home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seperti Penyakit Flu, Sinusitis Juga Bisa Menular ke Orang Lain

Seperti Penyakit Flu, Sinusitis Juga Bisa Menular ke Orang Lain

Sulit bernapas dan mengalami tekanan pada wajah sehingga terasa sakit, merupakan gejala umum sinusitis. Kondisi ini bisa menyebabkan orang dengan sinusitis terus bersin, pilek, dan batuk. Sama seperti flu, ternyata sinusitis menular dari pasien ke orang lain. Bagaimana cara sinusitis menular ke orang yang sehat? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Sinusitis menular atau tidak, bergantung dari penyebabnya

telinga tersumbat karena flu

Sinusitis adalah infeksi atau peradangan yang terjadi pada dinding sinus, yaitu rongga kecil berisi udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi.

Ini sebabnya orang yang mengalami sinusitis sering merasakan tekanan pada wajah, bukan hanya gangguan pernapasan saja.

Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa menular dari pasien ke orang yang sehat. Namun itu benar-benar tergantung pada penyebab sinusitis.

Ada banyak penyebab sinusitis, salah satunya oleh bakteri. Saat sinus tersumbat dan dipenuhi oleh lendir, maka akan timbul gejala pilek atau flu.

Bakteri bisa berkembang dan menyebabkan infeksi di sinus. Bakteri yang menyebabkan infeksi umumnya adalah Streptococcus pneumonia, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenza, dan Moraxella catarrhalis.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dibanding anak-anak. Jika infeksi sinus Anda berlangsung antara 10 sampai 14 hari, kemungkinan besar Anda menderita sinusitis akibat infeksi bakteri.

Namun tenang, jenis sinusitis ini tidak menular.

Sinusitis juga bisa disebabkan oleh virus yang dapat berpindah dan menular ke orang lain. Meski virusnya menyebar, bukan berarti Anda bisa langsung terinfeksi sinusitis juga.

Pasalnya, yang berpindah hanyalah virusnya dan masing-masing orang belum tentu akan langsung mengalami infeksi, tergantung dengan kondisi kekebalan tubuhnya.

Ketika virus masuk dan menginfeksi, gejala pilek akan muncul. Bila sistem kekebalan tubuh Anda mampu melawan virus, maka gejala akan hilang dan sembuh.

Akan tetapi, jika antibodi tidak dapat menangkal virus, kondisi ini akan berkembang menjadi sinusitis.

Jadi meski memang kemungkinannya kecil, peluang sinusitis menular tetap ada.

Bagaimana sinusitis menular?

Sebenarnya, jenis virus penyebab sinusitis sama dengan penyakit flu, yaitu rhinovirus atau influenza A dan influenza B. Virus ada di dalam tetesan kecil air liur yang dapat menyebar dengan berbagai cara.

Misalnya, saat pasien batuk, bersin, atau membersihkan hidungnya, virus bisa menempel pada tangan.

Dari tangan pasien, virus bisa berpindah ke benda-benda yang disentuhnya atau saat Anda melakukan kontak fisik, misalnya berjabat tangan.

Ketika virus berpindah ke tangan Anda, virus dengan mudah bisa memasuki tubuh Anda, misalnya ketika Anda menyentuh makanan, mengusap hidung, atau menyentuh mata Anda tanpa mencuci tangan.

Untuk tindakan pencegahan, terlepas dari penyebab sinusitis, pasien sebaiknya beristirahat di rumah, mengurangi kontak fisik dengan orang yang sehat dan menggunakan masker saat bepergian keluar.

Ini karena tangan yang lebih sering menjadi media perpindahan virus, orang yang sehat harus rutin untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Bila Anda mengalami pilek, penting untuk memahami seberapa lama Anda mengalami kondisi ini. Sebab, antara pilek dan sinusitis yang memiliki gejala yang hampir sama, sering membuat Anda keliru.

Orang yang mengalami pilek, biasanya akan mengalami hidung tersumbat selama dua atau tiga hari dan hidung meler selama dua atau tiga hari.

Sementara orang yang mengalami sinusitis akan mengalami gejala yang lebih lama, sekitar tujuh hari atau lebih disertai adanya rasa sakit pada bagian sekitar hidung dan dahi.

Bila Anda mengalami kondisi tersebut dan membuat Anda tidak nyaman, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are Sinus Infections Contagious? https://www.everydayhealth.com/sinus-infection/guide/contagious/. Diakses pada 23 Maret 2018.

Sinus Infection: Is it Contagious? https://www.webmd.com/cold-and-flu/are-sinus-infections-contagious. Diakses pada 23 Maret 2018.

Are Sinus Infections Contagious?  https://www.healthline.com/health/are-sinus-infections-contagious. Diakses pada 23 Maret 2018.

Is It a Cold or Sinus Infection? How to Tell the Difference. www.health.com/health/condition-article/0,,20251789,00.html. Diakses pada 23 Maret 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x