kerja Sistem Pernapasan Manusia

Sistem pernapasan manusia tidak hanya hidung dan paru-paru. Ada banyak organ tubuh lain yang berperan agar Anda bisa bernapas lancar. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pernapasan 2 Mei 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mimisan

Mimisan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
sinusitis adalah

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
demam setelah operasi

Demam Setelah Operasi, Apakah Tanda Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Operasi katarak merupakan pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi katarak.

Apa yang Terjadi Selama Operasi Katarak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit